ORANG SEMPURNA VS ORANG BIASA

Faisal Syahreza
Karya Faisal Syahreza Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Januari 2016
ORANG SEMPURNA VS ORANG BIASA

?

Sudah biasa kalau kita mengatakan kepada pasangan kita bahwa dialah orang sempurna, dan dengan sedikit merendah lalu kita mengaku bahwa kitalah orang biasa. Ada satu hal menarik bahwa dalam ungkapan itu, semacam dibuat sengaja perbandingan yang terasa kesannya sangat berlawanan atau berbeda jauh.

?

Jika kita susuri dalam berbagai kehidupan, kata ?sempurna? itu cenderung dekat dengan kata ?mustahil? dan ?biasa? lebih dekat maknanya dengan kata ?banyak?. Mustahil di sana berarti sulit didapatkan karena langka dan jarang, sedangkan banyak di sana berarti mudah didapatkan di mana dan kapan saja.

?

Padahal bila kita dengan seksama mau membuatkan sebuah kalimat untuk mengetahui seperti apa kedua kata tersebut, maka akan diketemukanlah seperti ini, aku sudah ?biasa? dengan dirimu, sehingga tak perlu ?sempurna? jika yang aku butuhkan hanyalah dirimu.

?

Semata-mata kalimat itu dibuat karena sempurna itu tak ada dan biasa itu tak banyak kenyataannya. Buktinya, kita biasa memilih hal yang sama, tapi enggan diberikan pilihan yang berbeda soal selera dalam kehidupan di dunia ini.