Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Inspiratif 10 Mei 2016   18:01 WIB
Perempuan, Keluarga dan Me Time

Lukisan Vladimir Volegov ini unik.
Ibu muda dan putranya saat minum teh.
Apa yang ada di pikiran perempuan ini?
Ketika memiliki anak, untuk pertama kalinya perempuan berbagi kehidupan pribadi dengan orang lain, manusia kecil yang menyita seluruh perhatian dan tenaga. Ketika masih seorang gadis, perempuan memiliki banyak waktu dan konsentrasi untuk me time, kesenangan-kesenangan pribadi dan seluruh fokus yang ditujukan bagi dirinya sendiri.
Banyak perempuan memudar dan akhirnya menjadi marah-marah ketika tanpa dia sadari --seringkali juga dia malah tidak tahu apa yang sebenarnya dia alami karena rasa keibuannya-- dia kehilangan secara terus-menerus dirinya. Tergerus karena harus berbagi kehidupan dan kesenangan dan itu hampir semua kehidupan dan kesenangan sebelumnya!

Ini penyebab ibu-ibu muda marah-marah mulu, bukan cuma karena seks yang monoton dan suami yang sama bodohnya untuk memahami psikologis pasangan, tapi juga karena perempuan mempunyai ketakutan di dasar jiwanya karena kepribadiannya dikuasai oleh insting kebahagiaan menjadi ibu, kelelahan mengurus dan memperhatikan sang anak dan dominasi yang membawa cinta sebagai penguasaannya. Ini penjajahan yang alami dan berkasih sayang! Dan inilah yang membuat perempuan menikmati tapi juga menjadi sangat pemarah dari sebelumnya ketika mereka masih gadis.

Banyak perempuan tidak paham ini, apalagi laki-laki yang merasakan akibat kemarahan yang membingungkan ini, yang asalnya entah dari mana, yang seringnya secara sederhana khas laki-laki, mereka berpikir pasangan mereka kekurangan seks yang spektakuler. Laki-laki lalu berpikir untuk mengatasi hal ini dengan sungguh-sungguh, mereka mendorong si istri untuk menikmati seks. Mereka merayunya dan ketika si istri ogah karena sepanjang hidupnya sekarang dia kehilangan mood akan hal-hal berbau intimisasi --dia bahkan telah "penuh" dengan intimisasi: anaknya mengintiminya sepanjang waktu!-- si lelaki memaksanya untuk mau! Bahkan sangat banyak laki-laki masih begitu percaya, perempuan ogah itu sebenarnya mau tapi lagi kepengen dipaksain dikit aja. Masa sih orang ga mau seks? Itu kali elo vroh, yang punye penis. Perempuan kaga selalu memandang seks itu memaukan, ini malah sering memuakkan kalau gaya si pemilik penis mengacaukan doang.

Jadi itu yang terjadi.
Trus apa sih maksud lukisan ini?
Maksud lukisan sensual ini, ini perempuan berkarakter yang menolak dominasi. Dia menjaraki putranya dengan cangkir tehnya, kenikmatan me time yang dia tetap laksanakan di sore-sore kehidupannya. Tapi dia tetap ingat tanggungjawab seorang ibu dan karena itu dia memangku putranya secara mantap dan aman.

Ini baru namanya perempuan.
Tidak kehilangan dirinya dengan bertingkah keibuan yang kalap. Ya, keibuan yang kalap!
Perempuan harus paham apa yang sedang terjadi kalau mau bahagia. Yang tidak paham, jangan mencoba bahagia dan berlagak telah bahagia. Ntar lu marah-marah dan garang muluk tiap pagi dan malam.

Karya : Estiana Arifin