Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kesusastraan 12 April 2016   17:12 WIB
Berhentilah Mengejar-ngejar Penerbit

Hari ini saya mendapatkan sebuah e-mail di kotak pesan inspirasi.co, isinya begini:

Assalamualaikum kak..

sebelumnya terimakasih sudah menyempatkan waktunya untuk membaca tulisan saya.mau tanya nih kak, gimana caranya nyemangatin diri walaupun sudah berusaha memperbaiki tulisan dan berusaha ngirim tapi nggak diterima juga dengan penerbit.. rasanya putus asa gitu. hehe

Saya tersenyum membaca e-mail itu, teringat diri saya sendiri. Dan saya merasa perlu membagikan jawaban saya terhadap e-mail itu. Ini jawaban saya:

Salam... Main-mainlah ke toko buku. Lihat di sana ada ribuan buku. Dan banyak di antara buku-buku itu tidak laku, tidak dibaca. Di setiap toko buku, konon buku yang laku hanya sedikit saja. Kenapa yang sedikit itu bisa laku? Bukan hanya karena karyanya baik. Tapi karena penulisnya sudah punya lingkaran pembaca.

Jika saya boleh memberi saran, dengan melihat kenyataan yang tadi saya ceritakan, mungkin menerbitkan buku itu tidak penting lagi sekarang. Yang paling penting adalah memiliki pembaca. Menemukan pembaca.

Jadi, buatlah lingkaran pembacamu sendiri. Menulislah sebaik dan sebanyak mungkin. Posting di media sosial, di blog atau di inspirasi.co. Buat orang-orang mengomentari tulisanmu dan mengikuti karya-karyamu. Pada saatnya nanti, jika kamu sudah punya lingkaran pembacamu sendiri, dan itu juga membuktikan bahwa karyamu bagus dan kamu konsisten berkarya... Maka penerbit akan berbondong-bondong untuk berlutut dan memohon agar bukumu bisa mereka terbitkan. Apalagi yang mereka cari selain pasar? Dan pasar bagi sebuah penerbit adalah pembaca, kan?

Cobalah cara ini. Berhentilah bercita-cita menerbitkan buku. Ubah fokusmu untuk berkarya saja. Buat apa putus asa? Jangan berhenti berkarya!

Fahd

Senang sekali bisa berdiskusi dan bertukar pesan. Kita bisa melakukannya secara rutin. Silakan daftar di inspirasi.co, follow saya, dan saya nyaman untuk berkirim pesan di sana. 

Karya : Fahd Pahdepie