Jodoh Pasti Bertemu

Faiq Teen
Karya Faiq Teen Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 12 Agustus 2017
Jodoh Pasti Bertemu

“ royhan aku tunggu di depan ya.....” ucapnya pada seorang pria yang bernama royhan itu. Tampan , pintar dan baik itulah impian semua wanita tidak terkecuali diriku. Aku memandangnya dalam diamku. Aku pandangi dia disetiap gerak-gerikhya hingga tanpa disengaja dia pun melihatku pula yang sedang memandanginya dengan seketika aku memalingkan pandanganku ke arah lain “ ya ampun... dia melihatku ” ucapku tak percaya.
Sore yang indah, aku pulang dari kuliah langsung menuju kafe milik pamanku. Disana aku membantu sekaligus bekerja disana. Sore itu seperti biasa kafe ini selalu ramai di datangi pelanggannya baik itu yang muda atau yang tua. Sebagai pelayan aku dengan cepat melayani pesanan pelanggan. “ Mba’ saya pesan.... “ suara itu terdengar memenuhi sudut ruangan kafe hingga membuatku bergerak cepat untuk melayaninya.
“ Kak.. faiz....” terdengar suara memanggil namaku dan membuatku segera meresponnya.
“iya... apa..? “ balasku
“emm.. maaf ya.. kak, boleh minta tolong bawain pesanan ini ke nomor 7 “ pintanya.
“ oh.. boleh kok..” balasku yang dengan langsung membawakan pesanan itu ke meja nomor 7. Ketika sampai disana aku melihat seorang pria yang sedang asik dengan kameranya. Dengan sapaan ramah aku pun langsung meletakkan pesanannya itu diatas meja.
“ Maaf Mas, ini pesanannya...” ucapku pamit, lalu beranjak pergi meninggalkan tempat itu. Tapi ketika akua akan melangkahkan kaki “ hey.... “ suara sapaan tiba-tiba tertuju padaku lalu tanpa pikir panjang pun aku langsung mengarahkan pandanganku keorang yang menyapaku dan ternyata orang yang menyapaku adalah seorang pria tampan yang tidak asing lagi bagiku. “ hey.... “ balasku ragu.
“ anda ketua panitia seminar di kampuskan....?” tanya ia langsung
“ oh.. iya, itu saya ada apa yah...?? “ tanyaku balik
“ emm... bisa kita bicara sebentar..?? “ pintanya padaku, ia pun mempersilahkan aku duduk.
“ oh...ya bisa..” balasku yang kemudian aku duduk tepat di hadapan orang yang aku kagumi itu.
Gerumu angin berhembus melewati celah jendela yang terbuka lebar dalam kamarku, diatas kasur empuk aku baringkan tubuhku yang sedang lesu. Aku terdiam menatapi sebuah ponsel yang berisi pesan singkat dari seorang pria yang lamaku kagumi. Setiap malam tiba akutak bosan-bosannya memandangi pesan singkat darinya, hingga suatu malam aku menerima sebuah pesan yang berbeda dari malam-malam biasanya. Pesan itu berisi “ faiz... kapan aku bisa bertemu denganmu, aku ingin sekali bicara denganmu... aku boleh tidak, besok menemuimu di ruang kelasmu..? “ itulah isi pesan singkat yang aku terima. Pesan itu tidak langsungku balas, aku diamkan saja pesan itu aku renungi kata-kata dari pesan itu hingga akhirnya aku pun membalas pesan itu “ maaf yah... aku tidak bisa... “.
Suatu hari yang menyibukan, aku beserta teman kerjaku sedang mempersiapkan seminar di aula kampus disana kami dengan semangat mendekor, menata dan lain sebagainya kami lakukan secara bersama. Namun disela-sela sibuknya kami bekerja tanpa sengaja aku menangkap sosok rohyan duduk memandangi kami dengan kamera ditangannya ia memotret kami yang sedang sibuk bekerja. Aku yang tau bahwa ia berada disana hanya diam tidak menghiraukannya sampai kemudian “ faiz... kamu tau tidak rohyan itu ternyata sudah punya tunangan loh..? ” seorang teman kerjaku mengatakan hal itu padaku. Mendengar itu aku hanya diam terpaku, aku pun menyadari harapanku kini telah hilang. Dulu ia yang aku kagumi kini telah menjadi seorang yang tidak dapat aku kagumi lagi. Walaupun sebenarnya aku mulai merasakan cinta tumbuh dihatiku.
Sore yang cerah aku duduk di taman kota dalam keramaian orang berarulalang aku menikmati indahnya sore hari dan hari libur kerja, aku terdiam termenung mendengarkan musik melow yang aku putar lewat ponselku. Tapi tiba-tiba suara deringan telpon membuyarkan lamunanku. “ Royhan” nama itu yang terpampang di layar posnelku dengan perasaan bahagia bercampur kecewa dan sedih aku terima telpon itu secara perlahan.
“ faiz... kamu ada dimana..?? “ tanya ia langsung
“ ahh... aku ada di kafe.. maaf ya.. aku lagi sibuk tut..tut..“ balasku yang kemudian aku langsung matikan telpon itu. Aku lanjutkan mendengar musik yang sempat terhenti, tak lama aku berada ditaman aku pun putuskan untuk pulang. Halte bus yang sepi aku terdiam menunggu bus berhenti, disana aku duduk sambil memandangi mobil yang tengah melintasi jalan raya, akan tetapi “ Hupps..” sebuah mobil berhenti tepat di hadapanku, lalu perlahan pemilik mobil pun keluar dan ternyata pemilik mobil itu adalah Royhan. Aku pun terkejut dan Ia menghampiriku yang duduk diam menanti bus.
“ faiz...” panggilnya
“ ahh... “ balasku datar
“ kamu kenapa bohong..? “ tanyanya padaku
“ hah.. bohong? Siapa yang berbohong “ elakku
“ henapa kamu bilang kamu sibuk, padahal aku datang kekafe tapi kafe itu tutup “
“ aku memang benar-benar sibuk dan itu bukan kesibukan di kafe “ balasku meyakinkannya.
“ tidak aku tidak percaya “ ucapanya. Yang membuatku terdiam untuk tidak menjawab perkataannya lagi. Dia telah tahu kalau aku memang sedang berbohong padanya, ia pun melangkah mendekatiku menatap wajahku dengan penuh tanda tanya hingga akhirnya
“ faiz... kamu sebenarnya kenapa? Ada apa denganmu, kenapa kamu tidak ingin bertemu denganku dan kenapa kamu mencoba menjauhiku? “ tanya ia dengan ribuan pertanyaan.
“ apa? tidak ada, aku baik-baiknya saja. Aku juga tidak sedang menjauhimu, maaf ya aku harus pergi “ balasku mengelak dan langsung beranjak pergi meninggalkan Royhan di halte bus. “ faiz... ” ia memanggilku yang berjalan menjauhinya, royhan pun mengejarku lalu tak lama ia menggegam tanganku dan menahanku.
“ Tolong lepaskan aku... kamu tidak ada hak atasku ” pintaku padanya
“ Tidak, faiz kamu kenapa? Kamu berubah.! Apa karena kamu tahu aku sudah tunangan? “ tanya dia meyakinkan aku.
Aku diam tidak menjawab pertanyaannya, karena aku tahu itu memang alasannya. Lalu royhan pun melepaskan genggaman tangannya itu dan memandangiku sambil mencoba menjelaskan semuanya padaku.
“ maafkan aku sebelumnya jika aku belum memberitahumu tentang tunangan itu, seandainya kamu tahu aku memang akan ditunangkan dengan seseorang tapi aku mencoba menolaknya, Aku masih belum tunangan “
“ cukup, kamu tidak perlu jelaskan itu “
“ kenapa.? faiz? kamu tahu, aku suka sama kamu “ ungkapnya
“..........”
Aku terdiam tak menjawabnya dan kita berdua pun sama-sama terdiam sampai tak akhirnya aku mencoba mengunggkapkan sesuatu padanya.
“ sebelumnya aku ingin minta maaf, bukannya aku tidak ingin bertemu dan bermaksud untuk menjauhimu tapi karena aku mulai sadar kalau aku tidak pantas denganmu, berada didekatmu, kamu terlalu baik untukku dan aku tahu aku kamu adalah orang yang aku kagumi, hanya saja kini aku harus menjauhimu dan melupakan semua tentangmu, karena mulai saat ini aku akan jadi milik orang lain, aku akan tunangan Roy.. maafkan aku ya..” jelasku panjang lebar.
2 bulan berlalu dari kejadian itu..
Hari-hariku pun aku jalani tanpa hadirnya seorang yang aku kagumi, dan aku telah bertunangan dengan pria baik pilihan orang tuaku, mungkin rasa kecewa atau tidak menerima ada, tapi demi orang tua aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk mengelaknya. Sampai akhirnya tiba di hari yang dinantikan oleh siapapun yang ingin menyatukan cinta sucinya dipelaminan.
Hari inilah waktu untukku memulai kehidupan baru dengan calon suamiku, sebenarnya aku tidak mengetahuinya siapa calon suamiku itu, walaupun aku tahu orang tuaku pernah memberikan amplop yang berisi fotonya, akan tetapi aku tidak pernah membuka, ia pun pernah mengirim pesan singkat padaku, kita pun saling berhubungan hanya sebatas itu, tidak lebih.
Kini seluruh ruangan telah dipenuhi oleh orang-orang yang hadir, mulai dari keluargaku, keluarganya dan kerabat. Tidak cuma itu aku pun telah terbalut oleh riasan penagantin, saat ini aku beserta keluargaku hanya menanti kedatangannya sang pengantin pria untuk duduk disampingku dan di hadapan sang penghulu. Namun tidak lama sang pengantin pria itu datang, dan betapa terkejutnya aku ketika melihat kearahnya. Sang pengantin pria itu adalah Royhan, orang yang selama ini aku kagumi dan aku sukai. Ia terlihat tampan dengan jas dan kopiah hitam yang ia kenakan serta sebuah senyuman manis dibibirnya yang ia tampakkan kepadaku. “ Ya Allah... Terima Kasih..”
Jodoh memang takdir dari Allah yang tidak ada satupun orang tahu, walaupun di ujung dunia sang kekasih dikejarnya kalau memang Allah tidak mengtakdirkan itu tidak akan bisa, namun sebaliknya. Siapa dia, dimana dia dan entah kapan dan apa saja jika Allah mentakdirkan berjodoh maka ia akan bersama.

  • view 66