Juventus Vs Napoli, Satu Laga Sejuta Cerita

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Bola
dipublikasikan 17 Februari 2016
Juventus Vs Napoli, Satu Laga Sejuta Cerita

Andai pamor Serie A Italia setara Barclays Premier League atau La Liga, tentu laga akhir pekan lalu antara Juventus kontra Napoli akan lebih bergema. Betapa tidak. Laga yang dihelat di Juventus Stadium tersebut tak hanya menyuguhkan aksi teknis pemain, adu strategi a la catur dari kedua pelatih tetapi juga pertarungan beberapa pemain tertentu.

Babak pertama sangat menguras tenaga bagi pemain sekaligus memutar otak dan memicu denyut jantung bagi penonton. Juventus terlihat lebih banyak menyerang tetapi masih gagal membuahkan gol berkat lini pertahanan Napoli yang sangat rapat. Sungguh mengasyikkan menonton Juventus pada babak pertama ini. Tempo cepat, bergantian mengalirkan serangan baik dari sisi tengah mau pun kiri dan kanan secara cepat.

Beberapa penggemar Juventus di Twitter saat laga bertanding mengibaratkan pertandingan tersebut, terutama di babak pertama, bak catur. Adu taktik antara Massimiliano Allegri kontra Maurizio Sarri. Saya sendiri begitu menginginkan Juventus menang sebab tiada lagi tim yang bisa menaklukkan Napoli sekaligus merebut tahta pemuncak klasemen, selain Juve. Jadi menonton laga tersebut sungguh cukup membuat saya ?tersiksa?, yang berarti campur aduk antara bersemangat sekaligus ikut pusing memikirkan bagaimana cara mencetak gol di tengah laga yang sangat ketat tersebut.

Tiap kali pemain tengah Juve, baik melalui Paul Pogba, Sami Khedira, hingga dua sayap andalan Stephen Lichtsteiner dan Juan Cuadrado, menggedor, pemain Napoli seakan tak pernah kehabisan akal mematikan serangan.

Sungguh cukup menguras otak menikmati racikan taktik kedua pelatih. Ditambah beberapa kali ada adegan penjagaan khusus beberapa pemain, misalnya Paul Pogba dan Allan, atau Andrea Barzagli dan Gonzalo Higuain, membuat pertandingan tersebut terasa begitu menguras perasaan. Higuain, yang kini memimpin daftar pencetak gol terbanyak dengan 24 gol, nyaris tanpa suara dalam penjagaan si tembok tangguh Andrea Barzagli.

Babak pertama yang penuh dengan hiburan tingkat tinggi sayangnya tidak berlanjut di babak kedua, awalnya. Napoli terlihat lebih menguasai laga dan membuat Juve tak mudah memperoleh bola, tak seperti babak pertama. Skema serangan pun jauh lebih tersebar, tak seperti di babak pertama dimana tuan rumah cenderung lebih mendominasi.

Dan ketika saya sudah mulai menyerah, berpikir galau bagaimana jika skor masih kacamata dan dampaknya ke perburuan ?scudetto?, bola serang tiba-tiba tercipta dengan memanfaatkan serangan gagal Napoli mengalir di kaki Khedira lalu diumpan panjang ke Alex Sandro, Patrice Evra dan mendarat di kaki Simone Zaza, lalu goooolll.........

Antara bingung, setengah ngantuk dan senang. Saya perlu menyaksikan siaran ulang guna memastikan bahwa gol semata wayang yang ditunggu-tunggu oleh Juventini benar-benar pecah, menggemparkan ribuan Juventini yang memadati Juventus Stadium.

Zaza, sang ?super sub? lagi-lagi membuktikan pertaruhan Max Allegri yang hampir selalu berbuah manis saat perjuangan Juventus menemui jalan buntu. Sontak, saya bahagia, apalagi menyaksikan Juventini di barisan VIP yang mungkin untuk kali pertama melompat-lompat kegirangan. Siapa sangka Juventus, yang mengawali musim 2015/2016 dengan sangat buruk, sempat terjerembab di posisi ke-17 kini nomor 1!!!! Fantastisnya lagi, Si Nyonya Tua mencatatkan 15 kemenangan beruntun, klub terbaik bersama Stuttgart di lima liga elit benua Eropa, hingga saat ini. Semoga trofi ?scudetto? musim 2015/2016 masih enggan beranjak dari lemari piagam Juventus FC.

FINO ALLA FINE FORZA JUVENTUS!

?

Foto diambil dari forzaitalianfootball.com

  • view 136