SELAMAT HARI GURU NASIONAL: JIWA SEMANGAT PENGOBAR ILMU

Esa Septian
Karya Esa Septian Kategori Inspiratif
dipublikasikan 25 November 2017
SELAMAT HARI GURU NASIONAL: JIWA SEMANGAT PENGOBAR ILMU

          Pendidikan merupakan sarana mencetak dan memajukan generasi penerus bangsa, oleh karenanya pedidikan menjadikan hal yang utama dalam kehidupan masyarakat. Mempunyai jiwa semangat yang tak pernah lelah untuk selalu menebar ilmu yang dapat bermanfaat untuk orang banyak. Guru adalah aktor utama sebagai agen perubahan dan pentransfer ilmu pengetahuan dan menjadi tantangan Guru di masa sekarang dan masa depan lebih professional dalam menjalankan profesinya.

         Menjadi guru bukanlah soal kegiatan belajar mengajar saja. Dibalik itu semua terdapat komitmen untuk berusaha menciptakan perubahan yang maju di dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia. Mempunyai banyak rintangan tersendiri yang dihadapi oleh guru. Apalagi dengan pesatnya kemajuan teknologi akan menjadi penghambat untuk para guru mendidik para muridnya. Sebab. Dengan perkembangan tersebut, terdapat kemerosotan moral dan akhlak pada dunia anak-anak dan remaja saat ini. Menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Menjadi guru bukan hanya menjadi suatu profesi saja melainkan panggilan jiwa akan pentingnya melihat dan menjelajahi dunia. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari yang tidak bisa menjadi bisa. Tak khayal guru telah menjadi pahlawan tanpa tanda jasa dan pahlawan kebenaran yang memerangi kebodohan publik dan kesemrawutan negara.

          Di era modern ini tantangan-tantangan yang dihadapi oleh guru semakin besar dalam mendidik cikal bakal generasi penerus bangsa. Kejahatan kini sudah merasuk kedalam ranah pendidikan, maka menjadi tugas dan tanggung jawab guru untuk membentenginya.  Guru dituntut untuk menjadi teladan bagi para siswa. Sebab, sebagian besar waktu hari-harinya ia habiskan di sekolah. Tantangan yang sangat sulit ketika kasus narkoba, kenakalan remaja dan kemerosotan moral anak sudah menjadi bagian dari lingkungan sekolah dan tak tabu lagi untuk ditutup-tutupi. Bahkan ketidakpedulian dari orang tua menjadi factor yang berpengaruh besar untuk mendidik anaknya. Banyak yang sibuk kerja dan  Kadang-kadang banyak orang tua yang selalu menyalahkan guru ketika terjadi sesuatu hal yang menimpa anaknya. Padahal guru hanya menjalankan tugas dan tanggung jawabnya untuk memberikan pelajaran sedikit kepada muridnya karena menjadi guru adalah menjadi pengganti orang tua untuk murid selama di sekolah. Maka dari itu apapun yang dilakukan oleh guru adalah demi kebaikan muridnya itu sendiri.
 
          Motivasi dan tekad yang bulat harus selalu tertanam didalam jiwa guru untuk mengemban misi yang sangat penting demi kemajuan bangsa. Ingatkah? ketika jepang pernah terpuruk dengan hancurnya kota Nagasaki dan hirosima oleh bom amerika serikat? Jepang saat itu lumpuh total dan  banyak korban yang meninggal mencapai jutaan jiwa. Belum lagi dari sisa radiasi bom tersebut yang membutuhkan waktu sekitar 50 tahun untuk menghilangkannya. Dan jepang akhirnya menyerah kepada sekutu, Setelah itu kaisar hito mengumpulkan Jendral yang masih hidup dan hal yang pertama ia tanyakan bukanlah menanyakan berapa jumlah dokter atau tentara yang tersisa, melainkan yang pertama kali ditanya olehnya ialah berapa jumlah guru yang tersisa? Betapa berartinya guru dimata kaisar hito. Jepang kuat dalam persenjataan dan senjatanya, tetapi tak pernah mau belajar untuk membuat bom sedahsyat itu. Maka dikumpulkan lah seluruh guru yang tersisa dan memulai untuk menata dan memperbaiki keterpurukannya. Sehingga kita tahu sekarang jepang menjadi negara yang maju berkat guru. Kemajuan tersebut hanyalah sebagai bukti bahwa betapa pentingnya sosok guru yang dapat memberikan perubahan.

          Guru ibarat sedang menanam bibit tanaman, jika menanam yang baik maka nanti akan menuai hasil yang baik juga untuk muridnya. Tersemat dalam nama guru sebagai pahlawan bahwa Menjadi guru adalah mulia, sebab tugasnya ialah mencerdaskan bangsa. Miris rasanya melihat guru-guru yang terseret kasus hukum hanya gara-gara menjewer telinga muridnya akibat nakal, dan anak tersebut melaporkan kepada orang tuanya, sehingga orang tuanya tidak terima atas perlakuan tersebut dan diseret ke meja pengadilan. Inilah yang terjadi pada pendidikan sekarang, keberpihakan orang tua kepada anakanya sehingga menjadi anak selalu di bela walau salah dan selalu di manja. Hingga pada akhirnya akan terjadi kebobrokan mental pada anak.

          Menjadi guru masa kini, baik calon guru maupun guru yang sudah lama mendedikasikan drinya untuk bangsa. Dapat dibekali dengan kemampuan memahami karakteristik anak zaman sekarang. Perlunya pendidikan mental dan karakter kepada anak, bahwa menjadi bangsa yang besar merupakan misi perkembangan dunia pendidikan.  Dalam prosesnya tantangan yang dihadapi oleh guru bermacam-macam dari segi aspek sosial budaya dan teknologi.
Sejatinya menjadi guru baik di masa sekarang dan di masa depan dapat mewaspadai hal-hal yang menjadi budaya dan penyakit mental yang dapat menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Beberapa tuntutan guru yang harus menyesuaikan perkembangan zaman diantaranya dengan melek IT, Semangat untuk selalu memotivasi muridnya untuk membaca buku, memahami serta dapat menangani sikap dan perilaku murid di zaman sekarang.

          Menjadi agen perubahan pemikiran guru dapat membuat sebuah kemajuan terhadap isu-isu global. Untuk menjadi agen perubahan (agent of change), seorang guru harus profesional dan memiliki kompetensi yang diharapkan. Di samping itu seorang guru harus memiliki kemampuan untuk selalu beradaptasi dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, pemikirannya akan selalu terasah mengikuti perkembangan zaman.
Semangat guru dalam menemban tugas dan tanggung jawabnya harus selalu dikobarkan, sebab hal itu dapat menjadi teladan bagi muridnya untuk selalu semangat menuju perubahan bangsa yang beradab.

 

*(esa)

  • view 43