CINTA TANPA PERMISI

Faisal Syahreza
Karya Faisal Syahreza Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 06 Februari 2016
CINTA TANPA PERMISI

?

Halo, permisi! Bolehkah aku mencintaimu, ngomong-ngomong masih kosongkah ruang dalam hati dan pikiranmu? Atau adakah seseorang yang lebih dulu menjadi tamu istimewa di sana? Alangkah bahagianya, bisa dipersilakan masuk ke dalamnya. Selalu ingin menantikan saat yang tepat itu, seperti saat-saat kejatuhan anugerah dalam hidupku saja.

?Kita sedikit canggung mengetuk pintu hati seseorang, kadang-kadang merasa kebetulan, lebih baik memendam keinginan daripada memberanikan diri mengutarakannya. Tapi cinta selalu memiliki cara untuk kita, memilihkan jalan mana dan seperti apa akan diutarakan. Tidak ada tanda masuk yang jelas, tidak ada peta yang bisa menunjukan letak hati seseorang, tidak ada juga cara praktis untuk diikuti sebagai isyarat untuk bisa menjadi tamu dan akhirnya penghuni di dalam hati manusia/?

Kita bisa jadi perlu meminta maaf, bila kita akhirnya masih memilih menutup jalan dalam diri, untuk berusaha mengangankan berharap bisa masuk ke dalam hati seseorang. Cinta berada di luar kemampuan kita untuk bisa dikendalikan. Perasaan itu selalu punya sikap untuk menyadarkan sekaligus menyandarkan kita, apalagi saat-saat sepi, sendiri. Mulai saat ini, bukan lagi soal, pintu itu telah dikunci rapat, atau sudah terutup melainkan usaha kita mencoba berkali-kali menjadi seseorang yang setia menanti waktu yang tepat.


  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Cantik kata2nya...^_

  • Muthmainnah Rati
    Muthmainnah Rati
    1 tahun yang lalu.
    Sampai kapan harus setia menanti waktu yang tepat? Jika satu pintu sudah tertutup rapat, bukankah banyak pintu lain yang terbuka lebar? Yang bisa jadi lebih baik daripada yang sudah tertutup rapat. Bukan tentang setianya kita menanti waktu yang tepat, tapi tentang cara kita mengikhlaskan pintu yang tertutup rapat. Ketika kita ikhlas, pintu lain akan ditunjukkan, bisa jadi lebih baik.

    • Lihat 2 Respon