Menangkap Burung, Hakikat Keindahan

Exma Mu'tatal Hikmah
Karya Exma Mu'tatal Hikmah Kategori Motivasi
dipublikasikan 03 April 2016
Menangkap Burung, Hakikat Keindahan

-Exma Mu?tatal Hikmah-

Seperti menangkap burung.
Elok parasnya, keindahan irama kepakan sayapnya, kelembutan warnanya, keseragaman geraknya membuat kita ingin menangkapnya.

Padahal?
Akankah kecantikan dan keindahan burung itu dapat tetap kita lihat setelah burung itu kita tangkap? Bukankah yang muncul kemudian adalah rasa penyesalan, karena kita tidak lagi dapat melihatnya mengepakkan sayap, terbang dari satu titik ke titik lain?

Itulah?
Ada keindahan yang cukup untuk kita lihat, bukan untuk kita miliki. Ada banyak keinginan yang ingin kita capai, tetapi sejatinya ketika hal itu kita miliki, belum tentu kebahagiaan akan kita raih kemudian. Jangan-jangan, malah penyesalan yang kita rasakan setelah usaha mati matian untuk menggapainya?

Karena sejatinya, segala yang indah itu bukan harus sesuatu yang indah menurut kacamata kita, tetapi keindahan itu adalah kelapangan dada, menerima yang diberikan dan menjalaninya dengan bahagia, tanpa rasa menyesal dan iri dengan kehidupan orang lain. :)

"Andai kau tahu, bagaimana hebatnya Allah mengatur segala urusan hidupmu, pastilah hatimu akan meleleh sebab cinta kepada-Nya" - Ibnu Qayyim


  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Dahsyat! Kutipan Ibnu Qayyim di bagian akhir nampol banget...

  • Dinan 
    Dinan 
    1 tahun yang lalu.
    Keren... mengikhlaskan 'keindahan' yg bukan 'hak' kita. Jika memang 'milik' kita pasti 'keindahan' itu akan kita 'miliki'. Keindahan bisa dipersepsikan apa saja. Tapi sebenarnya kita tak memiliki apa2....

    Inspiratif! Mksi da menulis ini...aku prome ya?

  • B.R. Karya 
    B.R. Karya 
    1 tahun yang lalu.
    Betul betul..

  • Silmi Kaffah
    Silmi Kaffah
    1 tahun yang lalu.
    bener :")

    • Lihat 9 Respon

  • Irfan Kriyaku.com
    Irfan Kriyaku.com
    1 tahun yang lalu.
    Kayanya analogi burung adalah perumaaan seorang wanita.. yup klo liat wanita bebas beliweran dimana saja sangat menarik, bikin gw ingin menangkapnya.. dan si wanita mungkin ingin pula ditangkap.. tapi setelah ditangkap.. akan kah bahagia? Itu yg jadi pertanyaannya kan? Tergantung.. si penangkap dan si burung.. seperti lagu jadul ya.. "wahai kau burung dalam sangkar..kenapa nasibmu malang benar.." *lanjutin deh gw lupa.. wakakaka

    • Lihat 2 Respon