Sandal Gunung

Faisal Amri
Karya Faisal Amri Kategori Lainnya
dipublikasikan 03 Agustus 2016
Sandal Gunung

Ini bukan sandal yang dibuat di daerah pegunungan, bukan pula sandal orang-orang gunung. Sandal gunung adalah sandal untuk mendaki gunung. Beberapa pendaki gunung walaupun tidak semua pasti punya sandal ini. Tak ketinggalan juga para santri di pondok pesantren. Dengan celana hitam di atas mata kaki dan sandal ini, maka langsung tertebak, itu santri. Beberapa santriwati juga ada yang memakainya.

Sebenarnya sandal gunung tidaklah mahal, jika kita melihat beberapa tahun ia akan tahan, dua tahun-tiga tahun bahkan bisa lebih. Kalau dihitung-hitung bisa menghemat pengeluaran. Karena dalam kurun waktu dua-tiga tahun sekali, kita hanya merogoh kocek sekitar 150 ribu untuk kebutuhan alas kaki. Coba bandingkan dengan sandal yang tiga bulan langsung rusak dengan harga 15 ribu-an. Berapa pengeluarannya dalam tiga tahun, 180 ribu. Itu kalau yang 15 ribu-an kalau yang sampai 30 ribu-an. Berapa kira-kira pengeluarannya? Sandal gunung lebih murah kan?

Ada berbagai merk yang mungkin wajib anda coba seperti Eiger, Rei, Consina, dan masih banyak lagi.

Sandal ini juga “marem” untuk menginjak orang hehehe…. Saat berdesak-desakan di bus, kemudian ada pencopet hendak beraksi, injak saja kakinya sambil teriak,” Copet…. Copet….”

Oh iya, jadi teringat kisah anak perempuan (alm) Siyono yang kepingin sandal gunung. Masih ingatkan dengan Siyono? Korban kebrutalan Salep 88 itu lho. Berita itu sampai ke telinga Eiger, dan akhirnya keinginan Fatimah binti Siyono dapat terwujud. Mendapat sandal gunung Eiger gratis. Wah, baik banget ya.

Di kampus saya, LIPIA Jakarta. Sebagian besar mahasiswa juga memakai sandal gunung. Bahkan untuk kuliah. Ya, sebenarnya kuliah memakai sandal tetap kurang sopan dan kurang pantas. Tapi mau bagaimana lagi, kebiasaan itu sudah turun-temurun. Mungkin LIPIA kalah disiplin dalam masalah alas kaki jika dibandinkan dengan universitas-universitas lain. Tapi jangan ditanya masalah pakaian. Laki-lakinya berbusana muslim, busana rapi, ada juga yang memakai jubah Arab Saudi. Mahasiswinya juga tidak kalah, dari mulai kerudung segiempat besar hingga cadar ada.

Sandal gunung cocok dipakai di mana saja, mau buat kondangan, buat silaturahmi Lebaran, buat pergi berlibur, buat mendaki gunung, buat berkebun juga cocok kalau tidak “eman-eman” hehehe….

Selamat berburu sandal gunung. Btw, sandal gunung saya sudah berusia sekitar 2,5 tahun. Sudah hampir “bolong”. Tunggu bolongnya. Langsung lem biru. Hehe….

  • view 191