Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 28 Februari 2016   06:10 WIB
BERSATULAH WANITA PERTIWI

Gerimis yang singgah sebentar

Diatas daun-daun

Yang tak sempat jatuhkan tetesnya kehalaman?

Sentuhanya lembut disetiap tetesnya

Membalut pagi di lensa jendela

Goreskan aksara tak sekedar aksara

Menahan beben rasa yang ada

?

Terdiam...

Diam dalam segala kecamuk yang ada

Ada jeritan yang tertahan

Dari wajah-wajah wanita bumi pertiwi

Wajah kusut dalam buaian jeritan pejuangan

Menyimpan gelisah disela-sela awan

Menyulam asa impian bersama gugusan mega

?

Ada gurat sesal dalam bola matanya

Sesalkan mana yang kau sesalkan

Jangan sesal jadikan putus asa

Terseret dalam garis takdir dikaki langit ilahi

Wanita pertiwi telah di haru-biru

Mereka tampak kecut...

Hidup keras...

Terhina dan tersipu malu

?

Kau relakan jiwa ragamu berkorban

wahai wanita bumi pertiwi

harga diri jangan dianggap mati

Sekarang bangkitlah

Nyalakan bunyi sirene perjuangan

Teriakan suara lembut nyanyian syahdu

Kebangkitan mimpi wanita tangguh

Bersatulah...

Untuk lancarkan serangan

Membuka mata dunia

Kau adalah inspirasi revolusi

gigih melangkah tapaki negeri sebrang

?

Kabarkan kepada mereka?

Tentang jari jemari lentik?

Yang mengukir aksara revolusi

Bagaimana menyimpan sen dalam tabung bambu

Yang telah berabad-abad setelahnya

Daun yang kering menjadi hijau

Batu bata tertumpuk menjadi istana

Jiwa-jiwa yang kosong?

Terisi ilmu-ilmu kehidupan

Bangkitalah...

Bersatulah...

Tunjukan pada dunia engkau adalah wanita tangguh.

?

Karya : Eva End