Emas Tontowi/Liliyana Hadiah Terbaik Kerja Keras 16 Tahun Richard Mainaky

Eny Wulandari
Karya Eny Wulandari Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 19 Agustus 2016
Emas Tontowi/Liliyana Hadiah  Terbaik Kerja Keras 16 Tahun Richard Mainaky

Liliyana Natsir langsung berlari memeluk Richard Mainaky, yang masih duduk tenang di pinggir lapangan kendati anak asuh kebanggaanya tersebut bersama Tontowi Ahmad memastikan diri meraih medali emas yang sempat delapan tahun lepas di ajang Olimpiade. Tak terlihat ekspresi berlebihan dari pelatih berdarah Maluku tersebut di momen yang baginya mengakhiri rasa penasaran selama 16 tahun menukangi sektor ganda campuran bulutangkis nasional.

Kepal tangan dan pelukan bersama Tontowi dan Liliyana selama beberapa detik menjadi salah satu momen yang paling mengharu biru saat ketiganya berhasil mempersembahkan medali emas sebagai kado termanis untuk kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 Rabu lalu (17/8). Tak hanya meneruskan tradisi emas bulutangkis, kemenangan Tontowi dan Liliyana menjadi emas pertama yang dipersembahkan oleh sektor ganda campuran.

Lahir dan besar untuk bulutangkis, Richard, 51 tahun, sempat menjajaki dunia atlet, sama seperti saudaranya, Rexy Mainaky dan Marleve Mainaky. Usai gantung raket, selama tiga tahun Richard tak menyentuh dunia tepok bulu nasional. Beruntung ada Christian Hadinata, sosok legendaris yang banyak berjasa membentuk bulutangkis di tanah air, sebab dialah yang membawa Richard ‘kembali’ ke pelatnas, meneruskan tonggak memoles pebulutangkis khususnya di sektor ganda campuran.

Richard mengaku dirinya orang yang temperamental dan gemar berkelahi. Maka dari itu, tidak heran dia menerapkan latihan keras dan disiplin tingkat tinggi kepada pemainnya. Baginya, menjadi juara diperlukan kerja keras dan konsistensi bagus. Ia juga memiliki insting luar biasa melihat pemain yang berpotensi menjadi juara di level internasional. Hal ini terbukti saat ia lebih memilih Tontowi mendampingi Liliyana usai Nova Widianto pensiun sebab sudah berusia 35 tahun. Baginya, Tontowi mempunyai tatapan mata seorang juara, yang pada akhirnya terbukti saat meraih medali emas Rabu lalu.

Menarik melihat sosok Richard saat anak didiknya bertanding. Dengan mengenakan topi yang menjadi ciri khasnya, ia lebih banyak diam, tak banyak memberikan instruksi dari pinggir lapangan. Walau dikenal bertangan dingin, Richard juga bisa menjadi sahabat dekat untuk pemainnya.

Dengan kualitas tersebut ditambah kepiawaiannya memasangkan pemain, Richard sanggup melahirkan pasangan ganda campuran hebat dunia. Seolah regenerasi sektor ganda campuran tak pernah terhenti melalui tangannya.

Penantian panjang Richard menyaksikan pemainnya meraih medali emas dimulai pada Olimpiade Sydney 2000. Saat itu, ganda campuran terbaik nasional Trikus Haryanto dan Minarti Timur gagal menyabet emas setelah kalah dari pasangan asal Tiongkok, Zhang Jun dan Gao Ling di partai final.

Delapan tahun berikutnya, Richard kembali menelan pil pahit setelah Nova dan Tontowi juga harus puas dengan medali perak di final Olimpiade Beijing 2008 setelah kalah dari lawannya dari Korea Selatan, Lee- Yong Dae/Lee Hyo Jung dari Korea Selatan dengan skor 21-11 21-17.

Kini, dahaga medali emas tersebut akhirnya pupus sudah. Buah latihan dan kerja tim yang fantastis akhirnya membawa Tontowi dan Liliyana menjadi juara Olimpiade sekaligus menjadi bukti paling prestisius kejeniusan Richard selama ini.

Selamat dan terima kasih banyak Richard Mainaky!

Terima kasih juga ke penyedia gambar yaitu ini, ini serta ini.


  • ED Indonesia
    ED Indonesia
    1 tahun yang lalu.
    Indonesia memiliki orang-orang yang hebat, semoga kelak bisa menjadi bangsa yang hebat

  • Pop Nugroho
    Pop Nugroho
    1 tahun yang lalu.
    Bangga dengan keluarga Mainaky (Rexy, Richard dll) atas peran dan bukti aktifnya memajukan bulutangkis Indonesia. Jasa2 keluarga Mainaky dulu, sekarang dan akan datang selalu menjadi inspirasi prestasi bulutangkis Indonesia. Bravo Bulutangkis Indonesia, bravo Butet Dan Owi. Salam PopN

    • Lihat 1 Respon

  • Fahd Pahdepie
    Fahd Pahdepie
    1 tahun yang lalu.
    Terima kasih sudah mengingatkan kami akan jasa besar Richard Mainaky di balik pasangan Owi/Butet dan prestasi ganda campuran Indonesia.

    • Lihat 1 Respon