Solidaritas yang Melampaui Batas Suku dan Agama

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Inspiratif
dipublikasikan 04 Oktober 2017
Solidaritas yang Melampaui Batas Suku dan Agama

Teman-teman, izinkan saya berbagi kebahagiaan. 

Kemarin saya dan dua orang teman, Alfatih Timur (CEO Kitabisa) dan Willix Halim (COO Bukalapak) berinisiatif untuk membuat kampanye kebaikan untuk memberangkatkan dua orang korban First Travel untuk berangkat umrah secara gratis. Ini kami lakukan dalam rangka ulang tahun Willix, sekaligus jadi bagian dari program yang saya dan beberapa kawan lain gulirkan sejak bulan lalu: Gerakan Umrah Gratis. 

Idenya, Willix akan berulang tahun dan ia hendak berdonasi 20 juta rupiah untuk bisa memberangkatkan umrah seseorang. Namun, kami pikir ini bisa menjadi sesuatu yang lebih besar lagi dan membantu lebih dari sekadar satu orang saja. Akhirnya kami memutuskan membuatnya menjadi ‘fundrising’ terbuka agar bisa memberangkatkan minimal dua orang—syukur-syukur kalau lebih.

Setelah semua disepakati, mulailah kami mencari calon jamaah yang akan kami bantu. Atas pertolongan banyak teman lain, kami pun ‘menemukan’ Pak Te’in, seorang tukang sampah berusia 70 tahun yang telah menabung bertahun-tahun agar bisa berumrah tetapi harus mengubur mimpinya gara-gara kasus First Travel tempo hari. Pak Te’in awalnya sudah putus harapan dan pasrah saja menerima keadaan… Ketika kami beritahu bahwa beliau akan dibantu melalui program ini, ia bahagia luar biasa.

Sosok kedua adalah Ibu Sunaryah, usianya 62 tahun. Beliau adalah penjual kerupuk asal Cirebon yang menabung 100-200 ribu setiap bulan sejak tiga tahun yang lalu. Tetapi juga harus gagal berangkat karena dicurangi First Travel. Beliau sampai sakit-sakitan, mengurung diri di rumah, dan berharap sekadar dari jualan kerupuk 500 rupiah untuk bisa memupuk impiannya lagi… Setiap Jumat, ia sedekahkan semua kerupuknya, berharap ada keajaiban sehingga impiannya ke tanah suci bisa terwujud.

Sebulan yang lalu, ketika saya memulai Gerakan Umrah Gratis, nama Ibu Sunaryah ini diusulkan oleh pembaca Facebook saya. Namun belum sempat ditelusuri keberadaannya… Kemarin pagi, saya posting ulang foto Ibu Sunaryah dan meminta bantuan netizen untuk mencarikan alamat dan kontaknya. Ajaibnya, dalam waktu beberapa jam saja, kami sudah mendapatkannya!

Saya meminta seseorang untuk menghubungi Ibu Sunaryah agar diberitahu bahwa beliau kami masukkan ke dalam skema bantuan ini. Ketika mendapatkan kabar itu, beliau begitu bahagia dan tak berhenti mengucap syukur.


 

Inilah semua kebahagiaan saya. Pertama, saya menyaksikan bagaimana orang-orang baik seperti Timmy dan Willix masih terus ada di sekeliling kita. Mereka ingin terus membantu sebanyak mungkin orang tanpa melihat sekat ras, agama, atau apapun. Luar biasa jika kita tahu bahwa Willix bukan seorang muslim tetapi ia mau membantu memberangkatkan orang lain untuk umrah di hari ulang tahunnya, ia juga merogoh kocek pribadi untuk mengamankan satu tiket seharga 20 juta rupiah.

Kedua, saya juga melihat sekali lagi betapa Internet dan media sosial bisa kita gunakan untuk melakukan lebih banyak kebaikan. Saya sudah berkali-kali menjadi saksi, betapa netizen sangat berjasa dalam kerja-kerja solidaritas semacam ini. Gerakan Umrah Gratis saja sudah memberikan tiket umrah gratis kepada enam orang!

 

 

Dan saya berada di tengah-tengah semua itu. Bahagia menjadi penghubung satu sama lain… Atau sekadar menjadi tukang cerita. Menceritakan satu kisah ke kisah lain, mengajak orang berbuat sesuatu dari kisah-kisah itu.

Sekarang, mari terlibat langsung. Bantu saya dan teman-teman untuk mewujudkan kebaikan ini… Dan membuatnya lebih besar lagi.

Mari ikut membantu dan berdonasi di sini. 

 

Salam Gerakan Umrah Gratis!

  

FAHD PAHDEPIE

Juru Cerita, CEO Inspirasi.co

  • view 2.2 K