'Terjun Payung' A La Chelsea

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Bola
dipublikasikan 20 Januari 2016
Sepakbola, Gengsi dan Harga Diri

Sepakbola, Gengsi dan Harga Diri


Bola adalah salah satu bagian dari hidup saya. Bikin senang, sedih, galau, pusing, marah-marah tetapi yang pasti bola bikin saya ketagihan.

Kategori Acak

1.7 K Hak Cipta Terlindungi
'Terjun Payung' A La Chelsea

Fakta yang dialami Chelsea selama musim ini dan musim lalu membuktikan bahwa apa pun bisa terjadi dalam dunia sepakbola. Dielu-elukkan sebagai kampiun Liga Primer Inggris musim 2014/2015, siapa sangka klub ini terseok-seok menaiki tangga menengah klasemen.

Situasi Chelsea begitu panas hingga setidaknya pekan ke-16 yang berujung pada pemecatan Jose Mourinho, The Special One yang tiada ampun akhirnya dipecat oleh manajemen Chelsea. Ia dipecat gara-gara hanya mampu memberikan 15 poin dari 16 laga di Liga Primer Inggris yang membuat juara bertahan Liga Primer Inggris musim 2014/2015 ini sempat terpuruk ke posisi 16 dalam klasemen sementara.

Terlepas dari berbagai rumor yang menyebabkan dipecatnya Mourinho, seperti ?pengkhianatan? beberapa pemain Chelsea, langkah Roman Abrahimovic saya rasa realistis. Tanpa berusaha mengesampingkan kemungkinan unsur ?kesengajaan? bermain buruk beberapa pemain Chelsea demi menjungkalkan Mourinho, sikap fans yang keberatan ia dipecat, bagaimana pun kinerja suatu klub dinilai dari performa di lapangan. Terkadang fans mau tidak mau harus menerima kenyataan pelatih kesayangan mereka harus pergi dan diganti dengan yang mungkin mereka kurang sukai entah atas dasar performa kurang ciamik mereka sebelumnya atau sikap yang kurang baik.

Guus Hiddink pun meneken kontrak menangani Chelsea hingga berakhirnya musim ini. Tak banyak suara sumbang fans mengiringi datangnya pelatih asal Belanda ini dan saya, yang bukan fans Chelsea, merasa klub ini memang tak punya banyak pilihan lain. Yang terpenting menjaga agar klub ini tidak terdegradasi jika sadar mempertahankan gelar musim ini terasa sangat mustahil. Kinerja Hiddink yang gagal membawa Belanda lolos ke Piala Eropa 2016 menjadi alasan saya menyayangkan pihak Chelsea yang lebih menjatuhkan pilihan ke pria yang juga dulu pernah meramu Chelsea ini pada 2009 ini. Tetapi lagi-lagi tak banyak pilihan yang bisa segera dieksekusi oleh Chelsea dalam waktu yang cukup mepet.

Terbukti, hasil cukup positif diraih Chelsea, meraih rentetan kemenangan dan hasil seri, termasuk mengalahkan Crystal Palace di liga domestik tersebut dan menang 2-0 atas Scunthorpe dalam ajang Piala FA. Kini, Chelsea bertengger pada nomor 14 dengan raihan 24 poin dari 21 pertandingan. Hanya enam tim yang lebih buruk dari Chelsea; Aston Villa menghuni papan dasar klasemen sementara.

Terlalu terlambat memang bagi Chelsea untuk bersaing dengan Arsenal yang masih menghuni puncak klasemen tetapi minimal tim ini masih mempunyai modal bagus untuk mengakhiri musim ini dengan nada positif. Belum lagi masih ada asa di Piala FA dan Liga Champions.

?Foto diambil dari www.chelseafc.com

  • view 145