Adakah Sedikit Waktu untuk Secuil Ceritaku?

Erma Yasinta
Karya Erma Yasinta Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 17 Februari 2016
Adakah Sedikit Waktu untuk Secuil Ceritaku?

Sebenarnya aku punya cerita untukmu, itupun jika kamu punya waktu. Cerita itu ada saat aku terbiasa berbicara denganmu. Ada maksud yang tersirat dibalik kata-kataku. Aku ingin lebih lama berbincang denganmu, tapi kamu tak pernah menyadari itu.

Aku yang katamu miskin kosakata selalu menuggumu di penghujung malam. Menunggumu yang terlampau asyik menghabiskan waktu. Menunggu?

Bagimu mungkin aku hanyalah si miskin kosakata yang tak akan pernah bercerita.
Bagimu mungkin aku hanya si pendiam yang hanya akan berteman dengan keheningan.

Miskin kosakata bukan berarti tak bisa berkata kan?
Pendiam bukan berarti tak dapat bersuara kan?

Aku paham, gemerlap duniamu lebih indah daripada keheningan di sekitarku.
Aku tahu, orang-orang di sekelilingmu lebih mengasyikkan daripada seseorang yang tak berintonasi sepertiku.

Ceritaku mungkin akan terdengar membosankan. Aku bukan pencerita yang baik sepertimu yang mampu membawa suasana. Menjadi pendengar lebih mudah daripada menjadi pencerita, menurutku.

Untuk secuil ceritaku, apakah kamu punya waktu?

  • view 153