Hadiah Man Booker 2017 Jadi Milik George Saunders

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 18 Oktober 2017
Hadiah Man Booker 2017 Jadi Milik George Saunders

Semalam waktu Inggris, panel juri mengumumkan George Saunders, penulis asal Amerika Serikat/AS, menjadi pemenang Man Booker tahun ini berkat bukunya, ‘Lincoln in the Bardo’ yang dinilai “unik dan luar biasa’. Mengutip laporan dari guardian.co.uk pada Selasa (17/10/2017), novel ini berdasarkan kejadian nyata.

Pada suatu malam pada tahun 1862 saat Abraham Lincoln mengubur putranya, Willie, yang berumur 11 tahun di sebuah pemakaman di Washington, AS. Membayangkan sang putra terjebak di dalam Bardo, istilah Tibet untuk sejenis tempat orang yang dibuang, novel ini mengikuti perjalanan teman sang putra Lincoln tersebut, yang juga terjebak di pemakaman itu dan masih belum bisa menerima kenyataan telah meninggal dunia. Ia mengamati Willie yang masih sangat ingin ayahnya kembali.

Ditulis hampir sepenuhnya dalam bentuk dialog, novel ini memasukkan potongan teks bersejarah, biografi dan surat, beberapa bertentangan satu sama lain dan yang bertolak belakang dengan yang ditulis oleh Saunders sendiri.

Penulis berusia 58 tahun ini saat menerima penghargaan ini mengatakan: “Jika kalian belum memperhatikan, kita hidup di waktu yang aneh, jadi inti pertanyaan sangatlah sederhana,” katanya. “Akankah kita menanggapi dengan prediksi negatif dan mengucilkan diri dan melakukan kekerasan? Atau akankah kita mengambil lompatan keyakinan dan melakukan sebisa yang kita mampu dengan sepenuh hati?”

Saunders akan mengantongi uang tunai senilai 50 ribu poundsterling sedangkan lima kandidat lainnya akan memperoleh 2.500 poundsterling serta edisi khusus atas novel mereka masing-masing. Sekadar informasi, ke-5 pesaing Saunders tersebut adalah:
‘4 3 2 1’ milik Paul Auster, “Elmet” oleh Fiona Mozley, “History of Wolves” oleh Emily Fridlund, “Exit West” oleh Mohsin Hamid dan ‘Autumn’ karya Ali Smith.

Selamat, George Saunders!

Sumber foto 
 

  • view 25