Melebihi teman biasa

Eva End
Karya Eva End Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 26 Mei 2016
Melebihi teman biasa

      Berawal dari teman yang memperkenalkanmu padaku bahwa kau adalah kekasihnya. Awalnya kita hanya sering sharing dan bicara tetang temanku itu hingga kita lebih banyak membahas hal-hal yang selalu membuatku tertawa lepas. Candaanmu spontan tanpa harus dibuat-buat yang terkesan kaku. Sampai di pertengahan tahun lalu saat kepulanganku dari negri beton (hongkong) kau menginjakan kaki bertandang kerumahku.

          Semua masih biasa saja seperti aku yang telah mengenalmu bertahun-tahun dalam duniaku tapi saat ini dihadapanku lebih banyak diam membisu, tak ada banyolan serta candaanmu yang khas seperti di chatting entahlah apa yang terjdi padamu aku juga tidak tahu. 

       Hingga waktu berlalu kita tetap hanya sebatas teman. Beberapa bulan dari pertemuan itu ada yang berbeda darimu.  Kata-katamu dan perhatianmu yang lebih dari hari biasanya tertegun membuatku tak percaya seolah menghipnotisku memaksa untuk bisa merasakan atmosfir udara itu. Aku merasakan perasaan yang aneh,  menjadi serba salah saat didekatmu. Sementara kamu tetap bersikap biasa seolah-olah kau tidak ada apa-apa saat didepanku tapi dimatamu ada isyarat berbeda berbicara lain dari biasanya.

       Mungkin aku lupa ada perasaan yang tak bisa dijadikan bahan gurauan, perasaan cinta & rindu. Aah... kuhela nafasku dalam-dalam bersama ingatanku yang melambung tinggi merasakan hal-hal romantis didekatmu. " Hai, Melamun" kau sentuh pundaku memuatku tersadar dari lamunanku. Lalu kau menarik lembut kedua tanganku "Meski sejujurnya aku terlalu cepat menyimpulkan. Namun, keyakinan sudah terkumpul didadaku kini tumbuh merimbun dan semakin menimbun perasaan tak menentu dan aku mulai percaya bahwa kau adalah Bidadari yang selamani kucari" katamu dengan nada lirih.       Bagai petir ditengah padang tandus kau sudah membuatku tak mampu berkata.  Kita berteman dan bersahabat selama bertahun-tahun hingga kini kau merubahnya dengan kata lebih dari itu. Tidak ada yang bisa menerka kapan cinta memilih jatuh pada seseorang saat ia terasa kita punya alasan untuk menjaga dan memperthankanya.

  • view 103