Lima Hal yang Paling Buat Gemas Pencinta Bahasa

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 31 Agustus 2016
Lima Hal yang Paling Buat Gemas Pencinta Bahasa

Berawal dari suka membaca dan menulis, lama-lama kamu menaruh perhatian yang tinggi terhadap bahasa. Hal-hal kecil yang bagi kebanyakan orang sesuatu yang lumrah bisa membuatmu ‘gatal’. Berikut di antaranya:

  1. Salah ketik

Hal kecil yang paling mengusik hatimu. Yang saat membaca salah ketik, terutama untuk tulisan resmi bukan komunikasi melalui dunia maya, tangan kamu gatal ingin menyuntingnya tetapi rasanya tidak mungkin sebab kamu tidak mempunyai akses ke akun pribadi orang tersebut. Atau ketika salah ketik itu kamu jumpai di baliho atau poster di jalanan maka hal yang ingin kamu lakukan adalah mencoret lalu menggantinya dengan yang benar. Namun terlalu banyak salah ketik yang kamu jumpai sehingga yang kamu bisa lakukan adalah:

 

Sumber gambar bisa dilihat di sini.

  1. Terlalu banyak singkatan

Lebih menulis ‘yg’ daripada ‘yang’, ‘km’ ketimbang ‘kamu, ‘rmh’ dan bukannya ‘rumah, dan daftar pun berlanjut. Buat yang benar-benar penyuka bahasa seperti aku, bahkan penulisan kata yang disingkat dalam konteks percakapan pun cukup mengganggu, apalagi jika diterapkan dalam menulis di blog atau di Inspirasi.co yang menyediakan lahan menulis sangat luas. Bisa saja terlalu sibuk atau menulis di ponsel sebagai alasannya tetapi lebih baik diedit daripada menyiksa bagi penyuka bahasa seperti saya dan gambar orang di bawah ini:

 

Sumber: ini.

  1. Mengutamakan memakai bahasa serapan dari bahasa asing

Memilih menggunakan ‘substitusi’ ketimbang ‘mengganti’. Lalu repot-repot memiringkan cover dibanding cukup menulis ‘sampul’. Kemudian, ‘edukasi’ lebih digunakan daripada ‘pendidikan.’ Jika alasan utama adalah untuk mencari pilihan biar tidak bosan maka tidak begitu masalah. Tetapi yang paling miris jika alasan utamanya biar terlihat keren karena berasal dari Bahasa Inggris maka kamu bisa sedih sebab kita mengabaikan nenek moyang yang susah payah mengumpulkan dan memperkaya Bahasa Indonesia yang sesungguhnya sangat indah ini.

 

Sumber gambar adalah ini.

  1. Terlalu sering memasukkan kata atau kalimat berbahasa asing

Aku sering melakukannya dan seharusnya tidak demikian. Merasa terlihat hebat bila banyak memasukkan tulisan berbahasa Inggris padahal ada kalimat dalam bahasa sendiri yang bisa menyampaikan maksud sama persis. Ah, aku rindu membaca tulisan Bahasa Indonesia dengan baik, benar dan santun seperti zaman masih sekolah dulu..

 

 

 Gambar asli bisa dilihat di sini.

  1. Huruf bercampur angka
    Tiada bermaksud tidak bisa diajak bercanda atau apa tetapi kerap menjumpai tulisan seperti ini:

SE7

BER2

K3C3, apalagi

43V3R, 2GETHER dan lainnya terkadang bisa buat kepala pencinta bahasa

 

sumber gambar klik ini.

Tulisan ini untuk menyindir diriku sendiri yang masih tidak konsisten.

Terima kasih untuk penyedia gambar kucing di atas.