Tentang “APA KABARMU?”

Faisal Syahreza
Karya Faisal Syahreza Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Maret 2016
Tentang “APA KABARMU?”

https://scontent-atl3-1.xx.fbcdn.net/hphotos-xfp1/t31.0-8/s960x960/902971_377977265651302_165838667_o.jpg

?

Sudahkah hari ini kamu bertanya ?Apa kabarmu?? kepada seseorang yang berarti dalam hidupmu? Pertanyaan yang sederhana dan begitu biasa, memang sering sekali membuat kita lupa betapa berharga keberadaannya. Dunia bisa saja membuat kita tak berjarak dan berbatas oleh ruang-waktu, tetapi dua patah kata tanya ajaib itu tetap memiliki makna yang tak akan pernah tergantikan.

Dari dua patah kata tanya tersebut, kita bisa tahu sekaligus merasakan hal-hal apa saja yang terjadi pada mereka yang kita sayangi ?keluarga, sahabat dan belahan jiwa kita. Kepedulian dan perhatian masih menjadi barang mahal dalam sebuah hubungan manusia dengan manusia. Beberapa orang menyadarinya, bahwa bentuk perhatian dan peduli, tetapi terkadang kita memilihnya untuk diam-diam saja tanpa menunjukkannya.

Apakah dua patah kata tanya ?Apa kabarmu?? bisa mewakili perwujudan dari kasih sayang kita? Tentu saja, iya. Bagaimana kalau ternyata, kabar terbaik orang-orang yang kita sayangi itu ialah saat-saat bersama dengan kita. Bagaimana kalau ternyata kabar buruk orang-orang yang kita sayangi itu ialah saat kita mulai lupa menunjukan kalau kita ada dengan segala rasa untuk saling berbagi merasakan suasana yang sedang melanda hatinya.

??????????? Lalu bagaimana kalau ternyata orang-orang yang kita sayangi dan kasihi keberadaannya tak benar-benar jauh dari kita? Hmmm. Apakah masih perlu dua patah tanya ?Apa kabarmu?? kita lontarkan kepadanya? Sudah dapat dipastikan, kepedulian dan perhatian adalah cara mencintai terbaik tanpa harus menunggu dipisahkan jarak dan juga waktu. Raga kita bisa saja tak memiliki sekatan dan pemisah, setiap hari bertemu dan saling memandang, tetapi perasaan dan kalbu kita memerlukan sebuah ?sentuhan? yang memberi bukti betapa kabar kita adalah hal berharga bagi seseorang yang kita sayangi.

??????????? Tak perlu menunggu lama, tak perlu takut orang menyangka kita hanya sekadar menyapa! Jangan-jangan, kita sudah mulai kurang meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri seseorang yang kita cintai ?baik atau buruknya, sama sekali tak saling mempengaruhi. Baiklah, untuk menutup catatan pendek dan sederhana ini, saya menulis puisi tentang ?Apa kabarmu?? yang bisa jadi memperlihatkan lagi pada diriku sendiri; di mana sebenarnya letak ?Dua Patah Kata Tanya? itu berada. Selamat membaca dan membagikannya.

?

....................

....................

?

Aku tiba-tiba kangen pertanyaan ?Apa kabarmu?? ?

yang sudah lama tak terdengar, terlontar darimu untukku.

Rasanya baru kemarin, kau tanyakan itu padaku,

sungguh ketika kata-kata itu meluncur dari mulutmu,

aku merasa ada sesuatu yang kauingin dalam diriku.

Seperti pengharapan, seperti hasrat yang menunggu balasan.

?

Aku selalu memiliki jawaban untuk pertanyaan itu

seperti sudah dipersiapkan dan aku pertimbangan

dengan penuh kesungguhan.

?

Lalu sekarang, aku kehilangan pertanyaan itu.

Aku kesulitan menyimpan banyak jawaban

untuk satu pertanyaan.

Ataukah satu pertanyaan

selalu mengharuskan memiliki banyak jawaban?

?

Kepala dan perasaanku rupanya tak cukup

memuat semua jawaban yang kutemukan

hanya untuk satu pertanyaan yang muncul

bersama kepergianmu.

?

Sungguh, ?Apa kabarmu?? seperti barang langka

sebab engkau telah tiada.

Sungguh, ?Apa kabarmu?? seperti gema jatuh di tengah ruang hampa

tanpa kuketahui sumbernya.

Sungguh, ?Apa kabarmu?? seperti puasa tanpa ada

saatnya waktu untuk berbuka.

Sungguh, ?Apa kabarmu?? seperti sebuah sambutan di tengah ribuan

penonton bernama kesunyian.

Sungguh, ?Apa kabarmu?? seperti sudah dijatuhi hukuman

dipenjara seumur hidupnya dalam hatimu.

?

Lalu aku mulai kebingungan setelah tak ada ?Apa kabarmu??

Apakah aku bisa memiliki hari dengan kabar baik di depan sana?

Lalu aku mulai ketakutan setelah tak ada ?Apa kabarmu??

Apakah aku artinya memiliki kabar buruk untuk selamanya.

Lalu aku mulai kesusahan setelah tak ada ?Apa kabarmu??

Aku miskin kata-kata tak ingin lagi bicara apa-apa.

Lalu aku mulai kesepian setelah tak ada ?Apa kabarmu??

Apakah aku lebih berarti daripada bayanganku sendiri.

?

?Apa kabarmu?? ternyata ikut pergi seiring kekecewaanmu padaku.

?Apa kabarmu?? ternyata menjauh tanpa aku

tahu ke mana pemiliknya akan berlabuh.

?Apa kabarmu?? ternyata memilih berumah dalam kenanganku tentangmu.

?

Hari ini, aku akan menulis tentang ?Apa kabarmu?? itu.

Sambil berharap, di mana pun kau berada dengan siapapun itu,

kau akan bahagia.

?

Dan

?Apa kabarmu??

yang juga milikmu

akan selalu terasa untukku sebagai doa pembuka

di hari-hariku tanpamu, kini.

?

Lantas aku teringat kata-kata terakhir yang terucap

menjelang kau pergi.

Entahlah, kata-kata itu menjadi kata-kata paling tak kusukai

di dunia ini.

Kata-kata itu terlontar begitu saja darimu,

Yakni: ?Apa boleh buat??

?

(Dua Patah Kata Tanya ? 2016)