Hobi Baruku: Membaca Curhatan Penulis

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Buku
dipublikasikan 26 April 2017
Hobi Baruku: Membaca Curhatan Penulis

Menemukan situs baru sesuai hobi secara tak sengaja itu hal menggembirakan tersendiri. Memperoleh kebiasaan membaca hal baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya lalu jadi ketagihan itu benar-benar jadi hal luar biasa yang berlipat ganda nikmatnya.

Ceritanya begini:

Aku menemukan situs tentang buku dan buat pencinta buku bernama readitforward.com secara tidak sengaja. Begitu menemukannya aku langsung terkejut bahagia sebab isinya sangat berbobot dengan cara penulisan yang santai hingga buat aku yang kurang kenal buku atau si penulis buku tersebut masih bisa menikmati tulisannya.

Lalu aku menemukan bagian, yang ini sampai dibuat bagian khusus, mengenai curahan hati penulis buku. Aku sebut curahan hati sebab tidak semua yang mereka tulis berisikan tips menulis, mencari agen penerbit atau halangan dalam kepenulisan atau proses kreatif mereka.

Tetapi beberapa yang mereka bagi dalam bagian tersebut justru hal-hal yang di luar dugaan mereka sendiri, yang tentu saja menarik buat dibaca. Ditambah pengetahuanku yang nol tentang penulis-penulis di bawah ini menjadikan hobi membaca baruku ini terasa unik dan menyenangkan. Ini beberapa contoh yang aku pernah baca:

  1. Anna Lawton

Anna merupakan penulis ‘Family Album’ dan ‘Amy’s Story’, dua-duanya aku baru tahu judulnya beberapa hari yang lalu, haha.. Yang menarik dari membaca tulisannya adalah pengakuannya mengenai keputusannya menulis dalam Bahasa Inggris, yang bukan bahasa ibunya. Penulis asal Italia ini mengakui menulis novel dalam bahasa yang bukan bahasa ibunya memang cukup membuat bingung banyak orang tetapi sebenarnya ia tidak sendiri. Telah banyak penulis sebelum dia yang melakukannya dan ternyata berhasil.

Anna sendiri pindah dari negara asalnya, Italia, ke Amerika Serikat mengikuti pria yang jadi pujaan hatinya yang memang warga Amerika Serikat yang lalu jadi suaminya. Ia pun bercerita dirinya yang saat pindah ke negeri Paman Sam dengan Bahasa Inggris jauh dari sempurna lalu lama-kelamaan menjadi bagus hingga saat ini. Tak cuma menulis dalam Bahasa Inggris, Anna juga pernah belajar Sastra Rusia. Setelah bertahun-tahun menulis esai, kolom dan sebagainya, lahirlah novel dari tangan Anna.

  1. Jennifer Klinec

Ia menulis ‘The Temporary Bride’, yang juga baru aku tahu judulnya minggu lalu, hehe.. Dalam curhatannya, Jennifer berbagi tentang proses menulis novel tersebut, yang ia lakukan semuanya di dalam perpustakaan. Hmm..

Bahkan ia berpindah-pindah perpustakaan hingga ke luar negeri selain di London, tempat ia bermukim. Ia menyelesaikan buku tersebut di perpustakaan di Budapest, Zurich hingga ke Mesir, ckck.. Buatnya, perpustakaan tak hanya menawarkan keheningan buat menulis tetapi juga sebagai tempat berlindung. Bebas dari koneksi internet. Ia merasa aman di antara deretan buku dan meja membaca. Luar biasa perjuangannya!

  1. Jodi Mcisaac

Apa yang akan kamu lakukan jika saat proses riset menulis novel kamu justru menemukan hal penting di luar dugaanmu?

Begitulah yang Jodi bagi dalam curhatannya. Waktu itu ceritanya ia sedang melakukan riset demi menulis ‘The Revolutionary Series’, yaitu tentang sejarah Irlandia. Siapa sangka ia justru menemukan banyak informasi tentang Perang Sipil Irlandia (1922-1923) saat dalam proses tersebut.

Dari temuan yang tidak sengaja tersebut, Jodi justru tertarik mempelajarinya lebih lanjut. Ia sampai pergi ke Irlandia dan banyak membaca buku yang membahas mengenai perang itu.

 Foto diambil dari sini.

 

  • view 92