ku labuhkan hatiku pada sang pemilik hati

Evie EarRliiene
Karya Evie EarRliiene Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 14 Januari 2017
ku labuhkan hatiku pada sang pemilik hati

Aku serahkan segala rasa yang ada dihatiku kepada Allah. Aku asyik berdoa dan berdekat – dekatan dengan Allah karena aku bisa merasakan dan memperhatikan bagaimana rasa sakitku mereda karenaNya. Allah is the best healing ever! Aku melabuhkan hatiku satu – satunya hanya kepadaNya Dzat Sang Pemilik hati. Saat aku berusaha mendekatiNya dengan tertatih- tatih, aku bisa merasakan Dia selalu membantu mengangkat tubuhku setiap aku jatuh, menyemangatiku setiap aku mulai merasa lelah, menuntunku sejak pertama kali aku mulai melangkahkan kakiku. Dan aku tahu Dia sangat menyayangiku dan selalu ada untukku. Dia tidak pernah mengacuhkanku meskipun aku sering mengacuhkanNya berkali – kali. Bukankah Allah telah bersabda pada Q.S Al- Insyirah bahwa setiap kesulitan pasti akan ada kemudahan? Cukuplah Allah yang menjadi penolong kami dan Dialah sebaik baik pelindung. Aku percaya dengan kekuatan doa. Bukankah sejak zaman nabi doalah yang menjadikan umat muslim kuat hingga sekarang?

Doa mendekatkan yang jauh. Doa menguatkan yang lemah. Doa mengembalikan harapan setelah keputus–asaan. Doa adalah jawaban dari permasalahan hidup. Bahwa orang yang paling tenang adalah orang yang percaya bahwa tidak ada satupun yang terjadi tanpa seijin Allah. Saat musibah datang kepada kita hingga kita tidak tahu harus berbuat apa maka kembalilah pada Al-Quran. Bukankah Allah telah berfirman didalamnya bahwa cukuplah sabar dan sholat sebagai penolongmu. Bersabarlah dan jangan tinggalkan sholat. Adukan setiap keluh kesah kita padaNya. Allah dulu, Allah lagi, Allah terus.

Bersabarlah, akan ada waktunya nanti kita dihormati dengan pernikahan, karena tidak ada penghormatan bagi wanita sebaik dinikahi. Yakinlah bahwa kamu juga akan dipertemukan dengan dia yang menjaga diri, karena kamu juga menjaga dirimu. Ataukah keyakinan itu tidak ada? Ataukah prasangka baik padaNya memang tidak pernah kita tanamkan dalam hati kita? Kita meninggalkan sesuatu karena kita meyakini ada ganti yang lebih baik. Apalagi dalam hal pasangan hidup. Allah menjamin dan itu cukup. Wahai hati, kumohon kau untuk bersabar agar kita mengikuti cara yang Dia kehendaki, InsyaAllah kita akan mendapatkan yang terbaik. Wahai hati, tolong jangan memberontak. Gantungkanlah harapanmu hanya pada Allah agar kau tak meraung kesempitan. Sudah siapkah kau untuk dipertemukan dengan dia, seseorang yang telah kau tunggu dalam penjagaan dirimu dan perbaikan akhlaqmu? Bisakah kau bayangkan betapa bahagia dirinya yang akan mendapatkanmu jika mendengar kaulah wanita yang berusaha menjaga diri, menjaga hati bahkan memperbaiki akhlaqmu karena menginginkan calon imam yang juga menjaga diri, hati dan akhlaqnya untukmu? Sudah siapkah kau disatukan dengan dia, lelaki yang siap menjadi imam sholatmu, yang akan kau amini doanya, yang akan menjadi imam keluargamu, imam lahir dan batinmu?

Sudah siapkah kau menjadi makmum yang baik untuknya? Makmum yang senantiasa menyediakan telinga, mulutnya, matanya, tangannya, pikirannya hingga hatinya untuk menenangkan segala keluh kesah dan letih tentang dunianya? Makmum yang akan menjadi rumah untuk pulang sejauh apapun imammu berkelana? Siapkah kau dipandangi olehnya dan memandanginya dengan cara yang halal? Siapkah kau membuatnya tersenyum tanpa syarat setiap kali dia melihat parasmu? Siapkah kau melihat tatapan cintanya setiap saat? Siapkah kau saling bercerita tentang segala hal dengan dia yang engkau harapkan menjadi jodoh di dunia dan akhiratmu? Percayalah, Allah mendengar semua doa – doa kita. Allah pasti mengabulkan yang terbaik untuk kita. Jika pilihan kita tidak dikabulkan olehNya maka kita seharusnya bisa lebih bersyukur karena kita akan mendapatkan pilihanNya. Dan pilihanNya lah yang selalu tepat dan terbaik. Iya memang kita punya rencana, kau punya rencana bahkan dia juga pasti punya rencana. Tetapi, Allah juga punya rencana yang TERBAIK.

Iya kita mungkin memiliki bayangan setahun dua tahun akan seperti apa hidup kita dengan apa yang menjadi pilihan kita. Tapi, setelah itu? Hanya Allah sajalah yang tahu hidup kita akan seperti apa, Allah yang tahu apa kebutuhan hidup kita dimasa mendatang. Allah jauh lebih tahu seperti apa hidup kita dalam masa yang sangat lama. Bahkan hanya Allah kan yang tahu kapan umur kita berakhir di dunia ini? Jadi, percayalah sama Allah. Dia menyayangi kita, Dia Maha Pemberi yang terbaik. Mintalah padaNya yang terbaik, Allah pasti akan memberikannya, mengabulkan satu – persatu doamu pada keadaan yang tepat, waktu yang tepat, di tempat yang tepat dan untuk alasan yang tepat dengan caraNya yang Maha Luas dan pasti indah. Percayakan? Bersabarlah sedikit lagi. Bukankah tidak ada penantian yang sia – sia dijalanNya? Bukankah setiap kesabaran akan berbuah manis? Bukankah janji Allah pasti benar dan hanya Allah-lah yang Maha Menepati Janji? Bukankah kita diajarkan oleh langit tentang arti kesabaran bahwa ia luas dan tak terbatas? MasyaaAllah. Jadi, bersabarlah wahai hati. Penuhi hatimu dengan hal – hal baik sehingga hal buruk sama sekali tidak bisa menjadi pengisi ruang sekecil apapun dihatimu.

  • view 198