Gerakan Umrah Gratis?

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Inspiratif
dipublikasikan 24 Agustus 2017
Gerakan Umrah Gratis?

Tak terbayang di benak kami sebelumnya bahwa niat membantu Nenek Martini justru akan mempertemukan kami dengan gelombang kebaikan yang lebih besar lagi. Orang-orang yang dengan tulus ingin memberikan bantuan, bahkan hingga ‘memaksa’ ingin terlibat membantu dengan cara apa saja.

Ketika kemarin diberitakan detikcom, bahwa nenek berusia 71 tahun ini merupakan salah satu korban First Travel padahal sudah menabung bertahun-tahun dari usahanya menjual telur puyuh di Pariaman, semalam Ponco mengirimkan tautan berita itu ke grup Umrah Leadership Series (ULS). Di bawah tautan itu ia menulis sebuah kalimat pendek yang sederhana, “Kita berangkatkan, yuk?”

Dalam waktu singkat, di grup yang hanya diisi empat orang itu, Saya, Ponco, Arih, dan Eko, tiba-tiba terjadi sebuah keputusan yang spontan. Entah apa yang mendorong kami semua untuk memasukkan nama Nenek Martini ke dalam program umrah November yang memang sedang kami persiapkan di ULS. “Kita urunan!” Ujar Arih. “Berangkat!” Sahut saya. Masalahnya, kami tak tahu di mana alamat Nenek Martini dan kemana harus mengontaknya?

Pagi harinya, saya berinisatif mengunggah percakapan kami itu ke Facebook dan meminta bantuan warganet untuk mencarikan alamat dan kontaknya. Saya cantumkan nomor telepon Eko di posting itu, agar ketika alamat dan kontaknya ditemukan kami segera bisa menghubungi Nenek Martini.

Tak dinyana, dengan kekuatan media sosial, dalam hitungan menit saja, kami sudah mendapatkan alamat dan kontak Nenek Martini dari seorang follower Facebook saya. Ternyata posting tersebut menjadi viral di Facebook dan Instagram. Setelah dapat kontaknya, saya segera meminta Eko untuk menghubungi Nenek Martini.

Dan pesan itu pun datang Eko: “Ibu Martini sudah saya hubungi dan beliau menangis haru serta mengucapkan syukur Alhamdulillah. Saya siapkan perlengkapannya dulu serta tiketnya.”

Membaca pesan itu, tangan saya bergetar. Mata saya berkaca-kaca. Luar biasa rasanya bisa menjadi perantara bagi rejeki dari Allah yang diperuntukkan untuk hambaNya yang merindu baitullah. Tapi ternyata rencana Allah tak berhenti sampai di situ saja—

Tiba-tiba inbox media sosial saya dipenuhi pesan-pesan dari berbagai penjuru menawarkan bantuan, bahkan memaksa ingin mengirimkan sejumlah uang untuk nenek Martini. Ke handphone dan WhatsApp Eko yang nomornya saya bagikan di posting pagi tadi, pun banyak pesan masuk menawarkan bantua. Seorang teman bahkan mengontak khusus untuk membayar semua tiketnya full… Tapi saya katakan, tiket Nenek Martini sudah kami bayarkan. Dia kecewa dan tetap akan mengirimkan dana satu tiket itu untuk siapa saja yang membutuhkan—jika nanti ada kasus seperti nenek Martini.

Dalam waktu beberapa jam, sampai siang ini, entah sudah berapa banyak tawaran bantuan yang kami terima. Semua menyatakan kesiapan dan komitmennya. Semua ‘memaksa’ ingin terlibat dalam gerakan kebaikan ini.

Siang ini, saya Ponco, Arih, dan Eko kembali bertemu untuk rapat. Kami tak berhenti bersyukur karena bisa menjadi perantara bagi jalan rejeki semacam ini. Mungkin di luar sana banyak sekali yang punya kemampuan lebih dari kami, tetapi kami bersyukur bahwa kami berada dalam sebuah konteks dan momentum yang tepat serta mendukung. Mungkin ini rencana Allah mempertemukan kami dan bersama membangun Umrah Leadership Series​, travel umrah berbasis training yang kami kelola dan miliki bersama.

Rasanya bukan kebetulan juga jika November dan Desember ini kami memang sedang menyiapkan tiga kloter keberangkatan dengan seluruh tiket pesawatnya sudah kami booking. Sehingga, saat kami berniat membantu Nenek Martini, pun kami sudah bisa membayangkan kapan waktu berangkat dan bagaimana pelaksanaannya.

“Indah ya kalau kita bisa bantu lebih banyak orang lagi?” Ujar Arih, “Berkah banget kalau ULS bisa jadi perantara untuk bantu orang-orang yang sedang dalam kesulitan untuk bisa mewujudkan impian mereka bersujud di baitullah.”

Dan inilah yang membuat kami tak berhenti bersyukur dan takjub pada rencana Allah. Siang ini entah bagaimana kami sudah punya setidaknya 3 (tiga) tiket umrah yang kami peroleh dari para donatur yang begitu ingin membantu orang-orang seperti Nenek Martini… Tapi, di mana kami bisa menemukan para jamaah yang sangat perlu dibantu seperti nenek Martini ini? Mungkin teman-teman bisa membantu kami.

“Saya jadi terpikir membuat gerakan umrah gratis,” ujar saya pada teman-teman, “Teknisnya nanti kita bisa pikirkan, mungkin kita ikutkan ke setiap rombongan umrah yang kita berangkatkan. Atau malah bisa berangkat khusus. Mungkin kita bisa buat sebuah website, lalu orang bisa menominasikan siapa calon jamaah yang perlu dibantu melalui website itu. Lalu kita bentuk semacam tim yang akan membantu kita memilihkan jamaah-jamaah mana yang akan diberangkatkan sesuai prioritas?”

“Bantuannya apa saja?” Tanya Ponco.

“Apa saja. Tak perlu uang. Siapapun bisa membantu dengan cara apa saja untuk bisa menolong orang pergi ke baitullah. Bisa uang, memang. Tapi bisa juga tenaga, misalnya mengantar mengurus paspor, mengantar vaksin meningitis, dan lainnya. Bisa sediakan mobilnya, nyetirin, atau apa saja. Bahkan kalau ada jamaah yang dari luar jakarta bisa juga dibantu penjemputan dari bandara, menawarkan rumahnya untuk menginap, dan lainnya. Bentuannya bisa apa saja dalam gerakan ini.” Jawab saya.

“Pada tertarik nggak ya?” Tanya Eko.

Saya tak tahu. Tapi entah mengapa saya perlu menuliskan semua ini. Pertama, sebagai bentuk rasa syukur. Kedua, sebagai ucapan terima kasih dan rasa bahagia karena ternyata saya dikelilingi orang-orang luar biasa seperti Anda semua.

Betapa indah jika kita bisa terus bahu membahu dan saling menolong untuk kebaikan. Apapun bentuknya. Bagaimanapun caranya.

Sebagaian orang mungkin menggerakkan dunia ini dengan niat buruknya masing-masing, dengan ego dan kerakusannya masing-masing. Mungkin ada kalanya mereka ‘menang’ dan menguasai permainan… Namun jika kita yang bisa melakukan kebaikan-kebaikan kecil bersatu dan saling membantu. Saya yakin kita bisa mengalahkan yang buruk-buruk itu.

Ayo bantu kami apa saja. Kita buat gerakan ini. Kami perlu Anda. Siapapun Anda. Apapun dan sekecil apapun yang bisa kita kolaborasikan bersama di jalan ini.

Labbaik!

Salam baik,

FAHD PAHDEPIE

*PS: Belakangan, kami mendapatkan banyak pesan yang menyatakan bahwa ada pihak-pihak lain yang sudah membantu Nenek Martini juga, jadi dikhawatirkan tumpang tindih atau double-double. Misalnya pesan yang mengatakan bahwa Nenek Martini sudah lebih dulu dibantu oleh Bapak David Tobing, Bapak Dony Oskaria atau pihak lain. Bagi kami, siapa saja yang bisa membantu… Kami tidak sedang berkompetisi siapa yang harus membantu, kok. :)

Apa yang sudah ada di kami pertama-tama tetap akan diprioritaskan untuk Nenek Martini dulu, sebagaimana komunikasi yang sudah kami bangun dengan beliau, juga ketersediaan tiket yang lain juga akan sampaikan bagi mereka yang membutuhkan. Jika nanti Nenek Martini memutuskan hal lain, kami akan lakukan sebaik mungkin.

Silakan teman-teman memberikan informasi kepada kami jika ada pihak seperti Ibu Martini yang perlu dibantu.

Untuk update dari kami, silakan hubungi Eko (+628111362525). Mas Eko juga merupakan narahubung kami untuk Gerakan Umrah Gratis ini.

#GerakanUmrahGratis

  • view 75