Saat kutu buku menertawakan kekonyolannya sendiri

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 08 Februari 2017
Saat kutu buku menertawakan kekonyolannya sendiri

Pernah tidak kawan sekalian mendiamkan buku atau novel selama bertahun-tahun? Ia hanya memenuhi rak buku. Bahkan pernah terlintas keinginan untuk membuangnya tetapi urung. Hingga akhirnya setelah tak ada lagi novel yang mau dibaca, stok habis, mau beli buku baru bingung lalu tangan pun tergerak membuka buku tersebut dan voilai!

Novel tersebut ternyata cukup bagus. Setidaknya menghibur dan membuat tertawa. Di satu sisi, kalian bahagia menemukan bacaan bagus, apalagi dari buku yang sebelumnya pernah hendak ditendang. Belum lagi nggak perlu buang-buang duit buat beli bacaan baru.

Tetapi di sisi lain, kalian menertawakan diri kalian sendiri sambil berkata dalam hati: “Selama ini aku kemana ya? Buku keren kayak gini aku anggurin sekian lama?”

Itu yang aku alami beberapa hari yang lalu. Aku membeli novel terjemahan dari Bahasa Prancis ke Bahasa Inggris dari sahabat karib waktu kuliah dulu di Yogyakarta. Buku ini berjudul Pot-Bouille karya penulis tersohor asal Prancis, Emile Zola (1882).

Bertahun-tahun aku mendiamkan buku tersebut. Selain karena masih malas membaca buku terjemahan, melihat halaman pertama saja aku sudah tidak tertarik. Entah kenapa akhir pekan yang lalu aku membuka kembali buku tersebut.

Memang aku sedang bingung mau membeli novel apa usai menyelesaikan membaca antologi cerita pendeknya Robert Louis Stevenson, akhirnya aku iseng buka Pot-Bouille. Eh ternyata..

Aku malah langsung jatuh cinta membaca kalimat-kalimat awalnya saja. Deskriptif dan pendek-pendek a la Ernest Hemingway. Bahasa yang dipakai lugas dan enak sekali dinikmati. Penggunaan sapaan Monsieur, Madame langsung melambungkanku ke kota Paris sebab novel ini memang mengambil latar tempat di kota tersebut.

Selain mulai menikmati alur cerita novel tersebut, aku masih juga menertawakan diri sendiri betapa bodohnya aku pernah lama tidak menyentuh buku ini. Terkadang pepatah yang bilang kalau kepepet apa saja jadi asyik benar adanya. Kalimat itu cocok buatku saat ini. Hehe..

 Foto diambil dari sini.


  • Fendi Chovi
    Fendi Chovi
    5 bulan yang lalu.
    Senang membaca yang seperti ini. Setidaknya bisa melawan penggunaan "judul pendek-pendek" yang ditulis Goenawan Mohammad.

    • Lihat 3 Respon