Bikin Males Naik Taksi Lagi!

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Lainnya
dipublikasikan 22 Maret 2016
Bikin Males Naik Taksi Lagi!

Menurut saya, demo anarkistis yang dilakukan para sopir taksi ini sudah tak dapat ditolelir. Di satu sisi, memang hak mereka untuk melakukan demonstrasi untuk menuntut keadilan (karena memang taksi online belum diregulasi secara jelas oleh pemerintah).
?
Namun, di luar semua itu, tindakan anarkistis para sopir taksi konvensional ini telah merugikan masyarakat luas dan menimbulkan keresahan publik. Tindakan mereka yang melakukan 'sweeping' terhadap rekannya sendiri yang tak mau ikut berdemo sungguh memalukan sekaligus memuakkan. Apalagi jika melihat sejumlah gambar dan rekaman yang menunjukkan mereka merusak armada yang tak mau ikut berdemo.
?
Tak berhenti sampai di sana, mereka justru semakin brutal dan beringas. Mereka juga melakukan 'sweeping' kepada sopir Uber Taksi, Grab Taksi, bahkan Go-Jek dan Grab Bike. Mereka mengeroyok. Menghancurkan kendaraannya. Dan melakukan tindakan lain yang di luar batas. Benar-benar barbar. (Lihat link ini)
?
Tentu ini tak boleh dibiarkan terus terjadi. Konon, sweeping dan pengeroyokan terhadap pengemudi Go-Jek telah memicu kemarahan para pengemudi go-jek lainnya. Para pengemudi Go-Jek ini lantas berkumpul, menghimpun kekuatan atas nama solidaritas dan mendatangi para sopir taksi yang berdemo... Tentu saja, cekcok, saling dorong, hingga perkelahian tak bisa dihindarkan.
?
Di Dukuh Bawah, emosi warga pun tersulut. Mereka geram dengan tindakan para sopir taksi yang anarkistis lalu membalas mereka dengan menyerang dan menghancurkan sebuah taksi! (Lihat link ini) Tidakkah kita melihat pola perkelahian yang makin kompleks dan mengkhawatirkan?
?
Semula, demo ini tampak biasa... Tentang para sopir taksi yang keberatan dengan taksi online yang berimplikasi pada berkurangnya pendapatan mereka. Paling banter, mungkin juga soal persaingan bisnis antara operator taksi konvensional dan pengelola taksi online. Namun, dengan semua kericuhan yang terjadi, kita melihat sesuatu yang lebih rumit dari itu... Sesuatu yang mungkin juga berefek lebih besar dari sekadar demo anarkistis belaka.
?
Kita mungkin berbeda pendapat tentang siapa yang perlu dibela: Sopir taksi yang merasa keadilannya terganggu (karena taksi online dianggap tidak ada aturannya) atau aplikasi transportasi online yang memudahkan semuanya (yang merupakan buah kemajuan teknologi). Kita bisa berdebat panjang. Tapi soal demo yang anarkistis, sepertinya kita bisa sepakat: Bahwa tindakan semacam itu tak bisa diterima!
?
Jika kita melihat pemberitaan televisi atau media lain yang menangkap gambar beringas wajah pengemudi taksi, juga aksi brutal mereka, apakah kelak kita akan merasa aman jika diantarkan ke suatu tempat oleh mereka?
?
Bukankah semua ini akan membuat masyarakat merasa tidak aman? Bukankah masyarakat akan memilih siapa yang mereka percayai?
?
Saya jadi males naik taksi!

FAHD PAHDEPIE


  • vanisaddam 
    vanisaddam 
    1 tahun yang lalu.
    Proses penyesuaian suatu perubahan. Kalau zaman menuju kemerdekaan dulu ada pekik "merdeka atau mati" kalau zaman sekarang pekiknya "berubah atau mati" bukan begitu?

  • Bambang Setyawan
    Bambang Setyawan
    1 tahun yang lalu.
    Itulah Indonesia.......

  • Arif Rosada
    Arif Rosada
    1 tahun yang lalu.
    Miris lihatnya.. Segala sesuatu yg dimulai dengan rasa marah akan berakhir dengan rasa malu.

  • Jihan Suweleh
    Jihan Suweleh
    1 tahun yang lalu.
    Ya ampuuuun