Menjadi 'Kaya' dengan Berkarya. Mau?

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 26 Januari 2016
Menjadi 'Kaya' dengan Berkarya. Mau?

Sejak masih duduk di bangku SMA, salah satu cita-cita terbesar saya adalah ?menjadi kaya dengan berkarya?. Mungkin ini terdengar naif, tetapi entah mengapa saya selalu percaya bahwa orang bisa menjadi kaya raya dari karya-karya yang diciptakannya. Saya ingin terus meyakininya.

Keyakinan itulah yang membuat saya terus berkarya. Apa saja. Terutama menulis. Teman-teman saya yang idealis sering mencibir saya, ?Kamu tidak original lagi jika kamu ingin kaya dari karya!? katanya. Di saat lain mereka mengumpat, ?Hanya pecundang yang berkarya untuk kepentingan pasar!?

Tapi, masalahnya, saya tidak pernah berkarya untuk kepentingan pasar, kok. Saya merasa tak pernah sekalipun mengorbankan originalitas atau melacurkan idealisme saya dalam berkarya. Saya hanya ingin karya saya mendapatkan apresiasi yang layak. Dan kalau saya mengharapkan sesuatu dari sana, saya hanya sedang berpikir rasional saja. Sebab dalam semua prosesnya, saya juga mengorbankan banyak hal: Waktu, tenaga, modal, dan investasi-investasi lainnya.

Sayangnya, saya hidup di tengah situasi yang serba salah. Di satu sisi saya harus berkarya di tengah sistem industri yang tidak punya cara yang baik untuk menghargai karya. Di sisi lain, saya di kelilingi teman-teman yang entah mengapa seolah salah bagi mereka jika seorang kreator mengharapkan sesuatu dari karyanya.

Namun, dengan segala impian dan kebimbangan itu, pada akhirnya saya memilih untuk jalan terus. Terus berkarya meski kadang karya-karya saya tidak dihargai sebagaimana mestinya. Terus berkarya dan ?mempromosikannya? meski teman-teman saya bilang saya tidak ?idealis? lagi. Terus berkarya sambil kadang-kadang tutup hidung dan telinga.

Sampai pada satu titik, spirit itu mengantarkan saya pada sebuah perjudian nasib di mana saya harus mengundurkan diri sebagai seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan memilih fokus untuk berkarya sambil berbisnis. Di sana, saya memilih untuk mendirikan inspirasi.co, sebuah platform media sosial yang memfasilitasi orang-orang untuk berkarya, berkolaborasi, bahkan bisa mendapat honor dari karya-karya yang mereka hasilkan di sana. Saya ingin membuat semacam sistem di mana orang bisa dihargai karena karya-karyanya dan orang bisa menjadi ?kaya? karena mereka berkarya.

Sejak pertama kali memiliki keinginan itu di SMA, pemahaman saya tentang menjadi ?kaya? dari karya terus berubah. Saat ini, definisi kaya dalam pemahaman saya bukan lagi soal uang dan harta. Sebab, ?kaya? sebagai sebuah kata sebenarnya memiliki makna yang sangat kaya, kan? Ha!

Sekarang saya memahami kekayaan sebagai sebuah kemerdekaan. Orang bisa merdeka dalam berkarya adalah bentuk kekayaan tersendiri. Kaya itu bisa kaya aset, di mana seseorang memiliki segalanya untuk melakukan apa saja yang mereka inginkan. Bisa kaya akses, di mana seseorang bisa mengakses dan menggunakan apa saja yang membuat mereka senang meskipun mereka tidak memiliki hal-hal itu. Bisa juga kaya jaringan, di mana seseorang mungkin tidak punya aset, tidak punya akses, tetapi ia punya jaringan: Sederhananya, ia kenal seseorang atau beberapa orang yang bisa membantunya mewujudkan apa yang mereka impikan. Kaya itu bisa ?kaya kesempatan?. Bisa juga ?kaya?-?kaya? lainnya, tentu saja.

Untuk mewujudkan semua itu, yang mereka butuhkan adalah mindset ?kaya?. Orang kaya akan berkarya dengan merdeka. Di sana mereka bebas membuat apa saja asal membuat mereka bahagia. Tetapi di saat bersamaan ia juga berpikir investasi, bahwa karya yang dihasilkannya suatu hari akan punya nilai yang melebihi perkiraan yang bisa dia bayangkan. Dan jika seorang kaya tidak bisa mewujudkan sebuah ide, ia akan mencari partner untuk berkolaborasi. Ia akan menawarkan ?sesuatu? yang dimilikinya untuk dipertukarkan dan dipertemukan dengan ?sesuatu? yang dimiliki orang lain.

Itulah spirit inspirasi.co yang saya dirikan bersama sembilan teman lainnya. Kami ingin menghimpun para kreator dengan cara berpikir semacam itu. Kami ingin membuat semacam jaringan atau sindikasi orang yang ingin ?kaya? dari karya-karya mereka. Kaya asset. Kaya akses. Kaya nilai. Kaya apresiasi. Kaya jaringan. Dan seterusnya?

Tapi, tentu saja kami ingin mengajak mereka ?kaya? dalam pengertiannya yang paling sederhana juga. Ketika mereka bisa mendapatkan honor dari sana. Maka, dengan cukup berani (untuk tak mengatakannya nekad), kami mencanangkan sebuah program besar: Inspirasi.co akan menjadi platform media sosial pertama yang memberikan honor kepada member yang berkarya di sana! Tentu ada syarat dan ketentuannya.

Dengan semua impian dan rencana besar itulah inspirasi.co diluncurkan 22 Januari lalu. Kami bahagia karena dengan segala kekurangannya, ternyata website ini diterima dengan cukup baik dan antusias di tengah masyarakat Indonesia. Ada banyak ucapan terima kasih dan apresiasi yang disampaikan kepada kami. Meski tak ada yang lebih membahagiakan kami dibandingkan mendapati fakta ini: Dalam waktu tiga hari saja, tercatat lebih dari 2000 member mendaftar di inspirasi.co?dan terus berlanjut. Dan dalam tiga hari itu, ada 1000 karya yang diupload para Inspirator, sebutan untuk member inspirasi.co, ke website tersebut?dan terus bertambah!

Sejak diluncurkan, tentang websitenya sendiri, kami mendapatkan banyak masukan untuk perbaikan dan penyempurnaan. Kami bersyukur untuk semua itu. Kami berterima kasih kepada teman-teman semua yang telah memberikan kritik yang membangun. Tetapi ada juga kok yang mencemooh kami, seperti biasa: Bahwa website ini masih kurang di sana-sini lah, bahwa ia tak secanggih media sosial yang lain lah, dan seterusnya.

Tapi, untungnya, saya adalah orang yang dibesarkan dengan keraguan orang-orang di sekeliling saya bahwa kita bisa berhasil dengan karya yang kita hasilkan. Maka saya memilih untuk jalan terus. Saya memilih untuk terus berkarya. Saya mengajak tim saya untuk tak terlalu risau dengan suara-suara sumbang. Sebab tak semua orang akan suka dengan apa yang kita lakukan, bukan?

***

Melalui tulisan ini, kepada teman-teman, saya ingin mengajak kalian untuk memasuki gerbong ini: Gerbong orang-orang yang ingin menjadi ?kaya? dari berkarya! Gerbong tempat kita saling menyemangati dan menularkan inspirasi. Gerbong yang terus memelihara spirit berbagi dan berkolaborasi.

Mari berkarya, mari menginspirasi! Mari bergabung di http://inspirasi.co/

Sebarkan!

Jakarta, 26 Januari 2016

FAHD PAHDEPIE
Penulis, CEO Inspirasi.co, bisa ditemui di?inspirasi.co/fahdpahdepie

---

*PS: Foto ini dibuat oleh @ryoaribowo, seniman visual asal Jogja. Tentu saya tak bisa membuatnya. Atau mungkin saya harus membayar mahal jika meminta seorang desainer grafis untuk membuatkannya. Tetapi di dunia ?karya? saya tak perlu melakukan semua itu. Logikanya sederhana: @ryoaribowo (IG: @turyonari) membuatkan gambar itu untuk saya, tak ternilai harganya. Dan saya membayarnya dengan memperkenalkan karya Ryo kepada lebih banyak orang lain, yang juga tak ternilai harganya. Mari menjadi ?kaya? dari karya!



  • Rini Romdiani
    Rini Romdiani
    1 tahun yang lalu.
    Terimaksih bang fahd, semoga dengan adanya inspirasi.co, saya lebih semangat berkarya ^_^

  • Akang Fazar
    Akang Fazar
    1 tahun yang lalu.
    membuat semangat berkarya

  • Naomi Christy
    Naomi Christy
    1 tahun yang lalu.
    Menginspirasi >> "Tapi, untungnya, saya adalah orang yang dibesarkan dengan keraguan orang-orang di sekeliling saya" Semangat, bang!

  • Tiara Mena Z
    Tiara Mena Z
    1 tahun yang lalu.
    Terima kasih mas Fahd, sudah membuat wadah yang luar biasa ini, semoga saya bisa menjadi salah satu orang 'kaya' tersebut tanpa mengorbankan idealisme

  • Denadif 
    Denadif 
    1 tahun yang lalu.
    Luar biasa.... Mari kita ubah penafsiran kita tentang kaya dan teruslah berkarya...