Menjadi Dua Puluh

Exma Mu'tatal Hikmah
Karya Exma Mu'tatal Hikmah Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 28 Juni 2016
Menjadi Dua Puluh

Pada usia yang terus bertambah, ternyata yang hadir adalah kita terduduk sadar atas usia yang jauh di belakang, dan tertegun atas tahun yang berlari dengan kecepatan penuh.

Kehidupan ini layaknya sebuah perjalanan yang singkat yang seringkali Tuhan memberi kita banyak spot sebagai 'rest area'. Kita merasa terbawa pada bayangan angka yang terus bertambah, sedang kualitas diri tetap di tempat. Maka diberilah rest area untuk sekedar beristirahat, mengisi bahan bakar, mengecek ketersediaan oli, kondisi mesin, rem dan mempersiapkan tenaga untuk melanjutkan perjalanan. Di rest area ini, kita bermuhasabah atas apa yang sudah terjadi dan mempersiapkan diri untuk hal hal yang akan terjadi di masa mendatang, meski sebenarnya muhasabah tak perlu menunggu momen bertambah usia.

Usia 20 terasa magis, usia kepala dua tidak sekedar manis seperti usia tujuh belas. Tidak ada selebrasi mendapat KTP, tidak ada istilah peralihan usia dari remaja ke yang katanya sudah bisa diberi tanggung jawab, tidak ada.

Dan hari ini, genap sudah peralihan fase teenager ke dua puluhan, semoga dapat menjadi satu titik balik atas perubahan diri menuju lebih baik, terutama atas rasa tanggung jawab pada diri sendiri dan kepada lingkungan yang semuanya sebagai wujud penghambaan kepada-Nya.

Alhamdulillaah, syukur tak terkira atas keindahan jalan-Nya yang menempatkanku pada lingkungan terbaik. Terimakasih atas syukur dan do'anya, keluarga besar dan sahabat yang semuanya adalah saudara di hadapan-Nya.

Hal baik yang didoakan, semoga juga menjadi kebaikan kepada yang mendoakan.

Menyayangimu seluruh dan selamanya,

Exma Mu'tatal Hikmah.

:)

  • view 176