This is for you, my december present

eva farahdiba
Karya eva farahdiba Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 11 Februari 2016
This is for you, my december present

Tetiba menemukan ini. Sebuah kisah yang kadaluarsa, yang tak akan terulang kembali.

.

.

.

Masih terasa seperti mimpi, ada kau disini, di setiap lembar kisah hidupku.
Tak bosan-bosannya pikiranku merangkak ke masa lalu, 3 bulan yang lalu saat kisah ini berawal. Saat itu aku sedang benar-benar jatuh terpuruk, hingga tiba-tiba kau hadir, memberikan uluran tangan yang seolah-olah berkata ?ayo bangun, aku ada disini untukmu.? Dengan hati yang terbuka, aku menyambut uluran tanganmu hingga ku ikuti langkahmu dengan cepat. Sampai kita tiba di suatu tempat yang asing dimana hanya ada kita berdua didalamnya. Tempat yang begitu nyaman, begitu menyenangkan. Aku menyebutnya rumah hati, rumah hati kita berdua. Sampai aku tersadar, bahwa kau harus pulang, karena tempatmu bukan disini.
?Aku ingin tinggal disini, di rumah hati kita. Bersamamu menatap dunia.? Katamu. Namun aku selalu menampik, karena aku merasa kau harus pulang ke tempat seharusnya kau tinggal. karena aku merasa kita terlalu berbeda. Dan untuk bersama di rumah hati kita, kita harus meruntuhkan dinding-dinding yang terlampau tinggi itu, sementara kita tak punya apa-apa. Kita hanya memiliki kita dan satu harapan itu.
Namun kau menahanku, tiap kali aku hendak meninggalkan rumah itu. Kau meyakinkanku bahwa cintamu begitu besar, dan dengan itulah kau akan bertahan apapun resikonya. Namun aku masih saja bersikeras melepaskan genggamanmu hingga kaupun bertanya 'cintakah kau padaku?. Akupun mengangguk. 'Kalau begitu bertahanlah bersamaku.? Dengan sedikit ragu aku mengiyakan, mengikuti jejak hatimu kemanapun kau pergi. Hingga cintamu yang luar biasa membuatku tak ingin lagi beranjak, tak pernah lagi terlintas di benakku untuk pergi meninggalkanmu. Ya, aku ingin bertahan, bersamamu dengan segala kerumitan itu.
Lalu kita mulai memikirkan hari esok, merencanakan banyak hal, berkutat dengan harapan-harapan. Ah, sulit sekali sayang. Begitu banyak keterbatasanku. Kau adalah hal termewah yang kuingini di dunia ini, karena untuk bersamamu aku harus menukarnya dengan semua hal yang aku miliki.
Namun, 'percayakah kau sayang, Ia mempertemukan hati kita di sepenggal hidup ini bukan tanpa maksud? katamu berulang-ulang mencoba menguatkanku. Ya, aku percaya. Kau selalu punya cara-cara yang manis untuk menguatkanku, meyakinkanku bahwasanya Ia selalu memberikan penyelesaian dari jalan yang tak disangka-sangka. Kita memang tidak pernah tahu cinta-Nya akan membawa kita kemana sampai kita sampai di titik akhirnya, namun aku yakin bagaimanapun akhirnya, semua akan baik jika dengan ridho-Nya.
Ah sayang, aku sudah kehabisan kata-kata mendeskripsikan tentang kita. Saat ini aku hanya ingin disampingmu, menemanimu menghabiskan sisa-sisa waktu dipergantian umurmu. Terimakasih untuk semuanya. Cintamu yang begitu besar, kebersamaan yang berarti, dan semua hal yang terlalu banyak jika ku sebutkan satu per satu.
Selamat ulang tahun sayang. Hari ini kau menjelma menjadi sesosok pria yang jauh lebih dewasa lagi. Aku tak cukup tahu apa yang kau harapkan di hari ini ataupun hari esok dan seterusnya. Namun apapun itu, akan kuamini sepenuh hati.

I love you, I do love you..

  • view 146