Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Kisah Inspiratif 16 Agustus 2016   13:57 WIB
Emas Garuda di Pundak Tontowi/Liliyana

Zhang Nan/Zhao Yunlei versus Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Laga ganda campuran terbaik dunia yang bisa dibilang klasik. Kedua pasangan ini telah 18 kali bertemu sebelum keduanya kembali tempur di babak semifinal ganda campuran Olimpiade Rio 2016 Selasa pagi WIB.

Dalam 18 kali pertemuan tersebut, Owi/Butet, begitu pasangan asal Indonesia ini biasa disapa, hanya menang dalam lima kali lalu sisanya kalah. Walau secara statistik tertinggal, Tontowi/Liliyana mengandaskan duo asal Tiongkok ini di partai-partai yang sangat penting, misalnya final All England 2013 dan final All England 2014.

Saat keduanya berebut tiket masuk final dalam Olimpiade kali ini, kedua pasangan sudah pasti meyakini laga akan berat.

Babak pertama berjalan ketat. Tontowi/Liliyana langsung bermain agresif, tidak banyak memberi ruang bagi lawan berkembang. Walhasil, pukulan tak banyak reli panjang. Tontowi/Liliyana menekan sejak awal. Zhang Nan/Zhao Yunlei beberapa kali mencoba menyerang balik dan sempat berhasil dengan membukukan angka penting jelang laga akan berakhir. Beruntung Liliyana sangat sigap dan cemerlang mencegat bola di depan. Penempatan bolanya sangat akurat. Babak pertama ditutup dengan kemenangan 21-16 buat Tontowi/Liliyana.

Tontowi/Liliyana konsisten menjaga permainan di babak kedua. Pasangan ganda campuran terbaik nasional ini unggul cepat 5-0. Juara bertahan Olimpiade London 2012 tersebut mencoba membalikkan keadaan dan sempat memimpin beberapa angka saat babak kedua belum memasuki jeda interval usai poin ke-11.

Tetapi Tontowi/Liliyana tak lengah terlalu lama. Beberapa unforced errors yang mereka lakukan di awal babak kedua sedikit demi sedikit mereka kurangi. Sementara Liliyana stabil menjadi playmaker di depan, Tontowi bisa leluasa menggebuk dari sisi belakang dan samping lapangan dengan smash keras yang menjadi andalannya. Setiap kali pasangan Tiongkok tersebut berhasil melakukan reli poin, Tontowi/Liliyana selalu berusaha bangkit menghentikan laju peroleh skor lawan hingga akhirnya secara meyakinkan menutup pertandingan alot ini dengan 21-15.

Baik Tontowi dan Liliyana tak kuasa menahan haru sekaligus bahagia. Teriakan lega dan rasa haru mengiringi kemenangan yang sangat layak mereka peroleh di laga kali ini. Kini tersemat harapan meraih emas pertama bagi kontingen Indonesia di pundak mereka.

Empat tahun yang lalu, keduanya gagal melangkah ke babak final Olimpiade London 2012 setelah kalah dari pasangan Tiongkok lainnya, Xu Chen/Ma Jin, yang dalam laga semifinal di Rio kali ini, takluk dari pasangan yang akan menjadi lawan Tontowi/Liliyana, yaitu Chan Peng Soon/Goh Liu Ying. Pasangan Malaysia ini mengalahkan Xu Chen/Ma Jin dengan 21-12 21-19.

Akankah Tontowi/Liliyana berhasil membalas kegagalan di Olimpiade London 2012 dengan mempersembahkan emas untuk Merah Putih Rabu malam WIB? Pastinya do’a mengiringi Tontowi/Liliyana agar bisa menampilkan permainan terbaik mereka, tetap tenang dan fokus. Semoga Tontowi/Liliyana bisa menang dan mempersembahkan kado terindah untuk ulang tahun ke-71 Republik Indonesia di laga final yang tepat berlangsung pada 17 Agustus 2016.

Ayo terus dukung Tontowi/Liliyana! Indonesia Bisa Emas!

Foto diambil dari sini

Karya : Eny Wulandari