Tiada kebingungan yang membahagiakan kutu buku selain yang ini

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 September 2017
Tiada kebingungan yang membahagiakan kutu buku selain yang ini

Semalam aku akhirnya selesai membaca ‘Sense and Sensibility’. Aku bilang akhirnya sebab melahap buku ini bukan perkara yang gampang. Padahal dipikir-pikir inti cerita sederhana tentang kisah cinta dua saudari, Elinor dan Marianne Dashwood, yang pada akhirnya berakhir bahagia. Masing-masing menikah dengan pria yang mereka cintai melalui serangkaian drama yang cukup pelik.

Yang bikin novel klasik karya Jane Austen ini terasa berat adalah karena gaya kepenulisannya yang bak berlapis-lapis. Aku harus menyibak satu demi satu lapis dulu demi bisa menyelami kisahnya secara dekat. Bahasa yang ia pakai super sopan sehingga di satu sisi bisa membuat konflik terasa jauh lebih dramatis tetapi di sini lain apa yang dirasa oleh si karakter terbaca sangat pilu.

Kalau boleh jujur, aku malah tertantang belajar membaca karya model beginian ketimbang menyelami atau penasaran dengan nasib akhir tokoh-tokohnya. Banyak kosakata yang aku tidak paham, alur yang alpa nemplok di kepala tetapi keindahan teknik menulis Jane Austen membuatku terhibur sekaligus pusing. Hehe..

Anyway.. Novel ini rampung juga. Aku bahagia sekali. Lega sebab aku memenuhi komitmenku membaca novel meski agak susah payah dalam menyelesaikannya. Buatku membaca novel klasik membutuhkan niat kuat sebab tebalnya halaman dan bahasa yang biasanya susah.

Jadi hari ini aku menikmati masa kebingungan yang paling aku tunggu: menentukan judul mana yang akan aku baca setelah ini, hehe.

Akankah aku kembali membaca novel klasik? Atau maukah move on ke judul yang lebih modern? Bagaimana dengan novel terjemahan? Tidakkah dari dulu aku ingin menjajal sastra Eropa Timur atau Amerika Latin, misalnya? Novel kontemporer, seperti ‘The Vegetarian’ lagi hits loh, yakin nggak mau baca?

Dan seabreg pertanyaan di dalam benakku untuk diriku sendiri.

Belum lagi mikir apa uangku cukup membeli itu semua, hehe.. Terus, bimbang jika harus membeli novel lewat toko online sebab tidak tersedia di toko buku kesayangan. Tapi membeli buku di toko offline kan memberikan kesenangan luar biasa yang tidak terbantahkan? Bisa cuci mata banyak judul tanpa perlu membeli sedangkan membeli buku online hanya tinggal klik. Tak ada sensasi menyenangkan di dalamnya.

Mendadak si kutu buku ini menjadi ratu drama yang sangat menyebalkan. Untungnya ia mengesalkan diri sendiri, tidak ada orang lain yang dirugikan. Si kutu buku ini sekali dalam sebulan atau beberapa bulan merasa pusing untuk hal yang berulang-ulang lagi. Yang membuat kepala pening tetapi membuatnya riang. Kebahagiaan tersendiri yang sangat layak ia dapatkan usai menyelesaikan petualangan yang bisa berat, ringan atau sedang dalam membaca buku sebelumnya.

Sebab hadiah usai membaca buku adalah membaca buku lainnya lagi.

Foto diambil dari sini 

  • view 33