Menghargai Setiap Perjumpaan

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Renungan
dipublikasikan 05 Agustus 2016
Menghargai Setiap Perjumpaan

Terkadang nikmat perjumpaan tak dirasa oleh diri, sehingg begitu cepat berlalu. Si ibu yang kangen berat sama anaknya, tak terasa si anak sudah mau pergi jauh lagi. ”Sebulan di rumah serasa baru sehari di rumah”, gumam ibu dalam hati. Begitu cepat sekali berlalu. Setahun lagi baru bisa merasakan nikmatnya perjumpaan.

Roda kehidupan begitu cepat sekali berputar. Sepertinya baru kemarin teriak-teriak Qola Muhammadun huwabnu Maliki. Ternyata itu adalah sebuah kenangan tiga tahun silam. Pakaian abu-abu putih itu, ternyata kini sudah tak muat lagi di badan.

Ada perjumpaan, ada perpisahan. Itu sudah satu paket. Tak bisa mengambil paket perjumpaan saja, kemudian meninggalkan paket perpisahan. Seorang kakek renta yang senang sekali melihat sang cucu lahir, tapi siapa sangka beberapa tahun lagi ia harus berpisah dengan sang cucu. Maut menjemput kakek.

Menghargai setiap perjumpaan menjadikan perjumpaan itu lebih manis. Sambil mensyukuri nikmat sehat yang Allah anugerahkan kepada kita. Karena saat sakit menghampiri, berjumpa dengan sanak famili atau teman adalah sesuatu yang tidak mungkin. Kecuali kalau mereka datang menjenguk. Dan perjumpaan dalam menjenguk orang sakit tidaklah manis. Di sana ada rasa was-was, kasihan, harap-harap cemas agar si sakit segera sembuh.

Perjumpaan saat raga sehat, libur panjang, waktu senggang, memang harus dirasakan dengan “disruput”. Seperti menyruput kopi hitam panas, pelan-pelan. Enak. Mantap. Luar biasa.

Detik demi detik dalam perjumpaan harus disadari dengan kesadaran penuh. Semoga perjumpaan ini semakin memperkuat tali ukhuwah, merapatkan yang renggang, mendekatkan yang jauh. Seolah-olah perjumpaan kali itu adalah perjumpaan sebelum perpisahan. Agar saling hangat lagi dalam bercengkerama. Agar semakin tulus lagi dalam wa tawashoubil haqqi wa tawashoubish shobr.

Perjumpaan halaqoh kami mungkin mendekati pintu perpisahan. Bukan perpisahan yang sesungguhnya. Hanya berpisah untuk sementara. Satu-persatu dari anggota halaqoh akan pergi menuntut ilmu, melepas dahaganya. Mencari pengetahuan-pengetahuan baru. Kemudian pulang kembali ke kampung halaman untuk sebuah perjumpaan.

Semoga perjumpaan kita hari ini menjadi perjumpaan yang bermanfaat. Dengan siapa pun itu. Handai taulan, sahabat, teman lama.

  • view 210