Tetesan Keringat Berujung Neraka

Erna Risma
Karya Erna Risma Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 23 Maret 2016
Tetesan Keringat Berujung Neraka

Untuk Imamku...

?

Masih terngiang ikrar suci yang kau ucapkan dihadapan saksi. Saat itulah seutuhnya aku milikmu, aku tanggungjawabmu, sampai dosa terkecilku kau yang menanggungnya. Betapa tidak? Kita dipersatukan untuk saling mengingatkan, memahami, dan memperbaiki diri. Selamanya, seumur hidup.

Semua berjalan dengan begitu indah. Cobaan dan ujian semakin menguatkan kita. Aku berusaha menjadi si 'sabar' si 'kuat' tanpa ada kata tapi. Ku abdikan seluruh hidupku untukmu!

Dan kau bermain sebagai peranmu. Menjalankan kewajibanmu sebagai Imam, Presiden, dikeluarga kita. Pagi buta kau langkahkan kaki, memulai kewajibanmu. Meski aku tahu lelah kemarin belum terhapus. Aku memandangi langkahmu di balik jendela, sampai kau berlalu meninggalkan senyum sayangmu.

Aku sangaaat tahu, seberapa berat tugasmu sebagai seorang pemimpin keluarga. Kita mempunyai kewajiban masing-masing. Setiap hari aku mengurus semua keperluan keluarga, merawat anak kita, melayanimu, dan masih banyak lagi yang harus aku kerjakan.

Aku tidak pernah membandingkan kewajiban kita. Karena semua yang aku lakukan tidak akan sebanding dengan semua pengorbananmu. Bagaimana aku bisa bertahan tanpa kau memberiku makan? Tanpa kau memnuhi semua kebutuhan kita.

Yaaa, aku sadar kewajibanku. Meski tak ada hal yang dapat menggantikan semua pengorbananmu, namun setidaknya aku berusaha untuk tidak membuat tetesan keringatmu menjadi api neraka. Bagaimana mungkin aku membalas pengorbananmu dengan api neraka? Bagaimana mungkin lelahmu aku balas dengan api neraka? Lalu, bagaimana dengan setiap tetesan keringat yang kau korbankan untukku tiba-tiba menjadi hisaban mu akhirat kelak?

Tidak, aku tidak ingin itu terjadi. Kita berada dalam ikatan suci, karena Allah. Maka semua yang aku lakukan karena Allah. Dan Engkau alasanku, mengapa sampai detik ini aku selalu berusaha untuk lebih baik.

Aku berusaha menutup berhijab dengan baik, agar keringatmu tidak menjadi api neraka. Aku berusaha menjadi lebih baik, agar api neraka tidak mendekatimu.

Daaaan, semoga Allah mengganti setiap tetes keringatmu sebagai pahala untuk bekal di akhirat nanti.

?

Jogja, 23 Maret 2016

  • view 191