Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 6 Februari 2016   19:46 WIB
CINTA TANPA PERMISI

?

Halo, permisi! Bolehkah aku mencintaimu, ngomong-ngomong masih kosongkah ruang dalam hati dan pikiranmu? Atau adakah seseorang yang lebih dulu menjadi tamu istimewa di sana? Alangkah bahagianya, bisa dipersilakan masuk ke dalamnya. Selalu ingin menantikan saat yang tepat itu, seperti saat-saat kejatuhan anugerah dalam hidupku saja.

?Kita sedikit canggung mengetuk pintu hati seseorang, kadang-kadang merasa kebetulan, lebih baik memendam keinginan daripada memberanikan diri mengutarakannya. Tapi cinta selalu memiliki cara untuk kita, memilihkan jalan mana dan seperti apa akan diutarakan. Tidak ada tanda masuk yang jelas, tidak ada peta yang bisa menunjukan letak hati seseorang, tidak ada juga cara praktis untuk diikuti sebagai isyarat untuk bisa menjadi tamu dan akhirnya penghuni di dalam hati manusia/?

Kita bisa jadi perlu meminta maaf, bila kita akhirnya masih memilih menutup jalan dalam diri, untuk berusaha mengangankan berharap bisa masuk ke dalam hati seseorang. Cinta berada di luar kemampuan kita untuk bisa dikendalikan. Perasaan itu selalu punya sikap untuk menyadarkan sekaligus menyandarkan kita, apalagi saat-saat sepi, sendiri. Mulai saat ini, bukan lagi soal, pintu itu telah dikunci rapat, atau sudah terutup melainkan usaha kita mencoba berkali-kali menjadi seseorang yang setia menanti waktu yang tepat.

Karya : Faisal Syahreza