Merengkuh Mimpi Menjadi Penulis

Fahd Pahdepie
Karya Fahd Pahdepie Kategori Inspiratif
dipublikasikan 21 Maret 2016
Merengkuh Mimpi Menjadi Penulis

Dalam banyak kesempatan seminar atau bedah buku, seringkali saya mendapatkan pertanyaan yang senada, "Bagaimana caranya menjadi penulis?"

Saya tak pernah bercita-cita menjadi penulis, sebenarnya, meski sejak kecil saya selalu memimpikannya. Setiap kali membaca sebuah buku yang saya sukai, saya selalu penasaran dengan orang yang menuliskan semua itu: Betapa hebat mereka karena bisa memikirkan sesuatu yang belum orang lain pikirkan. Dan jika pun ada orang lain yang sudah memikirkannya, para penulis tetap lebih hebat karena sudah menuliskan pikirannya menjadi kata-kata"menjadi cerita!

Tapi? Apa bedanya impian dan cita-cita? Suatu hari seorang peserta seminar saya bertanya. Saya berpikir sejenak, tak ingin memberikan jawaban standard yang mengecewakan. Beberapa detik kemudian, saya menjawab pertanyaan itu dengan yakin: "Kau memimpikan sesuatu meski kau belum tahu apa itu sebenarnya, bagaimana persisnya, apa yang harus kau lakukan untuk meraihnya" Kau hanya menginginkannya, sungguh-sungguh menginginkannya.

"Cita-cita adalah sesuatu yang berbeda," sambung saya, "Cita-cita terbentuk dari keinginan yang sudah bisa kau bayangkan. Ibarat kau ingin mencapai suatu tempat, kau sudah tahu petanya!"

Si penanya tampak tak puas dengan jawaban saya. Seperti juga Anda, barangkali. Tapi saya memutuskan untuk bersikukuh dengan jawaban itu. "Maaf bila jawaban saya kurang memuaskan," ujar saya waktu itu, "Tapi itulah cara saya membedakan mimpi dan cita-cita. Saya mungkin tak pernah bercita-cita menjadi penulis, karena saya tak tahu caranya. Tapi saya selalu bermimpi ingin menjadi penulis!"

"Bukankah pemimpi adalah mereka yang hanya bisa bermimpi?" Si penanya mengejar saya dengan pertanyaan berikutnya.

"Mungkin," jawab saya, "Tapi itu tidak buruk, kan" Dari pada tidak punya keinginan dan impian sama sekali."

Si penanya mengangkat dua bahunya. Ia tampak belum puas.

"Mungkin punya cita-cita memang selangkah lebih maju. Tapi cita-cita hanya akan jadi sekadar kata-kata jika tak punya impian di dalamnya. Orang yang mati-matian mengejar cita-cita ibarat seorang pengemudi yang kerepotan mengikuti peta di tangannya. Bagus saja, sebenarnya. Karena toh peta itu akan membuatnya sampai ke tujuan. Tapi gara-gara peta itu mungkin saja ia tak menikmati perjalannya, kan?"

Si penanya mengangguk-angguk.

"Buat saya, orang yang punya impian adalah mereka yang menikmati perjalanan! Mereka tahu akan kemana. Mereka tahu apa yang mereka inginkan. Meski mereka tak pernah tahu persisnya. Mereka ragu-ragu. Mungkin tersesat di jalan. Mungkin mengambil jalan memutar. Mungkin perlu bertanya pada orang lain tentang arah yang benar. Mungkin harus bereksperimen dengan arah mata angina atau membaca cuaca. Tapi mereka akan punya perjalanan yang menakjubkan!"

Mungkin itulah yang membawa saya ke titik ini. Sekarang saya seorang penulis dan sudah punya beberapa buku yang di terbitkan?bahkan beberapa di antaranya berlabel best seller. Tapi saya tak punya formula untuk menjadi penulis! Kalau ditanya "Bagaimana caranya menjadi penulis"" atau "Bagaimana menerbitkan buku best seller"" Bah! Saya tak tahu jawabannya. Karena saya hanya seorang pemimpi. Seorang pengelana yang bahkan belum tahu apakah ia sudah sampai di tujuan atau belum"sebab nyatanya "tujuan akhir" selalu berubah-ubah.

Dengan spirit itu pulalah saya membuat sebuah website bernama inspirasi.co, sebuah kanal digital yang memfasilitasi para pemimpi seperti saya untuk berbagi cerita di sepanjang perjalanan mereka. Di sana mungkin tak akan ditemukan jalan pintas untuk menjadi penulis hebat, juga tak akan ditemukan kertas resep menerbitkan buku best-seller. Di sana orang-orang hanya akan berkumpul, membagi karya mereka, menceritakan proses kreatif mereka, dan saling menginspirasi satu sama lain. Tentu saja kanal itu bukan hanya untuk penulis, tetapi juga kreator lainnya. Ada lima bentuk karya yang bisa diunggah ke sana: tulisan, foto, grafis, video, dan audio.

Satu-satunya jawaban terbaik yang bisa saya berikan jika ditanya "Bagaimana caranya menjadi penulis"" adalah ini: Mulailah memiliki pergaulan dan attitude seorang penulis. Untuk membentuk dua hal itu, Anda butuh teman, Anda butuh komunitas" Mungkin inspirasi.co bisa menjadi jawabannya dan para inspirator"(member inspirasi.co) bisa menjadi sahabat yang terus menemani Anda dalam proses berkarya.

Bagi saya, berkarya, dalam bidang apapun, adalah proses terus menerus antara mengapresiasi dan diapresiasi. Ia merupakan perjalanan panjang yang meminta Anda untuk menerima lalu memberikan sesuatu" termasuk menerima komentar dan dikomentari. Semua itu akan membuat kita lebih matang dan dewasa dalam berkarya.

Akhirnya, untuk Anda yang memiliki impian untuk jadi penulis, kita punya nasib yang sama" Bergabunglah bersama saya. Mari saling bergandengan tangan sepanjang perjalanan.

So, you want to be a writer?

Jakarta, 21 Maret 2016

FAHD PAHDEPIE

CEO Inspirasi.co

PS: Untuk mendaftar di inspirasi.co, cukup klik tautan berikut ini."

*Gambar ilustrasi diambil dari sini.


  • Shanti Agustiani
    Shanti Agustiani
    1 tahun yang lalu.
    Penulis yang rendah hati....

  • Dani Kaizen
    Dani Kaizen
    1 tahun yang lalu.
    @Fahd Pahdepie, sangat menginspirasi tulisannya.......
    .
    saya paling suka kata2 yg ini => Bagaimana caranya menjadi penulis? adalah ini : Mulailah memiliki pergaulan dan attitude seorang penulis.
    .
    .
    Tanya : Attitude seorang penulis menurut mas Fahd Pahdepie itu contohnya apa saja ya?
    .
    .
    *Salam #VirusMenulis :-)

  • Eni Rahayu
    Eni Rahayu
    1 tahun yang lalu.
    Mas saya pernah membaca bahwasannya salah satu kiat untuk menjadi penulis yang apik ialah dengan konsisten terus menulis setiap hari.Apapun bentuk tulisan nya itu, yang terpenting ia mampu menjalankan nya tiap hari.Dan terkadang bagi beberapa penulis pemula, rasa malas menulis sering menghinggapinya dengan alasan " tidak ada ide untu menulis, dll". Saya ingin menanyakan apakah sedari kecil dulu mas pahdepi sudah terbiasa menulis setiap hari? Hingga saat ini menjadi penulis yang bahkan beberapa novelnya best seller dan juga saya kemaren membaca kalau katanya waktu SMP, mas sudah mendapatkan penghargaan sebagai penulis terbaik dalam karya ilmiah.
    dan yang saya ingin tanyakan lagi bagaimana mengahadapi pemikiran " saya menulis demikian, akan tetapi saya takut lain waktu saya tidak bisa berlaku seperti apa yang saya tuliskan. Karena hati manusia kerap kali berubah ubah"

    Mohon jawabannya mas hehehe

  • Pemimpin Bayangan III
    Pemimpin Bayangan III
    1 tahun yang lalu.
    Artikel apa-adanya yang bagus, suka... ^_

  • Mochamad Syahrizal
    Mochamad Syahrizal
    1 tahun yang lalu.
    Mungkn pertanyaan ini sedikit melenceng, tapi masih berkaitan dengan buku/novel. Apakah sah jika kita menulis novel dengan gaya sudut pandang orang pertama, namun tokoh utama merupakan tokoh fiksi? Untuk penulis lainnya juga mohon bantuannya ya