Nasihat Pernikahan yang Mungkin Belum Kau Tahu

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Inspiratif
dipublikasikan 14 Juli 2017
Nasihat Pernikahan yang Mungkin Belum Kau Tahu

Argo, besok kau akan menikah. Pertama-tama, aku ucapkan selamat. Namun, sebagai laki-laki yang sudah menikah lebih dulu, hampir delapan tahun yang lalu, aku merasa harus memberi tahumu kabar penting ini: Sayangnya, seperti kebanyakan laki-laki, seperti aku, suatu hari mungkin saja kau akan diminta istrimu untuk tidur di sofa atau bahkan tak dibukakan pintu sama sekali! Bersiaplah untuk itu.

Melalui surat ini, aku akan berbagi beberapa strategi. Bacalah surat ini pelan-pelan, agar kau memahaminya dengan baik. Aku sengaja menuliskannya, tak menyampaikannya langsung secara lisan, agar ketika nanti kau lupa beberapa strategi ini… Kau bisa membacanya lagi kapan saja.

Pertama, soal tempat tinggal. Setelah menikah nanti, kau harus segera berpikir tentang rumah! Boleh sih tinggal dulu di rumah orangtuamu atau di rumah mertua, tapi jangan lama-lama! Jangan sampai terjadi nanti kau disuruh tidur di sofa oleh istrimu dan itu terjadi di rumah orangtua atau mertuamu. Apalagi kalau kau tinggal di rumah mertuamu, kamu nggak bisa berbuat banyak saat nggak dibukain pintu—bahkan untuk memberi sedikit pembelaan… Eh, penjelasan.

Jika karenanya kau perlu berdebat dengan istrimu, tentu dengan mengencangkan suara, segalanya akan lebih buruk kalau di sekitarmu ada orang lain meskipun itu orangtuamu atau orangtua istrimu. Jika kalian berdebat di depan orangtuamu, meski pertengkaran dalam rumah tangga itu biasa, mau menjelaskan apa nanti kepada orangtuamu tentang istrimu? Toh kamu juga nggak mau kehilangan harga diri dan citra baik di depan mertuamu, kan? Begitu juga istrimu.

Maka, segeralah cari rumah tinggal sendiri. Jika belum sanggup membelinya, tak apa-apa mengontrak dulu. Tak usah cari yang mahal-mahal, tak usah cari yang terlalu mewah, karena nanti kamu akan tahu bahwa lebih penting punya teras yang nyaman daripada punya halaman yang luas! Carilah rumah yang ada terasnya… Nanti, simpan beberapa tanaman yang cukup tinggi di sana. Jika suatu hari kamu tak dibukakan pintu, kamu bisa duduk sedikit lebih nyaman di teras rumah itu—disamarkan beberapa tanaman agar tak ketahuan tetangga. Di sana, renungkanlah kesalahanmu dan cari cara terbaik untuk meminta maaf. 

Jangan lupa juga menyimpan kunci cadangan yang bisa kau simpan di dompet atau di jok motor atau di dashboard mobilmu. Itu penting untuk jaga-jaga. Aku tidak menyarankan kau memaksa masuk saat istrimu tak membukakan pintu… Tidak. Tapi, kalau kau punya kunci cadangan, kau bisa berbuat sesuatu jika istrimu menjerit dari dalam karena sesuatu yang kita tak tahu dan mungkin saja terjadi. Mungkin kecoa. Atau hantu?

Ha! Ini strategi berikutnya: Bacalah banyak buku cerita tentang hantu atau hal-hal menyeramkan lainnya. Tontonlah film horor sebanyak-banyaknya. Kemudian cari cara agar kamu dan istrimu punya waktu untuk sering ngobrol, selipkan cerita-cerita seram di sana… Ini penting untuk selalu punya waktu berbagi cerita dengan istrimu, ceritakan banyak kisah menyeramkan kepadanya dan buatlah citra betapa kamu pemberani dan siap menjaga istrimu kapan saja, di mana saja. Meski sebenarnya kamu takut, penting untuk membuat istrimu yakin bahwa kamu bukan penakut! Salah satu tugas seorang suami adalah memberi ketenangan kepada istrinya, kan? Termasuk soal ini.

Mudah-mudahan cerita-cerita seram itu bekerja di benak dan bayangan istrimu saat ia menguncimu dari dalam rumah nanti. Mudah-mudahan ia tak tahan untuk membiarkanmu di luar sampai pagi… Maka tersenyumlah ketika kau mendengar suara kunci pintu dibuka. Segeralah bangkit dan masuk perlahan. Meski istrimu akan segera masuk kamar dan mengunci pintu kamar, setidaknya kau tidak tidur di luar!

Tak usah banyak bicara. Itu artinya kau diminta tidur di sofa. Juga tak usah ge-er, istrimu membiarkanmu masuk rumah bukan berarti ia memaafkan kesalahanmu karena pulang terlambat atau tak mengabari kalau kau harus lembur… Istrimu membiarkanmu masuk rumah karena dia takut sendirian di dalam rumah. Itu saja.

Ia ingin merasa kamu juga berada di sekelilingnya. Maka, meski harus tidur di sofa, buatlah beberapa suara yang bisa menenangkan istrimu bahwa kamu ada di dalam rumah juga: Mungkin berdehem, menyalakan TV dengan suara pelan, menyenggolkan gelas ke dispenser, atau semacamnya. Itu akan cukup membuat istrimu tenang di dalam kamar—ketahuilah, ia belum tidur! Ia akan susah tidur tanpamu di sampingnya.

Argo, di titik ini, jika kau sudah menyadari bahwa kemungkinan tidur di sofa memiliki peluang besar untuk terjadi dalam hidupmu nanti, maka carilah sofa yang nyaman saat kau hendak membelinya.

Nanti kau akan tahu bahwa hal paling sulit di dunia ini adalah memutuskan untuk membeli sofa yang cocok! Saat kamu dan istrimu hendak membeli sofa, kamu akan tahu betapa sulit membuat keputusan tentangnya. Mungkin kamu bisa pergi ke beberapa toko dan mencoba beberapa sofa, tapi tak kunjung mendapatkan yang pas di hati. Kalau ada yang nyaman, bentuknya kurang bagus. Kalau ada yang bagus, agak kurang nyaman diduduki atau dipakai tiduran. Kalau ada yang bagus sekaligus nyaman, harganya terlalu mahal!

Saranku, jika kalian sampai pada dilema membeli yang bagus atau yang nyaman tentang sofa di rumah: Pilihlah yang nyaman. Kenapa? Karena kamu nanti yang akan lebih banyak berkepentingan dengan sofa itu… Kamu yang akan dikirim istrimu untuk tidur di sofa, jarang terjadi sebaliknya.

***

Argo, mungkin kau bertanya-tanya mengapa semua strategi ini penting? Padahal bukankah kalian bisa bertangkar saja? Bukankah kau bisa membentaknya saja saat istrimu menguncimu dari dalam rumah? Bukankah kau bisa menggedor-gedor pintu dan memaksa atau mengancam istrimu agar membukanya. Toh, mungkin kamu nggak salah. Mungkin kamu pulang terlambat dengan alasan yang sebenarnya bisa dipertanggungjawabkan—sementara handphone dalam kondisi kehabisan daya.

Aku tak ingin kau melakukan itu. Keindahan menjadi seorang suami adalah saat memberi istrimu waktu untuk marah… Kau akan melihat betapa ia sayang dan cinta kepadamu. Salah satu kenikmatan dunia bagi seorang suami adalah saat kita punya waktu untuk merenungkan kesalahan kita, mencari 1001 cara untuk meminta maaf dan merayunya, dengan pengetahuan bahwa istri kita tak bisa tidur di dalam saking sebalnya pada kita… Kelak kau akan tahu betapa indahnya senyum istrimu saat semua drama semacam ini berakhir dengan indah. Nikmatilah semuanya.

Jika istrimu menguncimu dari dari dalam rumah atau memintamu agar tidur di sofa saja, nikmatilah semua itu dengan sebuah kesadaran bahwa kau bisa mengalah kepada istrimu karena kau tak mau membalas kemarahannya dengan kemarahanmu yang mungkin bisa menyakitinya. Rendahkanlah dirimu di hadapan istrimu karena itulah satu-satunya cara untuk membuat kehormatanmu tetap tinggi di hadapannya. Jangan keluarkan kata-kata yang mengandung kebencian kepadanya—apalagi menghardiknya. 

Argo, aku menceritakan semua ini bukan teori belaka. Aku menjalani semua ini sudah delapan tahun. Dengan rekor yang cukup baik di bidang dikunci di luar dan diminta tidur di sofa… Dalam pengalamanku, semua itu terjadi tak pernah sampai pagi. Istri kita tak setega itu membuat kita menderita. Karena sebenarnya ia hanya ingin mengungkapkan kekecewaan dan kekesalannya kepada kita… Ia ingin kita tahu betapa nelangsanya sendirian menunggu kita pulang—tetapi kita tak kunjung datang atau menghilang tanpa kabar. 

Maka kapanpun itu terjadi, kaulah yang harus lebih dahulu meminta maaf. Saat ia membuka pintu dan berdiri menatapmu dengan tatapan kesal, segeralah pegang tangannya. Tundukkan wajahmu dan katakan betapa menyesalnya dirimu. Minta maaflah dengan cara yang baik dan berjanjilah kau tak akan mengulanginya lagi (tentu jika tak ada kejadian tak terduga dan keadaan yang memaksa. Hehehe.)… Jelaskan semuanya baik-baik. Lalu, saat ia mengatakan, “Iya,” meski dengan nada yang masih ketus. Tataplah matanya dan berikan senyummu yang terbaik… Itulah cara satu-satunya untuk mengakhiri drama semacam ini.  

Argo, nasihat semacam ini mungkin berlum pernah kau dengar dari siapapun. Tetapi ini penting untuk kau ketahui. Bahwa cerita rumah tangga tak hanya tersusun dari yang manis-manis saja… Bahwa kisah pernikahan kalian akan indah dan sempurna justru karena ada kesalahan-kesalahan yang kalian buat, kebodohan-kebodohan yang tak bisa kalian hindari, kesalahpahaman-kesalahpahaman yang takterelakkan. Nikmati dan rayakanlah semuanya dengan dewasa. Selalu taburkan bubuk cinta di atas semuanya. Maka segalanya akan baik-baik saja.

Argo, besok kau akan menikah. Aku ingin mengucapkan selamat. Tetapi selamat itu baru setengahnya saja. Aku akan memberimu selamat secara penuh setelah kau melalui momen dikuci dari luar atau diminta istrimu tidur di sofa.

Jika semua itu sudah terjadi, segera ceritakan kepadaku keesokan harinya. Jika kau bisa menceritakan semuanya sambil tersenyum, aku akan memberimu ucapan selamatku sepenuhnya. Jika kau menceritakan semuanya dengan wajah yang murung, aku akan menukar ucapan selamatku dengan cara berbagi beberapa strategi lainnya yang mungkin belum kau tahu. Namun, jika kau menceritakan semuanya sambil tertawa, apalagi menertawakan istrimu, maka aku akan mencabut semuanya. Bahkan mungkin menamparmu!

Itu saja dariku, semoga kamu mengerti. Semua suami akan disetrap pada waktunya. 

  

Salam baik,

FAHD PAHDEPIE