Ketika Senyum Hadir

Evie EarRliiene
Karya Evie EarRliiene Kategori Motivasi
dipublikasikan 28 November 2016
Ketika Senyum Hadir

“ Senyummu dihadapan saudaramu adalah sedekah ”.

Begitulah Islam menjadikan aktivitas tersenyum sebagai suatu ibadah. Kelihatannya sepele sekedar menggerakkan bibir diiringi tatapan mata berbinar hingga orang yang memandang anda pun akan merespon pula dengan sebuah senyuman.

Namun dikala galau melanda, suasana hati yang tidak mood, atau seabrek kerjaan menumpuk, saat itu mampukah anda mempersembahkan senyuman yang paling manis ?. Percayakah anda sebuah senyuman bisa merubah keadaan yang paling buruk sekalipun ?.

Senyum menjadi awal yang indah. Dunia serasa penuh pesona tatkala kita memandangnya dengan lensa kebahagian dalam bingkai senyuman.

Ketika anda merasa putus asa, marah atau bosan, sebuah senyuman akan  mengubah keadaan

Senyum…..adalah pancaran sebuah keimanan yang kokoh , hati yang bersih tanpa tendensi dan prasangka negatif. Itulah senyuman yang teduh. Sebaliknya disaat hati penuh ambisi dan amarah negatif maka senyumnya tidak menjadi terkesan baik dan bahkan hanya sekedar basa – basi dan sama sekali tak menyejukkan.

Tak ada ruginya anda tersenyum, bukankah sebuah yang tulus akan mencairkan suasana kaku, membuat rileks, santai dan melepaskan ketegangan – ketegangan. Senyum memberi kesan bahwa anda pribadi yang ekstrovert, suka membuka diri, mau berbagi serta memiliki sersivitas tinggi untuk peduli pada orang lain. Tapi ingat senyuman yang terlalu ekstrem bahkan sembarangan di obral justru akan membuat sebuah senyuman kehilangan pesonanya bahkan tak lagi menarik maupun mengundang simpati. Di sinilah untuk tersenyum ada teori dan ilmunya. Senyum yang tanpa aturan dan kelewat batas bisa berakibat fatal bahkan bisa menuai prahara dan bencana.

Persembahkan senyuman super spesial lagi hangat untuk pasangan hidup anda, buah hati, orang tua, kawan sesama jenis serta orang – orang yang merupakan mahrom anda.

Anda bercita – cita menjadi sosok yang menyenangkan dan sedap dipandang ?

Mulai sekarang biasakan tersenyum bukan hanya sebagai intermezzo atau sebuah prolog penghias pergaulan. Namun senyum yang dilandasi kecintaan pada Allah ‘Azza wa Jalla dan anda senantiasa terobsesi untuk meraih rahmat dan pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla semata. Itulah senyuman indah seorang mukmin yang selalu merindukan surga.

Dilihat 171