Risau, Gerah, Jengah. Apalah Semuanya

Faatihah Abwabarrizqi
Karya Faatihah Abwabarrizqi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 Maret 2017
Risau, Gerah, Jengah. Apalah Semuanya

Saat ini saya sedang berbicara soal 'orang lain' yang tak tau apa-apa tapi sibuk memikirkan orang lain agar orang tersebut berubah menjadi lebih baik versi dia. sampai disini menangkap maksudnya?

Sebut saja si A, who know nothing about B sudah memikirkan dan membuat penilaian untuk B tentang apa yang harus dan tidak harus dilakukannya. They're try to make B just like A, which they are totally different. Tetapi si B bertahan mencoba tidak komplain karena useless is when you try to give statement or opinion, mereka yang membencimu tak akan membenarkan perkataanmu, mereka yang menyayangimu tidak memerlukan penjelasanmu. I'm tired!

Why people always try to ruin others bussiness?

'Kepedulian' tingkat tinggi dari mereka yang tidak mengenalku sangat-sangat membuatku haru. Antara haru bahagia dan haru kesedihan. Kebahagiaan muncul karena ternyata kepedulian masih ada di muka bumi ini. Kesedihan yang dominan muncul karena kepedulian yang sebatas perkataan apalagi pergunjingan ini menjadi tanggungjawab siapa? Kepedulian yang keliru dan tidak dialokasikan secara bijaksana terkadang menjadi senjata yang mematikan. Itulah sebabnya kita perlu menjaga perkataan kita.

Aku ingin bilang You don't know anything about me! dalam hal ini mungkin benar. Karena aku saja masih berusaha mengenali diriku sendiri. Apalagi kamu? Bukan siapa-siapa dan tidak berbuat apa-apa. Kau percaya apa yang kau lihat? Apa yang kau tau? Apakah dunia ini sempit bagimu?

Judgement memang tidak dapat dihindari.

But now, I really believe, no one can changes me except me. No one can judge me except the judge and Allah's. With Allah permission. Aku benar-benar minta maaf untuk semua 'ketidakpedulianku' kepada siapapun bila parameter kepedulian ini harus berupa -seharusnya kamu-. Life is full of choices. Dalam hal kehidupan, hidupmu adalah milikmu, hidupku adalah milikku. Kita sama-sama hamba Allah terlepas berapa banyak pahalamu dan dosaku. Tapi biarkan hakku mengkritisi siapapun yang merugikanku, yang mengendalikan kepentinganku. Tidak perlu lagi buatmu menggunjingi hidupku yang tak berdampak apapun untukmu. Authorizm is lack to find. I'm really sorry for unbelieving your cares, and your attention. I'm only do what I said. I'm say about what I did. I'm not talking about you, except what you do to me, not what you do to others.

Ketika aku belajar dan percaya bahwa mulutmu harimaumu. Aku tidak ingin orang lain termakan harimauku. Aku ketakutan sampai semua perkataanku kupilah dan kubedakan isi dan cara penyampaiannya tergantung kepada siapa lawanbicara dengan karakteristik yang tidak pernah sama.

Ketika aku belajar bahwa keberagaman itu nyata. Aku selalu berusaha untuk tidak menggeneralisir semua orang. Selalu berusaha untuk mempelajari lebih tentang orang lain sebelum berbuat sesuatu padanya. Hanya aku takut salah. Salah pada oranglain adalah hal yang sangat menakutkan buatku.

Ketika aku belajar bahwa hidup itu memberi dan menerima. Aku yang serakah selalu menginginkan semuanya, tetapi pada batas-batas yang kuyakini dan tidak bertentangan dengan hati nuraniku, aku paham dan mengerti mana yang menjadi prioritas dalam hidupku, menuangkannya dalam beberapa rencana tentang apa goals yang kumau dan how to reach them.

Ketika aku diyakinkan bahwa aku dapat melakukan apapun yang aku mau asalkan aku siap atas segala resiko yang mengikutinya. Aku benar-benar mengkalkulasi apa yang akan dan sedang ku perbuat.

Buatku hidup itu kemarin, hari ini, besok, tahun lalu, minggu ini, tahun depan. Aku selalu berusaha melakukan apa yang kupercayai harus kulakukan. Bisa jadi sama dan tidak sama dengan apa yang dilakukan orang lain.

Hal-hal ini sudah menjadi bagian dari kehidupanku, terbentuk dan tertanam selama 21 tahun usiaku, dari pengalamanku, pengetahuanku, kisah-kisah yang mampir dalam perjalananku. Jika kau benar-benar peduli, temani aku, hidup bersamaku, tak cukup hanya dengan mengomentari hidupku, itulah harga yang harus kau bayar untuk mencoba mengubah arah hidupku :)

  • view 70