Pendidikan Anak dan Mindset Suami Istri Indonesia

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Inspiratif
dipublikasikan 05 Maret 2016
Pendidikan Anak dan Mindset Suami Istri Indonesia

Di Indonesia hampir semua anak perempuan dididik orangtuanya untuk menjadi istri yang baik. Mereka diajari memasak enak, "Agar nanti disayang suami," kata ibunya. Bertahun-tahun mereka diberitahu tentang pentingnya menjaga sikap yang ramah dan lemah lembut, "Biar suamimu sayang sama kamu, laki-laki manapun akan luluh oleh perempuan penyayang," pesan ayahnya. Hasilnya, rata-rata perempuan Indonesia punya mindset yang sama... Bahwa mereka perlu menjadi istri yang baik, yang bisa mengatasi semua kebutuhan rumah tangga, yang ingin disayangi suaminya...

Apakah anak-anak laki-laki diajari sebaliknya? Apakah sejak kecil anak laki-laki diberi nasihat, "Nak, jangan berlaku kasar, agar disayang istrimu," atau "Belajarlah pengertian, karena perempuan manapun akan luluh oleh suami yang penyayang." Rasanya, kebanyakan sayangnya tidak.

Mungkin itulah yang membuat kebanyakan suami dan istri di Indonesia memiliki mindset yang berbeda tentang membangun rumah tangga. Sementara para perempuan dididik menyayangi, bahkan "melayani", para laki-laki tak diajarkan untuk merendahkan egonya di hadapan istrinya kelak. Hasilnya? Silakan isi titik-titik berikut ini...

Tapi, mungkin kita bisa mulai mengubah semua itu dengan mendidik anak laki-laki kita... Agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berbeda.

?

FAHD PAHDEPIE
(Penulis buku 'Rumah Tangga', Pandamedia, 2015)


  • claudia harapankita
    claudia harapankita
    1 bulan yang lalu.
    mendidik anak perempuan dan laki-laki memang penting. tapi untuk tahap perkembangan anak. anak-anak lebih condong melihat sikap dari ke 2 orang tuanya dirumah.

  • Umi Setyowati
    Umi Setyowati
    2 tahun yang lalu.
    Yang pasti Pak Fahd ( maaf kemarin sy salah tulis nama) anak itu menauladani, orang tua. Bagaimana sikap ayahnya kpd ibu, begitulah sikap dia nanti kpd istrinya, kebanyakan loh. Tapi tergantung lingkungan juga sih. Gitu aja koment saya. Salam.

  • 31 
    31 
    2 tahun yang lalu.
    (Isian titik titik ) Hasilnya..mungkin menjadi pria dewasa tak berfikir dewasa, mungkin berfikir terimalah aku apa adanya dan aku menerimamu ada apanya yaitu ada keahlian memasak, merawat anak dan bapaknya, keahlian menjadi guru, keahlian untuk cleaning service..hehe..mungkin ya..