Titik Buta dalam Berkarya

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Inspiratif
dipublikasikan 04 September 2017
Titik Buta dalam Berkarya

Dulu ada seorang bangsawan Perancis yang sangat tidak menyukai menara Eiffel. Sialnya, dia tinggal di kota Paris. Setiap hari, ke manapun dia pergi di sekitar tempat tinggalnya, dia selalu bisa melihat menara yang dibencinya itu. Saking kesalnya, dia sering menceritakan ketidaksukaannya pada menara itu kepada orang lain yang dia temui. Siapapun!
 
Tetapi yang mengherankan bagi orang-orang, meskipun bangsawan ini sering mengemukakan kekesalannya pada menara Eiffel dan bahkan mengumpatnya, setiap hari dia selalu sarapan dan makan siang di sebuah restoran yang terletak di bawah menara Eiffel!
 
Karena penasaran, seorang pemuda menanyakan kebiasaan si bangsawan itu. Katanya, "Tuan, bukankah Anda membenci menara Eiffel?"
 
Si bangsawan mengangguk pasti, "Aku benar-benar muak dengan menara itu!"
 
Si penanya melanjutkan keheranannya, "Tapi, mengapa setiap hari Anda pergi ke restoran di bawah menara itu?"
 
Si bangsawan tersenyum. "Sederhana saja," jawabnya, "Sebab di sanalah tempat di mana aku tak bisa melihat menara Eiffel!"
 
Si bangsawan tertawa. Si pemuda tersenyum.
 
Saya selalu menyukai kisah bangsawan yang membenci menara Eiffel itu. Saya sering menggunakannya sebagai contoh untuk menjelaskan bahwa kita tidak bisa melihat diri kita sendiri jika kita terus berada di dalam diri kita sendiri.
 
Ha?
 
Ya, selama ini kebanyakan dari kita terlalu sering berada dalam diri sendiri, berdiri tepat di bawah menara diri kita sendiri, sehingga kita tak bisa melihat potensi dan kelebihan-kelebihan kita. Kita butuh jarak dengan diri kita. Buatlah jarak itu. Caranya, kita perlu mengeluarkan apa yang kita punya di dalam diri kita untuk kita lihat dari tempat kita berdiri. Maka keluarkanlah gagasan-gagasan kita, pikiran dan perasaan kita. Dengan kata lain, berkaryalah! Karya adalah "diri kita yang dikeluarkan". Socrates menyebutnya "refleksi". Sesuatu yang keluar dari kesadaran dan hasil dari pengolahan pikiran dan perasaan kita.
 
Keluarkanlah agar kita bisa melihatnya. Kita boleh meminjam kata-kata lainnya dari Socrates, dengan sedikit memodifikasinya, "Hidup yang tidak direfleksikan adalah hidup yang tak pernah layak untuk diteruskan!"
 
Jadi, seberapa berguna hidup yang dijalani tanpa berkarya? Silakan menjawabnya sendiri.
 
Lihatlah Eiffel dalam dirimu!
 
 
FAHD PAHDEPIE

  • view 515