Akhirnya Nenek Amroh Berangkat Umrah!

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Inspiratif
dipublikasikan 27 September 2017
Akhirnya Nenek Amroh Berangkat Umrah!

Bila sejak awal Anda mengikuti perjalanan Gerakan Umrah Gratis, Anda akan tahu bahwa semua ini kami mulai dari sebuah spontanitas. Awalnya, kami hanya patungan ingin memberangkatkan Nenek Martini, 73 tahun, yang ingin pergi berumrah dengan menabung bertahun-tahun dari keuntungan berjualan telur puyuh namun impiannya itu harus kandas seiring terkuaknya kasus penipuan First Travel.

Tak tega melihat cita-cita Nenek Martini untuk bersujud di baitullah kandas, saya dan tiga orang teman mengumpulkan sejumlah uang untuk membelikannya satu tiket umrah untuk beliau. Karena kami tak tahu alamatnya, kami berusaha mencari tahu melalui Facebook. Tak disangka, kisah itu menjadi viral.

Kami bahagia saat bisa memberikan tiket umrah kepada Nenek Martini, seperti kebahagiaan kami saat mengetahui bahwa banyak pihak lain juga yang tergerak membantu beliau.

Tak disangka, banyak teman-teman saya juga yang ingin ikut menyumbang… Bahkan mewanti-wanti agar memberi tahu jika ada sosok lain seperti Nenek Martini untuk dibantu. Di minggu yang sama, kami bisa mengumpulkan satu tiket lain dan kami berikan kepada Nenek Juliardi, 80 tahun, juga korban First Travel. 

Karena satu dan lain hal, Nenek Juliardi tak bisa berangkat. Sementara teman-teman yang ingin membantu terus berdatangan. Dari sanalah kami menggulirkan Gerakan Umrah Gratis. Sebuah gerakan solidaritas yang ingin membantu saudara-saudara kita yang saleh atau salehah, terutama yang sudah tua dan memiliki kontribusi besar terhadap agama dan umat, namun tak memiliki cukup kemampuan ekonomi—jangankan untuk pergi ke tanah suci, untuk hidup sehari-hari pun mereka serba pas-pasan. Yang bisa diberangkatkan melalui gerakan ini tentu saja bukan hanya korban First Travel.

Bulan lalu Gerakan Umrah Gratis memulai kampanye penggalangan dana di kitabisa.com untuk bisa memberangkatkan umrah Ustadz Nana, seorang Ustadz kampung yang sudah mengajar mengaji selama lebih dari 40 tahun. Tak disangka, hanya dalam 8 hari, seluruh biaya untuk umrah Ustadz Nana pun terkumpul!

Saya ingat saat saya dan beberapa teman dari Gerakan Umrah Gratis menyerahkan tiket tersebut kepada beliau. Beliau menangis penuh haru, sambil tak berhenti mengucap syukur. Kini, insya Allah Ustadz Nana akan berangkat ke tanah suci bulan November besok. Doakan agar segalanya berjalan lancar dan beliau sehat.

 

 

Satu minggu setelah campaign Ustadz Nana, kami memulai campaign baru untuk memberangkatkan Nenek Amroh. Seorang Nenek berusia 73 tahun asal Cijantung, Jakarta, yang semula mendapatkan hadiah umrah dari cucunya. Sang cucu bekerja sebagai kasir di Alfamart, Tiara namanya. Sepeninggal ibunya belasan tahun lalu, Tiara sudah tinggal bersama Sang Nenek meski dalam kondisi ekonomi yang berkekurangan.

Tiara ingin membalas kebaikan Nenek Amroh kepadanya. Maka ia berinisiatif untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah dari sisa gajinya agar bisa memberangkatkan sang nenek untuk berumrah. Setelah lama, akhirnya uangnya terkumpul, cukup untuk mendaftar umrah melalui First Travel yang menurut Tiara harganya terjangkau.

Sang Nenek begitu bahagia saat tahu bahwa ia akan berangkat bulan Mei. Cita-citanya selama berpuluh tahun akhirnya terwujud juga. Namun nahas, jadwal keberangkatan bulan Mei itu ditunda. Tiara dan Nenek Amroh tidak tahu kenapa ditunda, tetapi munurut petugas First Travel kalau Nenek Amroh ingin disegerakan berangkatnya mereka harus membayar lagi uang sebesar 2,5 juta rupiah.

Tiara tak bisa melihat Sang Nenek terus bersedih, apalagi para tetangga sudah menggunjingkannya. Ia pun memutuskan untuk menggadaikan BPKB motornya agar bisa membayar uang tambahan yang diminta First Travel. Namun, apa mau dikata, sebagaimana kita tahu, Nenek Amroh pasti tak berangkat juga karena First Travel dibekukan oleh pemerintah dan seluruh asetnya disita.

Singkat cerita, kami menemui Nenek Amroh, kami katakan bahwa kami akan memasukkan nama beliau ke dalam skema Gerakan Umrah Gratis dan mulai kami kampanyekan. Tak disangka, dalam hitungan hari, berkat bantuan netizen, biaya umrah untuk Nenek Amroh pun terkumpul, bahkan lebih dari 100%.

 

 

Saya ingin sedikit bercerita bagaimana saya dan teman-teman Gerakan Umrah Gratis tahu tentang sosok Nenek Amroh ini. Agustus Lalu, saat saya bercerita tentang perjalanan memberikan tiket Umrah untuk Nenek Martini dan Nenek Juliardi, tiba-tiba ada seorang pembaca Facebook saya, namanya Rahma Ci Omah, mengirimkan screenshot berisi informasi mengenai kisah Nenek Amroh.

Saya pun meneruskan informasi ini ke Eko, Argo, dan Syafawi serta kawan-kawan lain di Gerakan Umrah Gratis. Merekapun bergerak, termasuk menghubungi dan mengunjungi rumah Nenek Amroh. Hingga akhirnya seluruh dana untuk umrah Nenek Amroh terkumpul, saya hanya ingin katakan bahwa semua ini tak mungkin terjadi tanpa niat baik yang tulus serta langkah kecil yang dilakukan oleh Rahmah Ci Omah yang saya ceritakan tadi.

 

 

Di akhir catatan pendek ini, saya ingin katakan hal ini: Mungkin gerakan Umrah Gratis ini seolah mimpi belaka, tetapi toh dari mimpi itu kini kami sudah berhasil mengumpulkan 6 (enam) tiket dan akan memberangkatkan 4 (empat) orang jamaah. Di antara ratusan donatur yang terlibat, dengan nilai yang bermacam-macam dari yang menyumbang satu tiket langsung, menyumbang sekian juta, sampai hanya berdonasi 10.000 rupiah saja, semuanya penting!

Saya percaya Gerakan Umrah Gratis ini bukan sekadar soal berkumpulnya para donatur yang ingin memberangkatkan umrah saudara-saudara mereka yang tidak mampu. Tetapi, di sini juga berkumpul orang-orang tulus yang menominasikan jamaah agar bisa diberangkatkan, hingga para relawan yang bekerja luar bisa dengan tenaga dan waktu yang mereka punya.

Hari ini, tim Gerakan Umrah Gratis dan Kitabisa.com menyerangkan tiket keempat untuk Nenek Amroh. Kami menyerahkannya di tengah acara pengajian Nenek Amroh, tanpa sepengetahuan beliau. Sekali lagi, melalui gerakan ini, kami diperkenankan Allah untuk melihat satu keajaiban: Keajaiban berbagi, keajaiban memberi, keajaiban bersaudara dan berkasih sayang dalam bingkai indah yang tak tergantikan apapun saja.

 

Jakarta, 27 September 2017

FAHD PAHDEPIE

*Jika Anda ingin terlibat di gerakan ini atau ingin menominasikan jamaah, silakan kunjungi tautan ini: www.gerakanumrahgratis.com

  • view 592