Bagaimana Kalau #Jodoh Di-film-kan?

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 29 Januari 2016
Bagaimana Kalau #Jodoh Di-film-kan?

JODOH

A Novel by FAHD PAHDEPIE

?

Apa itu jodoh?

Sena sudah jatuh cinta kepada Keara sejak hari pertama masuk SD. Ia tumbuh sebagai anak laki-laki melankolis yang keliru menafsirkan sebuah adegan film India yang ditontonnya. Sejak saat itu, ia percaya bahwa Keara adalah jodohnya. Meski gadis kecil itu mengidap penyakit langka yang kian hari terus mengurangi kemampuan motoriknya. Sayangnya, Keara tak punya perasaan yang sama. Cinta Sena bertepuk sebelah tangan. Tapi ia tak mau menyerah. Jika cinta tak didapatkannya di SD, pikir Sena, ia akan mengejar Keara hingga ke SMP, SMA, bahkan kuliah.

Di luar dugaan, setelah lulus SD, Keara ternyata melanjutkan sekolah ke pesantren. Untuk mengejar jodohnya itu, Sena pun meminta orangtuanya untuk mengirimnya ke pesantren. Di sanalah kisah cinta mereka berdua bermula. Sena dan Keara menjadi sepasang kekasih a la pesantren yang terjebak di antara keinginan-keinginan khas remaja yang kasmaran dan niliai-nilai agama yang membatasi mereka. Tak kuasa diombang-ambing oleh dilema cinta semacam itu, Sena dan Keara akhirnya melakukan sesuatu yang dilarang di pondok! Tak ayal lagi, mereka mendapatkan hukuman berat.?

Bagi Sena, semua itu lebih berat lagi kerana membuatnya dan Keara tak bisa bersama-sama seperti semula. Penyakit yang diderita Keara semakin parah, bahkan terancam lumpuh, sehingga orangtuanya memutuskan untuk ?menarik? Keara dari pesantren. Hari-hari berikutnya di pondok dijalani Sena dengan kesedihan, bukan hanya karena ia telah kehilangan Keara tapi juga karena ia dianggap telah ?berdosa? oleh teman-teman dan guru-gurunya.

Sebagai santri yang dihantui perasaan ?berdosa? itu, meski tak bisa membendung rasa cinta di hatinya, Sena memutuskan untuk menghilang. Ia melanjutkan kuliah ke kota yang jauh. Meninggalkan Keara dalam pertanyaan dan ketidakjelasan hubungan mereka bedua. ?Aku hanya akan kembali untuk menghalalkan cintaku pada Keara,? batin Sena. Sebelum kepergiannya, Sena hanya meninggalkan sebundel naskah calon bukunya untuk Keara, ?Semoga semua ini menemanimu. Semoga semua ini menceritakan betapa aku mencintaimu. Semoga cinta sejati bisa menunggu,? katanya.

Hampir lima tahun menghilang tanpa kabar sama sekali, Sena akhirnya menemui Keara lagi. Sena masih lelaki yang sama dengan cintanya untuk Keara, ia masih meyakini Keara adalah jodohnya. Tapi dunia sudah berubah. Kondisi kesehatan dan fisik Keara telah berubah drastis, ia hampir lumpuh dan diprediksi dokter tak akan hidup lama lagi. Pertemuan kembali mereka menguji keyakinan Sena, tentu saja, juga menguji seberapa besar cinta yang mereka berdua miliki. ?Meski begitu besar cinta di antara kita, apakah kita berjodoh?? Tanya Keara.

Bisakah Sena membuktikan cintanya pada Keara? Apakah Sena akan menerima Keara apa adanya? Bagaimana akhir kisah cinta mereka berdua?yang klasik, klise, tetapi tak bisa ditolak?

Apakah mereka berjodoh?


  • NUR RACHMAH WAHIDAH
    NUR RACHMAH WAHIDAH
    1 tahun yang lalu.
    Setuju bang fahd jika di filmkan

  • Anita Sofyan
    Anita Sofyan
    1 tahun yang lalu.
    Khusus untuk novelmu bang, aku lebih suka bila tidak difilm-kan. Karena cintaku yang teramat padanya, kurasa aku tidak ingin imajinasi awalku tentang novelmu jadi terbayangi oleh filmnya nanti bang. Terima Kasih untuk jodoh. Dan terima kasih bila kau ikut menghargai pendapatku bang :') x

  • Chan Charogho
    Chan Charogho
    1 tahun yang lalu.
    Selalu salut dgn karya bang fahd, sya dukung utk difilmkan, pasti keren

  • Shafiyyah Ulfah
    Shafiyyah Ulfah
    1 tahun yang lalu.
    Sepanjang maksud dan pencitraan kisahnya tidak berubah... kenapa tidak.

  • Rezzphoria Indonesia
    Rezzphoria Indonesia
    1 tahun yang lalu.
    setuju Keren Novelnya, baru kali ini saya baca novel 3 jam langsung selesai,