Hujanpun tak seaniaya dirimu

Ety Prasetyani
Karya Ety Prasetyani Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 Oktober 2016
Hujanpun tak seaniaya dirimu

Sore ini. Hujan rintik mengguyur sepanjang perjalanan purbalingga-salatiga. Hanya sesekali saja awan tak menumpahkan air matanya.

kemelut hati dan perasaanku seakan muncul di langit dalam bentuk gumpalan-gumpalan awan pekat. Kadang menghilang. Kadang datang diseret angin tak berkesudahan. Mulai dari hujan rintik sampai hujan dengan angin mengerikan.

aku mencintai hujan. Sama seperti aku juga mencintai panas. kata orang, hujan membawa kenangan, sedangkan terik matahari membawa perjuangan. 

Kataku, hujan banyak membawaku pada hal-hal mellow. Dimana aku menyadari bahwa menjaga hal-hal yang kumiliki itu lebih berat daripada memperjuangkan yang belum kumiliki.

hujan membawaku padamu, kenangan manis dan pahitku.

hujan, gerimis, mendung.

kalian lengkap seperti mesin waktu yang mampu menyeretku pada masa-masa yang tak kutahu akan bagaimana akhirnya.

Malam ini. Kau tak datang menyambangiku. Tapi seharian tadi kau sukses membuatku berkaca.

 

Salatiga. 3 oktober 2016

Ety Prasetya

  • view 172