Merindu

Faatihah Abwabarrizqi
Karya Faatihah Abwabarrizqi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Januari 2017
Merindu

Aku seorang anak perempuan yang merasa kuat dan lemah silih berganti, menjadi dewasa dan kekanakan secara bergiliran. Mungkin bagimu aku tidak rasional dan bermimpi ketinggian. Ya, bagaimana pun, aku juga kebingungan atas kenormalanku yang mungkin di atas atau di bawah normal, aku tidak tahu lagi mana yang benar.

Sekali waktu aku ingin merasakan menjadi bagian dari perempuan-perempuan pada umumnya. Kasmaran, tersipu, jatuh cinta, merindu, dikhianati, patah hati. Tapi bagaimanapun kerasnya aku mencoba, yang terjadi selalu sepertinya itu terjadi juga padaku. Aku tidak yakin, apa aku mencintaimu atau apalah yang lainnya.

Hal ini mungkin bisa terjadi karena aku yang tidak percaya, atau mungkin tidak cukup percaya diri untuk menetapkan hati bahwa aku memang begitu, karena akupun tidak tahu apakah perlu aku menetapkannya ataukah hatiku akan merasakan mantap akan hal itu dengan sendirinya. Aku kebingungan, ya, karena aku sendiri yang membuat ini menjadi tidak mudah dan berbelit-belit.

Apakah aku mencintaimu? Hei, bagaimana bisa? Aku sedang mengharapkan orang lain utuk menjadi teman hidupku selamanya. Aku selalu memaafkannya atas berbagaimacam masalalunya yang sama sekali tidak sesuai dengan diriku. Apakah aku mengharapkannya karena semua kekayaannya? Ketampanannya? Ketenarannya? Ya mungkin itu benar. Aku mungkin tidak akan menyadari dirinya, tidak akan mengharapkannya tanpa semua yang ada pada dirinya saat ini.

Apakah aku mencintainya? Apakah aku mencuci otakku sendiri? Hmm, apa iya sebegitunya?  Aku tidak bisa menjawab pertanyaanku sendiri. Jadi bagaimana bisa aku menetapkan diri, bagaimana aku bisa memperlakukan diriku terhadapmu?

Entah terhadap siapa aku jatuh cinta, terhadapnya ataukah terhadapmu. Tapi yang terjadi selama ini adalah aku merindukanmu tetapi tidak pernah merindukannya. Aku merindukan untuk bertemu denganmu tetapi aku merindukan saat bermimpi tentangnya. Merindumu membuatku menunggu ketidaksengajaan-ketidaksengajaan yang mungkin terjadi untuk mempertemukanku denganmu. Setelah bertemu denganmu dan melepaskan rindu padamu, biasanya dia akan datang ke dalam mimpiku. Begitulah cara kerjanya!

  • view 48