Bersama, Luar Biasa

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 April 2017
Bersama, Luar Biasa

Kamis, 13 April 2017, adalah salah satu hari paling luar biasa dalam hidup saya. Duduk di kursi paling belakang, berkali-kali saya berusaha mencegah bulir-bulir bening agar tak meloloskan diri dari pelupuk mata saya. Sepanjang sesi training team building inspirasi.co siang itu, mata saya terus berkaca-kaca, namun saya berusaha menyembunyikannya setiap kali beberapa orang menengok ke arah saya.

Di depan saya, adik-adik saya, sudara-saudara saya, tim saya di inspirasi.co, sedang menceritakan mimpi-mimpi besar mereka—tentang hal-hal luar biasa yang ingin mereka capai dalam hidupnya, tentang impian-impian menakjubkan yang ingin mereka gambar ulang bersama-sama.

Saya mengatur napas ketika beberapa orang menceritakan impian-impian itu dengan suara bergetar, bahkan menangis. Saya merasa terberkati selama ini dikelilingi orang-orang baik, individu-individu terbaik di bidangnya masing-masing. Saya merasa bersyukur dan lega karena ternyata saya telah mengambil sebuah keputusan yang benar, sebuah keputusan paling gila dalam hidup saya untuk berhenti dari status dan dunia saya yang lama, lalu membangun sebuah rumah baru bernama inspirasi.co.

Selama ini, harus diakui kadang-kadang saya mempertanyakan apakah saya tidak mengambil keputusan yang salah dengan terjun ke dunia usaha dan merakit sebuah kapal bernama inspirasi.co? Bukankah dengan semua ini saya telah menggadaikan masa depan saya dan memperjudikan nasib istri dan anak-anak saya? Saat situasi sedang buruk atau tidak menentu, misalnya, sering saya melihat orang lain dengan rasa iri dan memelas, saya melihat teman-teman saya yang hidupnya telah aman dan mapan dengan jalan karir yang jelas: Bukankah saya juga bisa seperti mereka? Bukankah dulu saya juga seperti mereka bahkan lebih baik dari mereka? 

Namun, hari ini saya berjanji tak akan sedetikpun menyesal lagi. Sudah usai semuanya. Sudah selesai. Kini saya telah menancapkan batu nisan dan menabur bunga di kuburan rasa sesal saya karena telah meninggalkan semua kenyamanan dan kemapanan dalam hidup—untuk mengejar sebuah impian dan membangun sebuah menara yang setiap orang mencibir atau menertawakannya. Orang boleh ragu atau menyebut saya gila, tetapi saya berjanji mereka akan menyesal karena pernah mengatakannya dan tak punya pilihan lain untuk menarik kata-kata itu lagi.

Kini, saya tahu saya punya saudara-saudara yang luar biasa. Orang-orang yang di dadanya berkobar api semangat untuk siap terbakar demi mewujudkan impiannya masing-masing. Orang-orang yang bersedia menitipkan rasa percaya mereka kepada saya untuk memimpin mereka merakit sampan, membentangkan layar, mengayuh dayung, dan memperjudikan nasib mengarungi lautan luas dan ganas untuk mencapai pulau impian bersama-sama. Betapa berdosa saya jika menyia-nyiakan kerja keras mereka. Betapa bersalah saya jika tak bisa membantu mewujudkan impian mereka untuk sampai di pulau indah yang mereka bayangkan itu.

Sore itu, saya masih mendengarkan bagaimana setiap orang dalam tim saya menceritakan apa impian besar mereka di masa depan. Saya perhatikan satu per satu dan catat baik-baik dalam hati. Berkali-kali pikiran saya flashback pada momen-momen pertama saat saya berjumpa dengan mereka, saat-saat berjuang bersama mereka… Saya ingat hari ketika pertama kali saya membujuk mereka untuk bergabung, hari ketika saya menerima mereka bekerja, hari ketika saya membaca CV mereka dan mengatakan pada diri sendiri bahwa inilah orang yang selama ini saya cari-cari, hari-hari ketika kami merayakan keberhasilan bersama-sama, hari-hari ketika kenyataan menghantam kami dan membuat dunia agak mendung dan kenyataan terasa murung. Tak terasa kami sudah melewati semua itu bersama-sama. Betapa bodoh jika kami menyerah. 

Saya sendiri tak menceritakan impian apapun di ruangan itu. Karena memang tak perlu. Saya tahu, sangat tahu, bahwa cita-cita dan impian saya telah terangkum dalam cita-cita dan impian Mas Anick, Futih, Nita, Eny, Nunu, Argo, Rezky, Bayu, Diky, Reni, Azwar, Farid, Hana, Jojo, Yosep, Anna, Syarif, Ghilman, dan teman-teman lain. Saya berjanji pada diri sendiri akan berusaha sekuat tenaga dan melakukan yang terbaik yang saya bisa untuk bisa mewujudkan impian mereka… Karena saya tahu, saat saya membantu mereka mewujudkan impian-impian itu, saya juga telah bekerja untuk membangun menara saya sendiri.

Kelak, momen ini akan dikenang. Dan masing-masing kami akan tersenyum. Bisa saja di satu persimpangan kami berpisah satu sama lain, tetapi kami tahu kami pernah punya impian dan cita-cita bersama yang berusaha kami wujudkan dengan kerja keras bersama-sama, pikiran bersama, rasa memiliki dan tanggung jawab yang tak bisa digantikan apapun. Saat kami mengenang semua itu, kami tahu kami telah menempuh jalan indah kami masing-masing, ke puncak diri masing-masing.

Untuk adik-adikku dan suadara-saudaraku di inspirasi.co, terima kasih karena telah memberi saya hari-hari terbaik dalam hidup saya. Terima kasih karena telah menjadi bagian terbaik dalam hidup saya selama ini. Dan maafkan saya jika ada satu atau beberapa hal dari saya yang membuat kalian tak berkenan. Tetapi saya berjanji, saya akan melakukan apapun, saya akan memberikan semua yang terbaik dalam diri saya, melakukan semua hal yang bisa saya lakukan… Untuk impian kita bersama-sama.

Sometimes, I am a magician. People amaze watching my magic tricks. But in front of my men, my best men, maybe I’ve lost all of my magic tricks completely. Why? Because I’ve told them all the tricks that I know, because I let them to see what others don’t see, because I revealed all the secrets for them. When people watch me doing magic tricks from the front, they watch me from behind. I want them to be better magicians someday... Even if I should dissapear from the crowd.

 

Ciputat, 14 April 2017

FAHD PAHDEPIE


  • Umie Poerwanti
    Umie Poerwanti
    4 bulan yang lalu.
    Hal inilah yang membuat saya makin jatuh cinta padamu, Inspirasi.co

    Wadah yang mampu mengusik niatan hati saya tuk kembali memulai langkah awal, mengejar passion yang selama ini saya biarkan tersimpan rapat-rapat di dalam sana, agar tak menjadi sesal di hari tua karena tak berusaha mewujudkannya di saat saya masih bertenaga.

    Wadah yang berisikan kalian, orang-orang yang bisa menimbulkan iri hati di dalam sini, untuk bisa berbuat sesuatu dengan niatan yang sama, atas dasar keyakinan, atas dasar cinta, dan atas dasar penghargaan akan nilai diri yang kita miliki tanpa harus bersikap pongah.

    Saya yakin, Tuhan tak kan menulis jalan takdir hanya atas dasar kebetulan.
    Saya pasti ditakdirkan untuk bisa memuaskan dahaga jiwa, bersama kalian. _^

    I love you, inspirasi.co. Really dearly do ....

  • Arif Adi A
    Arif Adi A
    4 bulan yang lalu.
    fantastik