Teruntuk'mu, yg telah memberiku sebuah nama yg indah..

eva farahdiba
Karya eva farahdiba Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Februari 2016
Teruntuk'mu, yg telah memberiku sebuah nama yg indah..

Hari itu kamis, 6 Mei 2010.
Hampir malam di kota kelahiranku, tetapi aku masih berada di tengah puluhan orang yg tdk ku kenal, padahal malam itu benar-benar telah larut. Aku berjalan seorang diri, mencari apa yg ku cari. Aku letih, namun kerinduan mengalahkannya. Aku mempercepat langkahku, berharap cepat segera tiba pada apa yg membuatku rindu. Walaupun kenyataannya aku tak sekuat itu, aku benar-benar letih.
Langkahku seketika terhenti, entah kenapa. Mungkin ada yg membuatku terkejut, atau mungkin aku merasa takjub krn ternyata aku masih bisa menginjakkan kaki di kota yg hampir 20thn menorehkan banyak kenangan itu. Tapi bukan itu yg ingin aku paparkan.
Aku melangkah kembali dengan langkah sewajarnya, dari jauh dengan jelas aku melihat pria itu duduk tenang menunggu sesuatu. Aku melihat wajah pria itu begitu letih, lebih letih dari apa yg ku rasakan krn malam yg semakin larut. Ku hampiri dia, lalu ku cium tangannya penuh hormat. Ya Allah, pria itu benar-benar terlihat letih, terlihat lebih tua dari sebelumnya. Ingin rasanya aku bersimpuh & menangis sejadi-jadinya, tapi ku urungkan niatku, karena aku tak ingin ia melihatku rapuh. Aku berusaha terlihat kuat di depannya, aku ingin dia yakin bahwa hanya tinggal menghitung waktu, aku siap menggangtikan tanggung jawabnya, aku siap menanggung beban terberat dgn tulang punggungku. Aku ingin dia yakin bahwa kini aku bukan lagi seorang gadis kecil yg merengek meminta sebutir permen di tengah malam seperti yg pernah ku lakukan 15thn silam. Aku siap menggantikanmu merasakan kepenatan ini, ayah.
Lalu dia membawaku pergi dari tempat itu, mengendarai motornya dgn sangat cepat.
"teruslah ayah, kendarai motormu dgn sangat cepat, lebih cepat, & lebih cepat lagi jikalau dgn itu semua beban yg bertumpuk di pundakmu akan hilang seketika. Janganlah takut terjatuh, karena aku di belakangmu menjagamu. & aku pastikan aku yg akan celaka lebih dulu utk melindungimu. Jangan takut ayah, jangan takut." batinku.
Lalu dgn berusaha menampakkan keceriaan aku menceritakan beberapa gelintir kehidupanku yg sekarang, & dia mendengarkannya dgn terkantuk-kantuk. Aku tau ini terlalu malam, & aku membiarkannya sejenak terlelap, menghilangkan rasa lelahnya sebelum esok ia harus kembali menjalani aktifitasnya utk membuatku tetap hidup dgn layak.
Aku bahagia, aku bahagia memilikimu, ayah. Terimakasih, untuk setiap nafas yg berhembus ringan tanpa ada suatu kekhawatiran. karena aku yakin kau selalu ada menjagaku, kau selalu di dekatku melindungiku.
Maaf, untuk setiap waktu yg terbuang hanya demi membuatku tersenyum.
Kini aku bukanlah lagi gadis kecil yg bergelayut manja di pangkuanmu, ayah.
Aku tumbuh seiring waktu, aku tumbuh dgn didikan terbaikmu.
Pecayalah, aku akan selalu jadi kebanggaanmu.
Aku janji..


Dengan butir-butir kasih sayang ku tulis ini..
Teruntuk'mu, yg telah memberiku sebuah nama yg indah..

  • view 163