Angan Senja dan Senyum Pagi Bertemu Leonid Afremov

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 02 Februari 2017
Angan Senja dan Senyum Pagi Bertemu Leonid Afremov

Di sepanjang karir kepenulisan saya, barangkali proses menyiapkan novel terbaru saya “Angan Senja dan Senyum Pagi” ini adalah yang paling kompleks yang pernah saya kerjakan. Selain karena novel ini ditulis dengan cara dan pendekatan baru saya dalam bercerita, penulisan novel ini juga yang paling menguras tenaga dan emosi. Namun, yang lebih seru adalah proses pracetaknya—

Novel ini sudah ganti cover sebanyak dua kali. Pertama, saya memposting rancangan sampul yang dibuat Rizqa, sebuah desain sederhana berwarna kuning yang dipenuhi rumus-rumus matematika di atasnya. Lalu di bawahnya diletakkan piano. Judul Angan Senja dan Senyum Pagi dibuat seperti tulisan tangan dengan simbol infinity besar di tangahnya (∞).

Sejak pertama dirilis versi cover ini, sudah banyak yang suka. Tapi, penerbit masih keberatan dengan desain ini yang dianggap terlalu simbolik. “Pembaca awam akan sulit menangkap apa ceritanya,” kata mereka. Setelah berpikir, saya merasakan hal yang sama. Tetapi, saya sudah kadung suka dengan desain sampul karya Rizqa. Agar lebih yakin, kami akhirnya membuat polling.

Calon pembaca diberi tiga pilihan. Pilihan pertama desain Rizqa tadi yang berwarna kuning. Pilihan kedua desain yang sama tetapi dengan warna biru. Pilihan ketiga, desain yang sama sekali berbeda: Gabungan langit senja dan langit pagi yang saling membelakangi. Di luar dugaan, pemenang polling ternyata sampul nomor tiga!

Kami rapat sekali lagi. Namun, sayangnya kami tak bisa memilih sampul ketiga karena sudah banyak buku lain yang menggunakan sampul semacam itu—termasuk buku laris yang baru beberapa bulan belakangan diterbitkan. Karena membaca komentar positif kepada pilihan pertama, akhirnya kami ‘terkuatkan’ untuk memutuskan yang pertama menjadi sampulnya.

***

Ketika akan naik cetak, pertanyaan tentang “tidakkah cover ini terlalu berat?” sekali lagi menghantui kami. Tapi yang paling masuk akal waktu itu adalah komentar HB Naveen mengenai cover ini. “Covernya bagus, tapi berat.” Katanya, “Lagipula, seharusnya cover mewakili bukunya secara visual. Gambar seharusnya mewakili seribu kata. Untuk cover ini, saya merasa cerita di dalamnya jauh lebih indah dari covernya.” Kemudian kami berdiskusi dan berdebat lagi.

Hasil akhirnya? Kami memutuskan untuk mengganti covernya. Agar buku ini lebih powerful, tentu saja. Maka, dicarilah beberapa ilustrator dan desainer untuk mengerjakannya. Kami beri mereka waktu satu minggu untuk menyelesaikannya. 

Lebih dari satu minggu berlalu sejak kejadian itu, tibalah saatnya kami memilih cover yang baru. Semua dari kami, termasuk saya, Deden Ridwan, dan HB Naveen, sepakat untuk memilih cover dengan nuansa hujan dengan tampilan visual yang mengagumkan. Dipilihlah cover ini:

 Saya pun posting ke berbagai media sosial, termasuk Facebook dan Instagram saya. Ternyata, ada beberapa orang yang mengenali gambar di cover itu. Kata mereka, lukisan di sampul itu mirip lukisan milik Leonid Afremov berjudul Rainy Night. Ketika membaca komentar itu, saya langsung konfirmasi ke pihak penerbit. Kemudian penerbit langsung mengkonfirmasi ke ilustratornya. Katanya, itu hanya terinspirasi saja.

Saya pun lega dan mengatakan kepada yang komentar tadi bahwa kesamaan itu hanya kebetulan saja. Kebetulan ilustratornya terinspirasi. Namun, ternyata ada beberapa komentar lain yang masuk dan mengatakan hal yang sama—menanyakan apakah lukisan di sampul itu milik Leonid Afremov? Saya jadi penasaran dan mulai browsing di Google.

***

Keesokan harinya, hari di mana seharusnya buku ini naik cetak. Sekitar seminggu yang lalu. Kami pun bertemu lagi. Betapa terkejutnya kami ketika mengetahui bahwa gambar di sampul buku itu memang benar lukisan milik Leonid Afremov! Setelah dilacak, ternyata si ilustrator tidak sekadar terinspirasi tetapi benar-benar mengambil bagian lukisan itu untuk dimodifikasi. Bahaya! Ah saya harus meminta maaf segera kepada para pembaca juga. 

Di sana, saya dan pihak penerbit merasa kecewa. Buku yang seharusnya tinggal cetak, kini harus bermasalah lagi di cover. Di satu sisi kami tak bisa mencetak buku dengan sampul ini karena jelas merupakan pencurian yang melanggar hukum. Malu juga tentunya. Di sisi lain, cover itu sudah terlanjur diumumkan kepada para calon pembaca yang hampir semua dari mereka menyukainya! Ah PR lagi harus mengumumkan penggantian covernya. Dan kalau memang harus diganti, yang ketiga harus lebih WOW dari ini. 

Kamipun berpikir keras. Semua opsi dikeluarkan: Apakah kami mau membuat versi foto dengan melibatkan fotografer dan model yang bagus untuk bisa mengejar kesan visual di cover sebelumnya? Atau kami mencari ilustrator lain yang bisa menyamai atau bahkan membuat yang lebih bagus dari lukisan Afremov? Semua opsi itu rasanya berat. Bukan hanya akan lama dari segi waktu tetapi juga akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Saya pun iseng mengirimkan e-mail kepada Leonid Afremov berisi mungkinkah kami bekerjasama? Mungkinkah sampul buku saya mendapatkan lukisan miliknya yang mewakili cerita secara visual?

Kami pun pulang ke rumah masing-masing seperti pejuang yang kalah perang. Sementara hari sudah mulai larut. 

***

Ah, rupanya, Tuhan sedang membuat sebuah rencana indah. Sesuatu yang saya kira musibah ternyata merupakan berkah yang luar biasa. Tak disangka, pagi-pagi sekali saya mendapatkan e-mail balasan dari Boris Afremof yang mewakili Leonid Afremov. Katanya, “Tak menutup kemungkinan! Leonid akan sangat senang jika lukisannya bisa dikolaborasikan dengan sebuah buku.”

Saya hampir melonjak ketika mendapatkan pesan itu. Tak lama, sayapun segera berkomunikasi dengan teman-teman penerbit. Setelah melakukan serangkaian negosiasi, akhirnya: Deal! Lukisan Leonid Afremof, maksud saya Leonid Afremov yang asli, akan mengisi ilustrasi di sampul Angan Senja dan Senyum Pagi!

Bagi saya, ini luar biasa! Barangkali ini akan jadi novel Indonesia pertama yang sampulnya diisi oleh karya seorang pelukis impresionisme moderen terkemuka dunia asal Amerika Serikat itu: Leonid Afremov! Officially!

Besok, bukunya akan naik cetak. Saya baru akan posting seperti apa cover bukunya nanti setelah benar-benar naik cetak saja! Biar nggak berubah lagi. Hehehe. Tapi, yang jelas, covernya lebih memukai dari versi pertama, kedua, maupun ketiga.

Penasaran? Tunggu besok. Dan jangan lupa tunggu masa PO-nya yang akan mulai saya buka hari Sabtu! 

 

Salam baik,

Fahd Pahdepie