Ponsel Pintar dan Tablet Menyabotase Jam Tidur Remaja

Fahar Aha
Karya Fahar Aha Kategori Teknologi
dipublikasikan 22 November 2017
Ponsel Pintar dan Tablet Menyabotase Jam Tidur Remaja

Belakangan ini remaja jam tidurnya kurang dari biasanya, bahkan banyak remaja bercerita dan mengutip kutip kata mereka bilang bahwa sudah hal yang biasa untuk mengorbankan jam tidur untuk menghabiskan banyak waktu bermain ponsel dan tablet mereka.

Padahal remaja membutuhkan setidaknya sembilan jam tidur semalam untuk mengembalikan energi dan produktif di siang hari.  Apa pun yang kurang dapat menyebabkan kantuk di siang hari dan mengganggu aktivitas sekolah atau kegiatan sehari-hari.

Dengan sabotase ini remaja dihadapkan dengan serangkaian gangguan yang menggoda seperti kata kata patah hati saat mereka galau, berapa banyak tidur yang remaja saat ini benar-benar dapatkan? Untuk mengetahui, peneliti menganalisis sepasang survei nasional jangka panjang lebih dari 360.000 anak kelas delapan sampai 12.

Satu survei bertanya pada siswa kelas delapan, 10 dan 12, tentang seberapa sering mereka mendapat setidaknya tujuh jam ‘menutup mata’. Yang lain bertanya kepada siswa SMA berapa lama mereka tidur di malam di hari-hari sekolah.

Pada tahun 2015, empat dari 10 remaja tidur kurang dari tujuh jam semalam. Itu naik 58 persen sejak 1991 dan 17 persen lebih banyak dari tahun 2009 saat penggunaan smartphone menjadi lebih masif, kata periset.

"Jam tidur para remaja mulai pendek sama seperti saat mayoritas mulai menggunakan smartphone. Ini adalah pola yang sangat mencurigakan," kata pemimpin studi Jean Twenge, seorang profesor psikologi di San Diego State University.

Semakin banyak waktu siswa untuk online, semakin sedikit jam tidur yang mereka dapatkan, menurut penelitian yang diterbitkan pada 19 Oktober di jurnal Sleep Medicine.

Mereka yang online lima jam sehari, 50 persen kemungkinan kurang tidur daripada teman sekelas yang membatasi waktu harian mereka untuk online.

Studi telah menunjukkan bahwa cahaya dari smartphone dan tablet dapat mengganggu siklus tidur dan bangun alami tubuh. Hal ini seperti kata kata sindiran buat pacar yang harus disampaikan, karena tentunya sebagai orang tua kita tidak mau anak-anak kita bermasalah dengan tidur mereka.

"Tubuh kita akan berusaha memenuhi kebutuhan tidurnya, yang berarti tidur akan mengganggu bidang lain kehidupan kita," kata salah satu penulis studi Zlatan Krizan, seorang profesor psikologi di Iowa State University. "Para remaja mungkin tidur siang hari pada akhir pekan atau mereka mungkin tertidur di sekolah."

Meskipun smartphone, tablet dan perangkat elektronik lainnya merupakan bagian penting dari kehidupan, para periset mengatakan bahwa moderasi penggunaan adalah kunci. Semua orang baik yang muda dan tua harus membatasi penggunaan, sekitar dua jam setiap hari, seperti yang disarankan dalam siaran berita San Diego State University.

"Mengingat pentingnya tidur baik untuk kesehatan fisik maupun mental, remaja dan orang dewasa harus mempertimbangkan apakah penggunaan smartphone mereka mengganggu tidur mereka atau tidak," kata Twenge. "Sangat penting untuk tidak menggunakan perangkat ‘ber-layar’ sebelum tidur, karena bisa mengganggu tidur."

  • view 84