Prolog

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Lainnya
dipublikasikan 08 Agustus 2016
Rahim: Semesta Sebelum Dunia

Rahim: Semesta Sebelum Dunia


Novel ini pernah diterbitkan oleh GoodFaith (2009), juga pernah diterbitkan dengan judul 'Semesta Sebelum Dunia' (NouraBooks, 2013). Cover: Ragillia Rachmayuni Ilustrasi: Adrianne Yuanita

Kategori Fiksi Umum

27.1 K Hak Cipta Terlindungi
Prolog

Kisah yang akan aku ceritakan ini adalah semua hal yang pernah aku alami dalam perjalanan hidup sebagai seorang manusia; setidaknya begitulah yang dikatakan Dakka.

Dakka Madakka, seorang pria misterius berkulit gelap dengan postur yang agak pendek, yang ketika aku bertemu dengannya ia mengenakan pakaian yang agak aneh dengan manik-manik berwarna menyala di dadanya, dan ada tulisan AR (katanya, itu singkatan dari Alam Rahim) di dada kirinya, dan berjalan tergesa-gesa dengan kaki kanan yang agak pincang. Lebih aneh lagi, dia memperkenalkan dirinya sebagai seorang ’Pengabar Berita dari Alam Rahim’. Profesi aneh yang baru pertama kali kudengar.

Ketika pertama kali berkenalan dengan Dakka, dan saat dia mulai bercerita ini-itu, sejujurnya aku tak terlalu mendengarkan dan menanggapinya. Bahkan, sejujurnya, pada mulanya aku menganggapnya gila. Hingga pada suatu hari, setelah dia selalu mendatangiku pada waktu-waktu yang tak terduga, aku mulai menemukan hal-hal hebat dari cerita-ceritanya. Dengan perasaan yang tak bisa dijelaskan, aku mulai menaruh rasa percaya dan mulai mendengarkan semuanya.

Buku ini merupakan dokumentasi dari hampir segala hal yang Dakka ceritakan padaku. Sebuah kisah sederhana yang pada saatnya memiliki arti penting bagi hidupku. Kisah yang dalam cara dan tingkatan yang sangat misterius mampu mengubah cara pandangku tentang diriku sendiri, kehidupan, dan semesta tempat aku berada.

Aku sengaja menuliskannya dengan gaya dan bahasa yang sedemikian rupa kurekonstruksi dari segala yang pernah kudengar dan mampu kuingat dari sosok Dakka. Sejauh yang aku bisa, aku juga ingin menghadirkan sosok Dakka langsung di hadapan kalian—seolah-olah ada dia yang sedang bercerita secara langsung.

Setiap bagian dari buku ini sengaja kutulis tidak terlalu panjang, agar pada saat membacanya kalian bisa sangat dengan santai menikmatinya. Dan sejujurnya, aku juga berharap buku ini kelak kalau diterbitkan dan dijual di toko-toko buku jadinya tidak terlalu tebal dan harganya tidak terlalu mahal. Toh , aku hanya ingin kalian membacanya. Dan kalau kalian menyukainya, aku berharap kalian akan meminta orang-orang terdekat—yang kalian sayangi—agar turut membacanya.

Terima kasih dan selamat membaca.


  • Fadhillah Ummul
    Fadhillah Ummul
    11 bulan yang lalu.
    Assalamualaikum Bang Fahd... saya mau bertanya apakah ada tempat rekomendasi untuk membeli buku 'Menatap punngung Muhammad' atau 'Seribu Malam Untuk Muhammad'... berhubung buku terbitan lama saya agak sulit mencarinya di makassar maupun online.. apakah ada rekomendasi dari Bang Fahd.. Mohon Bantuannya.... saya ingin sekali membacanya....