Dalam Detak-Detak Keimanan

Fahry Alamsyah
Karya Fahry Alamsyah Kategori Agama
dipublikasikan 05 Juli 2016
Dalam Detak-Detak Keimanan

Oleh : Fahry Alamsyah

TAK terasa yah, hari ini hari terakhir kita melakukan ibadah wajib puasa, itu artinya ramadhan sebentar lagi akan pergi meninggalkan kita, dan kita tidak pernah tahu apakah bisa bertemu dengan ramadhan tahun depan?

Mungkin mulai besok kita akan merindukan bagaimana suasana berbuka sama keluarga, teman, dan juga akan merindukan bagaimana suasana sahur. Atau merindukan suasana tarawih bersama, merindukan orang-orang yang mendadak sholeh. Ketika di bulan penuh berkah ini, semua bisa terkondisikan dengan sedemikian rupa, shalat-shalat kita lebih disiplin, tilawah-tilawah kita lebih panjang dari biasanya. Doa-doa kita lebih banyak dari umumnya, perilaku-perilaku kita lebih santun, karena kita tahu di bulan Ramadhan semuanya akan dilipat gandakan sedemikiannya.

Sebagaimana kita ketahui, Ramadhan adalah bulan yang begitu istimewa bagi kita seorang muslim, karena di bulan ini kita mendapatkan kasih sayang, pengampunan, dan juga ketetapan dari Allah SWT.Bulan penuh berkah lagi bulan Al-Qur’an.

Namun, tak akan lama lagi bulan itu akan segera berlalu, kita memasuk bulan syawal, yang menjadi pertanyaannya, serta yang menjadi kekhawatiran bagi kebanyakan orang, akan kah ramadhan itu selalu mendapat tempat di hati kita?

Bila ramadhan sudah ada tempat di hati kita, pastinya pada bulan-bulan berikutnya semua aspek kehidupan kita, baik dalam bergaul, beribadah, bekarja dan lain-lain akan sama seperti pada bulan ramadhan.

Sebagaimana kita ketahui, kebiasaan kita ini ketika awal-awal bula puasa semuanya berbondong-bondong ke masjid untuk mengerjakan shalat malam, penuh isi masjid tersebut sampai berdesak-desakan. Minggu kedua, jamaah masjid mulai berkurang, begitu minggu ketiga hingga minggu keempat shaf semakin maju kedepan. Padahal semestinya ketika di penghujung ramadhan kita dituntut untuk meninggkatkan kuantitas serta kualitas ibadah kita, agar kita mendapatkan keridhoan serta pengampunan dari Allah SWT. Di 10 malam terakhir ada sebuah sunnah yang bernama I’tikaf di masjid, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Rasul dan para sahabatnya dulu.

Tapi kenyataanya jelang sepuluh, lima, bahkan tiga hari lagi puasa kita semua sudah disibukan dengan segala macam pernak-pernik lebaran dan mulai mengendurkan ibadah kita. Berpuasa hendaklah menghadirkan efek dalam ruhiah kita seperti firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183, yang di ujung ayat itu berbunyi, … La’alakum Tattaqun, (Agar kamu  bertaqwa), bertaqwa, menumbuhkan sebuah keimanan di dalam hati. Menjadikan kita hamba-hamba yang selalu meyakini dalam hati, lisan dan tingkah laku.

Ketika kita sudah melewati sebulan penuh ramadhan dengan segala macam perniknya, kita mendapatkan apa yang kita harapkan dari berpuasa tersebut, tidak hanya mendapatkan rasa lapar dan haus saja seperti yang di sabdakan Rasul kita nabi Muhammad SAW yang berkata; mereka berpuasa namun hanya mendapatkan lapar dan haus saja. Pahala puasanya tidak dapat, amal-amalnya hangus semua.  Tentunya kita berharap dari puasa ramadhan ini keimanan dan ketaqwaan kita bertambah, keberkahan mengalir di sendi-sendi kehidupan kita. Amiin.

Sekian.  

 ===========

FAHRY ALAMSYAH :

Penulis kelahiran Prabumulih, 9 September 1992.

Aktif menulis cerpen dan artikel islami.

Alumni Workshop Cerpen Kompas 2014. 

Facebook : Fahry Alamsyah

Twitter : @fahryalamsyah92

Blog : www.fahryalamsyah.wordpress.com

  • view 242