Apakah aku?

Exma Mu'tatal Hikmah
Karya Exma Mu'tatal Hikmah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Juni 2018
Apakah aku?

Dua puluh dua tahun yang lalu.

Pada subuh itu, Allah izinkan seorang bayi lahir di dunia, menghirup nafas, menangis keras. Didengarkan kepadanya adzan oleh ayahnya, sebagai ikhtiar manusia, sebagaimana indra yang pertama difungsikan-Nya adalah telinga, maka diharapkan untuk seumur hidupnya telinga ini akan menjadi pendengar tutur kata yang baik, mauidhoh yang menunjukkan jalan menuju kembali pada Dzat Yang Mengizinkannya untuk Hidup.

Tanpa daya dan upaya, ia tunjukkan kelemahannya sebagai makhluk. Ia hidup bukan karena ayah ibunya, bukan karena keinginannya sendiri, tetapi Tuhan memberikannya kesempatan untuk hidup, maka dilantunkan untuknya do’a do’a terbaik, sebagaimana Rasulullah selalu mendoakan putra putrinya, menjadi qurrata a’yun dan pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa.. Menjadi penyejuk dan penyenang hati, pengisi hari-hari dengan ibadah merawat anak berpahala tanpa henti, dengan harapan ia tumbuh menjadi perempuan yang kaya dengan kecantikan hati, serta menjadi jembatan bagi ayah-ibunya menuju syurga-Nya nanti...

Dua puluh dua tahun kemudian..

Bayi kecil ini telah tumbuh. Fisiknya tentu saja berubah, ia telah melewati banyak hal, telah menerima banyak hal yang ia bahkan tak sanggup menghitung apalagi membayarnya dengan apapun.

Hingga kemudian ia tergugu.
“Apakah aku telah benar-benar tumbuh dari bibit yang disemai bersama doa-doa, dua puluh dua tahun yang lalu? Apakah aku adalah manifestasi dari harapan yang dibumikan, lebih dari dua dekade yang lalu? Apakah aku, manusia, yang telah menjadi wujud dari tujuan-Nya memberikanku kesempatan untuk hidup?”

Yaa Allah... Beri kami kesempatan, kenikmatan dan kecintaan pada-Mu, sekaligus dengan segala hal yang Engkau berikan, dalam bentuk apapun itu... Aamiin... :’)

  • view 72