Tempat Ngeblog dan Berkarya Paling Nyaman? (Bagian 1)

Tempat Ngeblog dan Berkarya Paling Nyaman? (Bagian 1)

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Lainnya
dipublikasikan 26 Mei 2016
Tempat Ngeblog dan Berkarya Paling Nyaman? (Bagian 1)

Saya sudah ngeblog sejak SMP, sekitar tahun 2000. Waktu itu di Blogdrive. Saya menuliskan apa saja di blog saya: Puisi, cerpen, artikel, sampai curhat pribadi. Saya ingin karya-karya saya dibaca banyak orang.

Meskipun semangat menulis saya tinggi, tetapi ngeblog ternyata nggak gampang. Banyak kemampuan teknis yang harus saya pelajari. Mulai dari cara posting, memasang gambar, sampai ‘menghias’ halaman blog saya. Lambat laun keasyikan nge-blog membuat saya hilang fokus. Saya justru jarang memposting karya ke sana, lebih sering mengganti tampilan blognya, memasang plug-ins atau widget yang aneh-aneh, dan lainnya.

Ketika platform Blogger muncul, saya pindah ke Blogger. Segalanya lebih mudah di Blogger. Saya bisa memodifikasi tampilan blog dan memasang widget dengan mudah di blog saya yang baru, namanya fahdism.blogspot.com (fahdisme.tk). Waktu itu kelas 1 SMA, sekitar tahun 2002-2003. Saya mulai fokus lagi menulis dan memajang karya-karya saya di sana.

Sayangnya, ternyata memperkenalkan karya kita kepada banyak orang itu sulit. Meskipun kita punya blog (yang tampilannya bagus) dan rajin memposting karya kita di sana, masalah berikutnya adalah blog kita tidak diketahui banyak orang. Kita harus sering melakukan kunjungan ke blog milik orang lain, berdiskusi di sana, lalu mengajak mereka datang ke blog kita—syukur-syukur mereka mau follow blog kita. Sekitar satu atau dua tahun ngeblog di sana, saya merasa blog saya stagnan… Sedikit sekali orang yang berkunjung dan membaca karya saya. Di sana, saya mulai putus asa.

Sekitar tahun 2004-2005, saya beralih ke Wordpress. Alasannya sederhana, konon di Wordpress lebih ramai dan lebih seru. Saya mulai tertarik dan membuat sebuah blog di platform tersebut. Tapi ternyata saya kurang menikmatinya. Saya sudah terlanjur jadi seoang Blogger dan rasanya canggung untuk main Wordpress yang waktu itu sangat kaku. Saya memutuskan kembali lagi ke Blogger…

Tahun 2005, saya mulai membuat blog fahdisme.com dengan basis Blogger. Saya memposting karya-karya saya di sana dan mulai menemukan pembaca. Mulai banyak yang mengunjungi blog saya dan membaca tulisan-tulisan saya. Sialnya, di tengah keasyikan itu, sekitar tahun 2006, saya melakukan kesalahan fatal yang tak bisa ditolelir Google. Blog saya di-banned dan tak bisa dibuka. Saya sudah mencoba berbagai cara, tetapi saya tak bisa mengembalikan blog saya.

Terpaksa saya harus membuat lagi blog baru. Di sanalah lahir www.ruangtengah.co.nr. Blog baru yang masing menggunakan platform Blogger atau blogspot dengan domain gratisan (.co.nr). Saya menggunakan blog itu sekitar dua tahun. Banyak karya-karya saya diposting di sana. Dan di antara karya-karya tersebut, beberapa berubah menjadi buku.

Sekitar tahun 2008, datanglah era sosial media. Setelah mencoba-coba menyebarkan karya di Friendster dan Multiply, memang tak ada yang lebih nyaman dari Facebook (terbutkti sampai sekarang Facebook menjadi platform media sosial nomor satu di dunia). Sejak saat itu, pelan-pelan saya mulai meninggalkan dunia blog dan beralih ke media sosial.

Namun, bagaimanapun, saya tetaplah seorang blogger. Meskipun berkarya di media sosial, pendekatan saya tetap seperti seorang blogger. Saya merasa lebih nyaman ngeblog (post an article, let people comment, and then discuss)… Saya merasa tumbuh sebagai penulis yang ngeblog dan dunia blog (sebuah platform yang memungkinkan kita punya sebuah halaman pribadi yang bebas kita kelola) telah membuat saya menjadi penulis seperti sekarang. 

Media sosial memang memiliki kelebihan lainnya yang tak dimiliki blog. Lingkungan yang membuat kita bisa berjejaring dengan orang lain. Di media sosial kita saling terhubung dengan orang lain berdasarkan minat tertentu dan karenanya mudah bagi kita untuk menyebarkan karya-karya kita dan mengajak sebanyak mungkin orang mengapresiasi karya kita. Ah, seandainya ada platform blogging yang seperti media sosial… Aha! 

Tumblr.com dan Medium.com adalah platform blogging yang mengadopsi environment media sosial. Maka saya mulai main Tumblr dengan domain www.fahdpahdepie.com. Selama main Tumblr dan Medium, saya mendapatkan semua kenyamanan ngeblog dan kenyamanan berselancar di media sosial. Tapi satu hal yang tidak saya dapatkan: Komunitas. Menurut saya di sana tidak ada orang-orang setipe yang bisa mengapresiasi karya-karya kita agar kita bisa menjadi seorang kreator yang lebih baik.

Nah, dengan latar belakang dan pengalaman itulah saya mulai menggagas untuk membuat platform blogging dan social network yang lebih unik. Dibuatlah inspirasi.co. Konsep dasar inspirasi.co adalah tempat berkarya yang memberikan banyak kemudahan untuk bukan hanya menampilkan karya-karya terbaik, tetapi sekaligus memberi penggunanya lingkungan terbaik agar mereka bisa berjejaring dengan kreator-kretaor lain. Dengan bergitu, mereka akan menjadi kreator yang tumbuh… Dan terus memberi nilai tambah terhadap karyanya.

Di inspirasi.co, mereka juga bisa berkolaborasi satu sama lain. Kedepan, saya ingin inspirasi.co juga menjadi hub yang menghubungkan para kreator dengan industri. Agar karya-karya penggunanya memiliki peluang diakses lebih banyak orang… Sistem dan platformnya sedang kami kembangkan.

Inspirasi.co terus berjuang dan berbenah menjadi tempat ngeblog paling asyik dan paling nyaman untuk berkarya. Di inspirasi.co kami ingin merayakan kreativitas! 

Tak disangka, dalam waktu lima bulan sejak diluncurkan, inspirasi.co terus melesat. Kini sudah ada 20.000 kreator yang bergabung dengan puluhan ribu karya yang sudah terunggah ke sana.

Melihat perkembangan inspirasi.co, saya dan teman-teman terus optimis. Kami percaya suatu hari platform ini akan menjadi tempat ngeblog terbaik dan ternyaman asli buatan Indonesia.

(Bersambung)

 

FAHD PAHDEPIE

 


  • Ridhayani Purba
    Ridhayani Purba
    2 tahun yang lalu.
    bermula baca postingan ini saya jadi berada di sini sekarang. thanks Sir!

  • Komentator Ngasal
    Komentator Ngasal
    2 tahun yang lalu.
    Terima kasih Tuhan. Maafkan Mulan yang cerewet Tuhan..

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    2 tahun yang lalu.
    We are not here to work, we are here to make history!

    *What an inspirative words like history itself... Great...!!!

    ^_

    • Lihat 4 Respon

  • Ajo Gaara
    Ajo Gaara
    2 tahun yang lalu.
    Mantap Ganbro thanks informasinya

  • Anis 
    Anis 
    2 tahun yang lalu.
    terima kasih inspirasi.co,
    dulu saya 'iseng-nyoba' di dunia blog semacam blogspot, wordpress, tumblr, bahkan kompasiana, tapi cuma bertahan sekian pendek waktu.
    dan di sini lumayan bisa betah

    • Lihat 5 Respon