Ini TakdirMu......

Faiq Teen
Karya Faiq Teen Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 12 Agustus 2017
Ini TakdirMu......

Pagi yang cerah udara sejuk dan hangat mentari masuk lewat celah jedela. Suasana kelas yang senyap berjalan terus seperti biasanya, aku terdiam memandangi keluar jendela perlahan aku mulai terhanyut dalam lamunan diamku hingga akhirnya mataku menutup.
“ assalamu’alaikum wr. wb. “ sebuah salam seketika menyadarkanku dari tidurku, dengan cepat aku membenarkan posisiku dan segera menjawab salam itu.
“ wassalamu’alaikumm wr. wb... ya Allah “ aku kagum melihatnya, guru yang baru saja datang adalaah seorang pria tampan yang bertubuh gagah. Seluruh santriwati dalam kelas pun menjadi gaduh.
“ toyyib.... sebelum saya mulai saya ingin perkenalkan diri saya nama saya Muhammad Faiq..” kegiatan pembelajaran pun menjadi senyap kembali.
Malam gelap gulita hanya ada bintang-bintang kecil yang bertaburan dilangit yang kini menemaniku, usai Tadarus muwajjah aku sengaja tidak langsung masuk kedalam kamar aku pergi menuju taman dekat sekolahku berada, disana aku sedang merangkai kata untuk mengisi sebuah buku Dairy yang setiap hari aku buka dan aku tulisi sesuatu.
“Ya Allah... Ada apa dengan Hamba, hamba selalu memikirkan dia... maafkan hamba ya Allah... sebenarnya hamba disini untuk menuntut ilmu bukan untuk mengulangi masa lalu..”. kata itu yang kini aku tulis dalam dairyku. Aku pun menutupnya lalu aku beranjak pergi meningalkan taman dan menuju asrama.
Hari terus berlalu.. ruang kelas yang sepi aku terdiam duduk manis menanti bel masuk berbunyi, aku buka lembar-lembar buku yang aku baca namun tiba-tiba suara hentakan kaki memenuhi pendengaranku.
“syifa.. syifa.. syifa..” teriak seorang santriwati, aku yang melihatnya hanya tersenyum kepadanya.
“ ada apa??” tanyaku
“kamu tahu tidak..?”
“tahu apa...??” tanyaku penasaran
“itu Ust. Faiq, guru yang ngajar Sejarah”
“memang ada apa dengan beliau..??”
“tahu tidak, ternyata beliau sudah punya tunangan..!!”
“Dug....” dadaku pun tiba-tiba terasa sesak..
“benarkah..? memangnya kamu tahu dari siapa?”
“tahu dari teman-teman”
“oh.. gitu... “ balasku datar.
Gosip itu makin hari semakin menyebar hingga suatu ketika dalam kelas seorang santriwati langsung bertanya pada Ust. Faiq tanpa ragu.
“Ustad, udah punya tunangan yah..??” ucapnya. Namun dia tidak menjawabnya ia hanya tersenyum pada kita semua.
“kring....kring..” bel pulang pun terdengar semua santriwati pun pergi meninggalkan kelas hanya tinggallah aku sendiri yang sedang sibuk membereskan buku-buku dalam tasku. Setelah selesai aku pun melangkah meninggalkna kelas akan tetapi langkahku tiba-tiba terhenti ketika aku melihat Ust. Faiq berdiri didekat pintu. “Assalamu’alaikum syifa..” ia pun melontarkan salam padaku. Saat itu hatiku tidak karuan tapi aku pun mencoba tenang dan menjawab salamnya itu.
“Wa’alaikum salam..” balasku
“syifa... boleh saya berbicara sebentar..” tanya ia padaku. Aku yang terkejut dengan pertanyaannya itu seketika aku menolaknya “maaf saya harus pulang dulu”.
Usai aku dari musola aku pun segera pulang keasrama. Aku bereskan buku yang harus aku bawa kesekolah kedalam tas hingga kemudian aku menyadari kalau Diaryku menghilang “ya Allah DiaryKu” aku mencarinya kemanapun namun hasilnya nihil. Ketika aku telah lelah mencari aku pun memasrahkan buku itu. aku tidur dalam kamar dengan perasaan sedih lalu kemudian seorang santriwati mendatangiku dan menyampaikan kabar dari orang tuaku. “Syifa Orang tuamu sudah menjodohkanmu” Hatiku semakin sedih setelah mendengar kabar itu. Aku mulai memasrahkan semua pada Allah aku terima semua yang terjadi padaku.
Kelas kembali sunyi ketika jam pelajaran berlangsung semua santriwati dengan semangat mengikutinya, namun tidak denganku aku masih dalam keadaan sedih tapi aku mencoba ceria kembali. Ketika aku duduk dikelas aku tidak sengaja meraih sebuah buku dalam rak mejaku dan ternyata itu Diaryku yang hilang.
“Allahdulillah ketemu...” aku pun membuka Diaryku itu dan kemudian aku tertegun saat aku membaca.
“ Syifa... sebelumnya maaf aku lancang membaca dan menulis di Diarymu ini. Tapi aku hanya ingin mengatakan Aku mencintaimu sejak dulu dan aku sekarang tahu jawabannya kamu juga mencintaiku. Dan agar cinta kita ini tidak terlarang Aku telah melamarmu pada orang tuamu.”
Aku tersenyum setelah aku tahu surat itu dari Ustad Faiq. Aku bahagia ternyata selama ini orang yang aku suka, juga merasakan hal yang sama dengan diriku, Terima Kasih Allah.
Tamat

  • view 22