Ada yang Pernah Coba Ikut Klub Membaca?

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Buku
dipublikasikan 24 November 2016
Ada yang Pernah Coba Ikut Klub Membaca?

Pernah terpikir sesekali ikut klub membaca di Jakarta, tempat aku tinggal saat ini. Rasanya akan asyik bersua sekali seminggu atau sekali dalam sebulan dengan sesama penyuka buku. Bisa berbagi cerita, pendapat atau pengalaman membaca novel tertentu. Belum lagi bisa memperoleh kawan baru yang bisa jadi menyenangkan.

Kemudian aku coba berselancar di media sosial guna mencari klub buku atau klub novel di Jakarta. Aku pun menemukan beberapa klub membaca yang ternyata sudah cukup populer di Twitter. Para kutu buku yang tergabung di dalam klub tersebut rutin bertemu, membedah buku, berdiskusi dan lainnya. Ingin coba kontak humasnya tetapi urung diri setelah mengecek deretan buku yang mereka bahas.

Istilah kerennya sih ‘It’s not my thing’. Sahabatku bilang ‘It’s not my cup of tea’.

Buku yang mereka baca adalah novel populer, beda sekali dengan bacaanku yang mayoritas buku klasik. Novel populer yang aku tahu Cuma Harry Potter dan Lord of The Rings, itu saja tidak aku baca sebab aku memang bukan penyuka cerita fantasi.

Jika aku memaksakan diri masuk ke klub buku tersebut yang ada aku akan seperti kambing congek, tak tahu apa-apa. Celakanya, aku bukan tipe pembaca yang bisa ‘dipaksa’ melahap bacaan yang aku tahu aku tidak akan menikmatinya.

Ternyata mencari klub buku bisa jadi hal yang susah-susah gampang jika kau benar-benar mencari yang ‘satu suku’ dengan kesukaanmu. Terlebih bagi diriku yang mempunyai buku bacaan favorit di luar kebanyakan orang.

Buku yang aku suka baca adalah buku sastra mayoritas karangan penulis abad ke-18 dan ke-19. Tema yang diangkat kebanyakan juga tentang realisme, romantisme yang normal, tidak membuai. Buku-buku mereka pun sangat tebal. Yang dijual lebih ke deskripsi alam dan sifat manusia secara umum.

Pastinya buku jenis tersebut tak lekang dimakan zaman tetapi kurang menarik bagi pembaca masa kini. Ya maklum otakku memang telanjur klasik. Walhasil, sampai sekarang aku belum menemukan klub buku klasik, yang anggotanya penyuka buku milik Thomas Hardy atau George Eliot. Di luar negeri ada banyak klub buku semacam itu tetapi tidak untuk di Indonesia, terutama di Jakarta.

Sementara cukup lah cuit-cuit di blog lalu menerima komentar atau kritik dari sesama kutu buku yang ada di luar negeri. Mau bagaimana lagi?

Inspirator adakah yang mempunyai pengalaman bergabung dengan klub buku? Apa enak dan tidak enaknya? Bagi cerita dong..

 Foto diambil dari sini.


  • Mochamad Syahrizal
    Mochamad Syahrizal
    12 bulan yang lalu.
    Di sekolah saya ada semacam ekskul yang membahas buku,, meski begitu kegiatannya justru sangat pasif .. Klub membaca di Indonesia benar-benar sangat minim, sekiranya ada pun masih kurang luas ...

    • Lihat 3 Respon